Pages

Tampilkan postingan dengan label Bioshock. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Bioshock. Tampilkan semua postingan

Rabu, 01 Juli 2015

I Miss You | Shattered Stories




-Start Log-

Elizabeth: Booker, you there?... I miss you. You were the only one who ever... You were my only friend.
Elizabeth: Booker...
Booker: I'm not even here. I'm a projection of your own..
Elizabeth: Could you humor me, then?... Please?
Booker: I think... Booker would miss you.

-End Log-

Kamis, 31 Juli 2014

Rant: Journey | Shattered Stories




Kamu tau? Mereka sering memanggilku tidak punya kerjaan karena aku bermain video games, karena mereka tidak tahu, bahwa untukku, video games memberi banyak hal. Video games mengajari cara hidup, secara fisik dan emosional. Video games memberiku, kemampuan berpikir dan merasakan berbagai suasana. Berpikir lebih terbuka, berpikir lebih tajam, berpikir dengan sudut pandang berbeda, berpikir dengan melihat kemungkinan yang ada.




Journey, salah satu video games yang aku jadikan judul untuk post ini, journey ini adalah ceritaku, ceritaku hidup di berbagai dunia, ceritaku hidup melewati  berbagai masalah, melewati berbagai cerita, bertemu banyak karakter, menghadapi berbagai monster, dan  bahkan menyelamatkan hidup orang lain.


Aku pernah, memilih untuk menyakiti jariku agar bisa  mendapatkan kode untuk menyelamatkan shaun, kebingungan untuk memilih sikap apa yang seharusnya aku lakukan saat diminta untuk membunuh orang demi kepingan kode itu, tapi akhirnya aku menemukan caraku sendiri. Melewati berbagai rintangan, menyelakan nyawa sendiri dan dituduh sebagai pembunuh. Ya aku tau  rasanya. -Heavy Rain

Aku pernah menjadi seseorang dimasa depan, seseorang yang hidup dimasa dimana semua orang memiliki chip agar tidak melupakan ingatannya, dan aku, menjadi orang yang dapat mencuri ingatan orang lain, bahkan menggantinya dengan ingatan yang aku inginkan. Tapi aku tidak menginginkan hal itu, dibantu dengan temanku, aku berusaha menghancurkan perusahaan pembuat chip tersebut, yang pemiliknya ternyata adalah orang tuaku. - Remember Me

 Aku pernah, menjadi seorang gambler, yang terjebak hutang dan mau melakukan apapun agar mendapat  bayaran. Dan, suatu hari, aku menerima tawaran pria itu, yang memintaku untuk menjemput seorang wanita muda. Awalnya aku hanya mengikuti alurnya, tapi ternyata aku adalah tokoh utama dalam sejarah, aku tahu bahwa pilihanku menentukan sejarah, dan aku sadar, aku tak punya pilihan. - Bioshock Infinite





Dan masih banyak cerita lain, aku senang menjadi seperti ini, aku senang hidup dimana pun dan dengan cerita apapun, dan tolong, jangan rendahkan video games karena


Mereka lah yang membuatku hidup




Selasa, 29 Juli 2014

Bioshock Infinite dari perspektif Booker DeWitt | Shattered Stories

[SPOILER ALERT]

Aku Booker DeWitt, seorang private detective, tapi itu  bukan pekerjaan tetapku, karena aku akan melakukan apapun asalkan kalian membayarku. Sebagai seorang Alkoholik, aku hidup 20 tahun sendiri disebuah bangunan yang cukup tidak terawat. Di ruanganku, hanya ada beberapa barang seperti kursi dan meja, selain sampah tentunya haha. Hari itu, datanglah seorang pria, dia mengucapkan kalimat "Bring us the girl and wipe away the debt." Itulah awal dari cerita ini.

Dia dan seorang wanita kemudian membawaku ke sebuah mercusuar, sepertinya mercusuar itu sudah tidak terpakai. Sebelum kami benar-benar mencapainya. Dia memberiku beberapa benda yang dimasukan ke dalam sebuah kotak kecil. Aku menerimanya. Kemudian saat kami sampai, mereka meninggalkanku sendiri. Aku melihat tulisan "This is  your last change". Aku benar-benar tidak mengerti, aku masuk dan melihat-lihat, ada beberapa barang berdebu, dan tangga untuk mencapai lantai paling atas mercusuar ini. Saat aku berada di lantai tengah, aku melihat, mayat... mayat yang mukanya ditutupi dengan sak yang bertuliskan "Don't dissapoint us" apakah ini dari mereka?

Aku melanjutkan perjalananku, tangga itu ternyata membawaku  ke bangunan luar, bukan ruangan lampu di dalam mercusuar itu. Di pintunya, terdapat bel dengan simbol yang jika aku ingat-ingat, simbol itu sama dengan simbol pada gambar yang mereka berikan dalam kotak itu. Ketika aku membunyikan bell tersebut seperti pada gambar, aku terkejut, langit menjadi merah untuk beberapa saat..  Lalu pintu mulai terbuka. Tapi tidak ada lampu didalamnya. yang ada hanya sebuah kursi. Ya, karena tidak ada pilihan, aku duduk. 

