Pages

Tampilkan postingan dengan label Journey. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Journey. Tampilkan semua postingan

Selasa, 28 Juli 2015

Pesterlog | Shattered Stories

gallowsCalibrator [GC] began trolling arachnidsGrip [AG]

GC: Hey
GC: You there?

GC: Guess you must be busy
GC: [Data Deleted]
GC: [Data Deleted], or [Data Deleted]
GC: Whatever it is you're doing out there
GC: I just wanted to say a few things
GC: Before i have to go fight
GC: Actually
GC: Maybe its better you arent responding, for now
GC: Maybe i can finally say some things  i want to say
GC: That I might not have been able to when you were around

GC: Its been a good few years
GC: A mush better timw than i  probably deserved to have, considering
GC: What I almost did
GC: Thank God I didn't
GC: Well
GC: Thank [Data Deleted], I guess
GC: He's a good kid
GC: They all are
GC: Even these new schmucks
GC: What a sweet and charming bunch of stupid losers
GC: Don't fucking dare tell anyone I said it
GC: But I love them  all

GC: I don't know what is wrong with me
GC: That I can't just say stuff like that, directly to people
GC: They certainly don't appear to have that problem
GC: And you never seemed to have much trouble saying whatever was  on your mind
GC: Maybe that's why...
GC: I have so much trouble with the idea of letting go of you
GC: You aren't  afraid of what's inside your mind
GC: You always seem at ease with your own capacities
GC: Even if they lead  you down a road of self destruction

GC: Like, yeah, we've clashed on stuff
GC: I acted like it was all about ideals
GC: And how mine were better or something
GC: But maybe
GC: I was just pissed  about your attitude of certainty
GC: And angry at myself for not having it
GC: 1 thing it's something I needed in my life
GC: Even if it came from someone else3 
GC: If only to keep me assured it's possible to  feel that way

GC: I know you think I'm weak for needing you
GC: Not that you'd ever tell me that
GC: It's nice that you cared enough to jab me about it
GC: But I could always sense it
GC: That you knew
GC: You knew I depended more on you that you did on me
GC: And you pity me for it
GC: I mean, not like, maliciosly
GC: You probably just see me as a bit tragic
GC: You can't help it

GC: And I don't blame you

GC: I think
GC: Spending time with all those cute goobers
GC: And seeing how when they're all together, they seem to like...
GC: Complete each other?
GC: I think it made me realize this about us
GC: Or about myself
GC: I never felt whole
GC: I still don't
GC: And you made it so  I didn't have to face that feeling
GC: For a while at least
GC: And now that I think I  know this about myself
GC: I think I get it
GC: The feeling will probably never go away
GC: Only covered up at most, maybe
GC: We could win this fight
GC: Create another universe
GC: Succed in every way possible
GC: And I'll still feel incomplete 
GC: Victory wont fix me 
GC: Maybe nothing can

GC: Maybe there's too little subtance inside me to even be fixed

GC: But at least I think I understand that now
GC: And should be able fight without having something gnaw at me
GC: Something that felt unknowable, and made me constanly wonder what I was doing wrong
GC: I'm ok with living like that
GC: Not going to pretend it wouldn't be nice to...
GC: Patch myself up, somehow?
GC: Guess that ship sailed, though
GC: Back in  our session, in whatever way I botched my quest
GC: Or didn't reach god tier, or...
GC: I don't even know what it was did or didn't do
GC: I guess that's the problem, isn't it?
GC: The mystery of it
GC: The things I've supposedly done
GC: Good and  bad, in different realities
GC: The mistakes I made, but can't learn from
GC: Because I can't remember
GC: Or the heroic things I supposedly did
GC: Sacrifices I made
GC: To save you
GC: To sace everybody
GC: Which teel me nothing about myself, and what I'm really capable of

GC: Because I can't remember

GC: Maybe it's delusional of me
GC: To imagine that just having another set of memories is going to make me feel more complete
GC: I can't stop thinking about it though
GC: I guess it's always tempting to think there is one hidden answer to everything
GC: No matter how fantastical or inaccessible
GC: And if only you could find it, you'd finally have the perfect resolution to everything about yourself you can't stand
GC: So I just keep wondering to myself
GC: That maybe if only I could remember