Baru beberapa detik saja, tiba, tiba muncul sesuatu yang menjepit tangan dan kaki ku, kursi itu mulai bergoyang sedikit vertikal ke bawah, terlihat ada beberapa jet seperti roket yang sudah berapi-api. Sial, pistolku terjatuh dari bajuku. Kemudian kursi kembali ke posisi semula, dari kaca pintu, terlihat bahwa ruangan atau bahkan mercusuar ini naik keatas langit dan tiba-tiba... aku berada di sebuah tempat, seperti kota, diatas awan, di atas langit... "Welcome to Columbia"

Ruanganku sepertinya baru mendarat, aku masuk ke sebuah ruangan, seperti gereja super mewah dengan sungai di dalamnya, yang aku tidak mengerti, mereka punya prophet sendiri. Aku berjalan ke segerombolan orang. Diantara mereka, ada yang tanya "Is that someone new?" Dilanjutkan dengan perkataan bahwa aku harus dibaptis untuk bisa masuk ke Columbia, ya, aku kira aku tidak punya pilihan. Dia membabtisku. Dia menceburkanku, kepalaku tenggelam dan aku pingsan. Astaga, dia harus belajar untuk membedakan antara membabtis orang dan menenggelamkannya karena tadi itu sungguh mengesalkan.

To be Continued

Jumat, 13 Desember 2013

Fact about Bioshock Infinite | Shattered Stories


Fact about Bioshock Infinite

REVIEW BIOSHOCK INFINITE | Shattered Stories

Setelah tiga tahun berlalu sejak BioShock 2 dirilis, kini 2K Games kembali menghadirkan BioShock ketiga dengan judul BioShock Infinite. Gamenya sendiri tetap merupakan first-person shooter, namun kini pengembangannya kembali ditangani oleh Irrational Games, pengembang BioShock pertama yang tentu saja dipimpin oleh Ken Levine, sang pengembang System Shock 2.



Welcome to Columbia!
BioShock Infinite memang merupakan game ketiga, namun ceritanya benar-benar baru dan tidak merupakan bagian dari cerita BioShock pertama dan kedua. Dalam BioShock Infinite, kita akan berperan sebagai seorang mantan prajurit dan bekas agen Pinkerton bernama Booker DeWitt yang terbelit hutang. Pada tahun 1912, demi membebaskan diri dari hutang, DeWitt mengambil misi pergi ke Columbia untuk membawa seorang gadis bernama Elizabeth keluar dari kota tersebut dan kembali ke New York.

Columbia di sini bukanlah kota yang wajar, karena kota tersebut merupakan kota melayang di atas langit yang dikuasai oleh Father Comstock. Booker akhirnya terjerat dalam konflik di Columbia antara Founders yang dipimpin oleh Comstock dan Vox Populi yang dipimpin oleh Fitzroy, dimana dia menemukan bahwa Elizabeth ternyata memiliki kekuatan misterius yang bisa membuka pintu ke dimensi lain.

Jika kita lihat sekilas, BioShock Infinite tampil seperti sebuah game first-person shooter yang cukup standar. DeWitt bisa membawa dua senjata dan memiliki kekuatan supernatural bernama Vigor yang didapatkannya dari minuman ajaib. Kemampuan Vigor yang dimiliki oleh DeWitt juga ada banyak macam, mulai dari merasuki musuh untuk membantu kita, menyetrum lawan, melempar benda yang bisa meledak dan sebagainya. DeWitt juga bisa menggunakan berbagai gear untuk memperkuat dirinya.




Sebuah fps dengan kekuatan gaib
Kedengaran seperti first-person shooter standar dengan fitur ekstra bukan? Namun sebenarnya, BioShock Infinitebukanlah game shooter biasa, melainkan sebuah game yang bercampur antara modern dan klasik.

Modern karena DeWitt memiliki sebuah shield yang akan recharge jika tidak sedang diserang oleh musuh, dan klasik karena DeWitt memiliki sebuah health bar yang tidak bisa regenerate dan hanya bisa diisi dengan cara mengkonsumsi makanan dan berbagai healing items yang ditemukan di environment.

Jika pada jaman sekarang first-person shooter itu identik dengan multiplayer dimana single-player-nya merupakan sebuah koridor dengan berbagai cutscene berkualitas tinggi, BioShock Infinite dengan berani merubah semua itu dengan tidak menyediakan multiplayer dan memberikan sebuah game single-player yang terasa seperti game klasik dimana kita bisa memilih rute dengan bebas.

Hal ini ditambah dengan health bar tidak bisa regenerate, sehingga kita harus mengeksplorasi Columbia yang luas untuk mencari berbagai healing items, amunisi, salt (untuk menggunakan Vigor) serta uang untuk meng-upgrade Vigor dan senjata. Di pelosok Columbia tersedia berbagai vending machine yang menyediakan upgrade-upgrade tersebut, termasuk vending machine yang menyediakan health, salt dan peluru.