GC: I wouldn't have to feel like this

GC: Uh... wow
GC: I wasn't really expecting to tell you all that
GC: I just wanted to catch you before you go off to battle, and  wish you "luck"
GC: And to let you know how important you've been to me, in a way that wasn't like
GC: Clouded by our usual trash talk and mind games
GC: I guess this is what you get for ignoring me for two seconds
GC: A little too much reality from an idiot who's more  messed up inside that she ever lets on
GC: Um
GC: Anyway
GC: Later, [Data Deleted]

gallowsCalibrator [GC] ceased trolling arachnidsGrip [AG]

Thanks, really, God only know what I'd be without you
2014

Selasa, 14 Juli 2015

Pengalaman dengan Research Based Learning | Shattered Stories

RBL atau Research Based Learning adalah salah satu tugas yang berpengaruh denganpelajaran fisika aku di kelas 11. Nah tugas di RBL ini  adalah mengembangkan teori yang dipelajari atau membuktikan teori  itu secara kreatif. Setelah selesai dengan perancangan ide, kami juga harus membuat alat, laporan dan terakhir... disidang.

Awalnya, sepertinya aku dan angkatan aku menganggap RBL sebagai hal yang super sulit, tapiternyata, aku gabisa bilang itu adalah hal yang sangat  sulit. Faktanya,  tugas ini diberikan secara kelompok, jadi  sulit atau tidaknya, itu dibuat sendiri oleh kelompok  masing-masing. Waktu pengerjaannya juga lumayan lama yaitu dari Januari-Maret. Aku bisa dibilang cukup beruntungdengan kelompok yang aku dapat. Kami bisa mengerjakan tidak hanya tugas ini, tapi berbagai tugas lain tepat waktu.

Kita mulai ceritanya, tahap  pertama, perumusan alat yang ingin dibuat.  Minggu pertama semester dua, di bulan Januari, kami bingung dengan konsep. Kami  menghabiskan waktu sampai tanggal 16 Januari untuk merancang apa yang kami ingin buat. Akhirnya kami memutuskan membuat Exavator dengan tenaga fluida. Exavator  ini seperti miniatur dari alat keruk yang ditenagai  oleh fluida. Jadi, salah satu temanku memberikan videonya melalui chat kami dan aku suka dengan cara alat itu  bekerja. Kami kemudian  mulai mencari-cari bahan.Sayangnya setelah seminggu mencari bahan, kami tidak menemukan ukuran tabung  suntik yang cocok. TABUNG SUNTIK YANG KAMI TEMUKAN SANGAT MINI.

Aku mulai bingung. Kami  melakukan percobaan dan ternyata tenaganya terlalu kecil untukbisa menggerakan si lengan exavator. Akhirnya kami  mengganti sedikit cara kerja dari benda tersebut, yang asalnya membutuhkan 3 pasang tabung dengan ukuran sedang, menjadi  6 pasang tabung dengan ukuran kecil agar kuat mengangkat tangannya. Bahan untuk badannya pun harus diringankan. Dan aku tidak punya pilihan kecuali memakai stik eskrim.

Selain mencari bahan, karena kami berencana membuat sesuatu, berarti kami pun harus merancangnya. Here goes me and  my corel draw.  Jujur saja aku tidak kesulitan dengan merancang alatnya. Bagian yang paling menyulitkan dari ini adalah merealisasikan  rancangan tersebut dari ratusan stik eskrim menjadi sebuah persegi berukuran 24x24x7 cm yang memiliki  lengan dan lengannya  fleksibel digerakkan. TAPI lengan  tersebut harus memiliki sifat KUAT dan RINGAN secara bersamaan agar dapat  ditopang oleh tabung suntik  KECIL itu.

Kami mulai menginap disalahsatu rumah anggota kami, kami juga pernah mengerjakan RBL ini dari pagi sampe petang. Aku harus akui  aku sampai pusing dan aral saat itu. Kami juga pernah menumpang disalah satu  kelas di sekolah kami untuk mengerjakan ini dari pagi sampai  sore. Merancang, menempel stik eskrim, membuat lengan. Tugas ini sangatmeniyta pikiran, waktu dan uang.

Akhirnya  kami menemukan  tabung  suntik yang  sesuai dan itu membuat SEMUA menjadi  lebih  mudah. Aku bersyukur. Alat sudah beres. Terimakasih Ya Allah. Tapi  jujur saja aku  tau aku yang harus menyelesaikan  final dari  alat ini karena bisa  dibilang, aku yang lebih Mec dari pada yang lain dan aku yang lebih keidean. Aku pun membawa alat itu ke  rumah. 2 hari  aku restless agar alat ini bisa  fungsional sekaligus rapi.  Aku pun ingin menutupi bentuknya yang terbuat dari stik eskrim. Dan usaha itu terbayar.

Alat beres. Tiba untuk... Makalah. Atau laporan. Apapun itu. Yap, bisa dibilang aku sangat  sangat tidakpandai dalam melakukan hal seperti itu. Membuat halaman-halaman penuh teori dan  bacotan ilmiah. Aku bukan orang yang  judging untuk melakukan itu. Jadi, dibagian ini  aku diberi tugas yang bisa dibilang lebih mudah dari yang lain. Kami mendapat giliran sidang terakhir diangkatan. 30 April. Hari Kamis,  pukul 16,30. Ya  mungkin semenjak tahu hal  itu  kami oun sedikit santai tapi dengan jadwal-jadwal pengerjaan tertentu. Dan dengan bersusah payah, dengan puluhan revisi, laporan kami selesai. Memang tidak bisa dibilang laporan yang hebat atau apapun, tapisetidaknya kami beres.

Waktu yang paling ditunggu-tunggu tiba, kami pun disidang. Kami menyiapkan powerpoint, alat, makalah dan semuanya. Kami pun menunggu waktu yang ternyata terlambat menjadi jam 17. Ternyata itu ga seserem yang kami kira. Kami cukup mendapatkan nilai dan judge  yang bagus dari para penilai.








BUT WAIT THERE'S MORE


Bukan cuma sampai sidang, ternyata ada pameran. dan pameran itu harus  dihias. dan pemberitahuan harus dihiasnya itu H-1.

KEMUDIAN KAMIOUN  RODI MENGHIAS STAND  KAMI DI  PAGI BUTA SAAT HARI PAMERAN ITU

oh iya,  ini bonus foto kami dengan alat  kesayangan kami


L to R: Kembang, Pet, Amel, Nahla

Kamis, 02 Juli 2015

My First Speech | Shattered Stories

12 Januari 2014, hari itu mungkin adalah hari dimana aku memutuskan pilihanku untuk berdiri di tempat ini. Hari itu adalah pendidikan dasar terakhir untuk salah satu ekskulku. Ekskul ini adalah ekskul retorika yang mengajarkan berbagai cara untuk berbicara. Aku tau aku bagus ketika aku berhadapan dengan seseorang, tapi untuk public speaking, aku sangat-sangat tidak bisa. Sangat tidak bisa.

Aku tidak terlalu menganggap ekskul ini  sebagai prioritasku. Maksudku, lihat, banyak orang yang hebat di ekskul ini, Ga mungkin aku yang seorang wimp bisa menjadi seseorang yang hebat disini. Tambah lagi beberapa waktu yang lalu aku mengucapkan kata yang seharusnya tidak aku ucapkan saat berdebat. Bukan malu, jujur aku tidak malu, hanya saja partnerku sangat kecewa dan marah. Semenjak itu aku takut untuk berdebat. Aku bisa berdiskusi, menyampaikan opini, that was cool, tapi untuk public speaking, aku sangat-sangat tidak bisa.