Handyman, musuh besar sekelas Big Daddy

Bukan BioShock namanya kalau tidak ada musuh sekelas Big Daddy, dan BioShock Infinite meskipun tidak ada musuh yang namanya Big Daddy, namun ada musuh yang sama besarnya untuk kita lawan, mulai dariHandymen sampai ke Motorized Patriot. Semuanya berbahaya untuk dilawan secara frontal.



Elizabeth membuka pintu ke dimensi lain.
Yang paling menarik dari BioShock Infinite adalah sang gadis yang diselamatkan oleh DeWitt, yaitu Elizabeth. Dia memiliki kemampuan untuk membuka pintu ke dimensi lain. Dengan kemampuannya itu, DeWitt bisa memanipulasi medan perang agar lebih menguntungkan untuk dirinya, misalnya di medan yang terbuka luas terkadang ada sobekan dimensi yang kalau dibuka oleh Elizabeth akan menjadi tempat untuk berlindung, supply senjata, turret dan sebagainya..

Berhubung kisah inti dari BioShock Infinite adalah mengantar Elizabeth, ini berarti sepanjang game kita akan dipaksa menjalankan escort mission. Tapi jangan khawatir, karena Elizabeth di sini tidaklah bodoh dan tidak pernah dalam bahaya sedikitpun. Hal ini disebabkan AI lawan hanya mau menembaki DeWitt saja dan tidak menganggap Elizabeth sebagai target. Selain itu, Elizabeth juga bisa membantu DeWitt dalam memberikan uang,salt, ammo bahkan health. Siapa yang tidak mengajarkan mereka bahwa medic harus dibunuh lebih dahulu?



Environment adalah playground untuk Elizabeth
Elizabeth sendiri memiliki AI yang cukup menarik. Seperti Yorda dari ICO, dia juga suka melihat-lihat environmentdi sekitar kita, dan menunjuk apabila dia menemukan sesuatu yang menarik. Selain itu, Elizabeth juga bisa berinteraksi dengan environment seperti duduk di bangku atau melakukan picklock pada pintu yang terkunci. Kalau DeWitt mengeksekusi lawan menggunakan melee attack secara brutal dan sadis, maka Elizabeth akan merasa ngeri dan berkomentar kepada DeWitt. Hal-hal yang sepertinya kecil tersebut bisa menghidupkan karakter Elizabeth menjadi lebih manusiawi.

Sayangnya, keterikatan pemain dengan Elizabeth terasa kurang karena dia sendiri tidak pernah dalam bahaya. Memang secara gameplay, hal ini bagus karena kita tidak usah repot harus melindungi 'beban tambahan' tersebut, namun dari segi cerita, kita jadi kurang peduli dan menganggap Elizabeth sebagai supply crate berjalan saja, terutama ketika kita sedang perang.




Skyline yang bisa kita gunakan untuk bergelantungan dan berkeliaran di Columbia

Secara grafis, BioShock Infinite benar-benar menunjukkan environment yang menarik untuk dilihat. Kota angkasa Columbia memang menakjubkan, apalagi kalau kita melompat dan bergelantungan menggunakan Skyline, maka kita akan bisa melihat betapa asiknya berkeliaran di kota langit tersebut. Tidak salah, Irrational Games berhasil menciptakan sebuah kota yang indah. Para karakter juga tampil cukup baik, apalagi Elizabeth yang tampil sangatcute... sangat kontras dengan kebrutalan yang dilakukan oleh DeWitt seperti kepala lawan yang bisa putus.

BioShock Infinite juga memiliki pilihan lagu yang klasik dan ada juga lagu yang menggunakan instrumen, sesuai dengan setting-nya di tahun 1912 ditambah dengan suara Troy Baker yang sudah biasa mengisi suara game dan film/anime sebagai Booker DeWitt, serta Courtnee Draper, pemeran Morgan Hudson di The Jersey sebagai Elizabeth.


Siapa sebenarnya wanita misterius ini?

Salah satu faktor paling menarik dari BioShock Infinite adalah kisah yang menarik. Jika di awal kisah kita bingung dengan cerita game ini, sedikit demi sedikit kita akan bisa mengenal para karakternya dengan lebih baik seiring dengan progress permainan kita. Sedikit peringatan saja, BioShock Infinite memiliki tema rasisme dan agama yang cukup kontroversial.

Sedikit hal yang mengganggu dalam BioShock Infinite adalah keharusan pemain untuk mencari sendiri jalan ke tujuan. Memang ada guide arrow yang bisa kita panggil untuk menunjukkan ke arah mana tujuan kita, namun seringkali guide arrow tersebut tidak dengan jelas menyatakan ke arah mana kita harus berjalan, terutama tempat yang banyak skyline-nya. Hal ini membuat kita harus berputar-putar dulu menggunakan skyline sebelum akhirnya menemukan tempat yang tepat.