Suatu hari, tepatnya 3 bulan sebelum demo ekskul, hari pengenalan ekskul di SMAku, aku mengemukakan ideku di grup ekskul itu, dan semua orang setuju. Aku pun  diangkat menjadi ketua waw. Lalu kemudia demo ekskul itu berjalan baik sampai aku tahu, aku harus menjadi ketua proker ini sampai open recuitment, dan yang harus dilakukan selanjutnya adalah melakukan  trial   dimana setiap ekskul harus menunjukkan bagaimana ekskul tersebut kepada calon anggota barunya.

Disitu aku benar benar tidak siap karena aku tidak punya rencana apapun. Aku hanya mempunya ide untuk demo ekskul dan aku tidak  mempunyai ide selanjutnya. Nah disini adalah bagian dimana aku seringkali merasa stress karena yang kerja hanya orang-orang itu saja. Sampai suatu hari, publikasi gagal. Gagal, hanya 7 orang yang datang termasuk aku.

Lalu setelah itu ya jujur aku bingung, sekarang mau gimana, dan akhirnya... fail:(

Tapi kegagalan-kegagaln dari acara itu dan keberhasilan-keberhasilan ngebuat aku belajar. Entah kenapa dan somehow, aku masuk ke 4 besar calon ketua ekskul ini dimana salah satu challengenya adalah aku harus melakukan...










Public Speaking yaitu orasi








yap
aku gugup soalnya aku pernah fail di public speaking sebelumnya dan kind of ga mau public speaking lagi dengan hal yangberhubungan sesuatu yang harus dihapal. Aku takut disitu super takut sampe harus mikir dan ngapalin teks pidato aku yang berjudul tentang calon pemimpin Indonesia.

Nah di hari H, aku menunggu audience datang dan aku mencari orang-orang karena salah satu syarat aku baru boleh mulai adalah ketika sudah banyak orang yang menonton. aku berhasil  menaikkan flow TAPI pas di tengah-tengah ternyata aku fail lagi. Ga fail sih cuma kaya blank tapi itu cuma beberapa menit. THANKS GOD BANGET!!!

Aku ngelanjutin orasinya, untung saja hanya tinggal beberapa kalimat lagi. Huft hahahahhaahahahhahahah itu  momen paling embrassing banget.

ok aku udahgatau mau ngomong apa lagi
bye


Dewa Athena VII | Shattered Stories

Hai perkenalkan, saya Nissa Febriani, ketua seksie 7 OSIS LXII dan ketua pelaksana dari Dewa Athena VII, yang diadakan 21 Februari - 9 Mei 2015. Secara singkat, Dewa Athena tahun 2015 ini memiliki cabang olahraga Dodgeball putra-putri, Futsal putra-putri, Badminton ganda campuran dan single putra-putri, Tenis meja, Basket, Tarik tambang, dan Estafet. Jika dihitung, total pertandingan pada Dewa Athena ini ada 216.  Hanya  saja tahun ini hanya terjalankan 197 pertandingan karena WO dan lain sebagainya.

Dewa Athena ini bisa dibilang sebagai program kerja OSIS yang lumayan lama, karena, Dewa Athena ini berjalan sekitar 3 bulan. Waktu bersihnya sekitar 3 (Kamis, Jumat, Sabtu) x 9 minggu. Jadi ada sekitar 27  hari dimana panitia harus stand by di Lapangan Bali untuk mengurus berbagai persoalan dan teknis dari Dewa Athena. Selain waktu, kami  juga mengurus kelas.  Ada 18 kelas yang dibuat  menjadi 18 tim yang setiap timnya mengikuti semua cabang di Dewa Athena VII. Sayangnya, semua tim memiliki tingkat antusia dan sifat masing-masing yang cukup berbeda-beda. Tapi hampir semua  tim ingin dianak-emaskan. Jujur saja, itu sulit karena jika satu tim diberi hal-hal menguntungkan, itu berarti sikap sportivitas Dewa Athena pun tercoreng.

Selain kesulitan dengan pihak luar, ternyata kesulitan juga terjadi di pihak dalam. Masih ada panitia-panitia yang  tidak datang pada jam tugasnya dan saya pun tidak berhak memarahi karena pasalnya mereka membantu berjalannya acara. Jadi yang bisa saya lakukanadalah memberi hadiah berupa pizza party kepada panitia yang menurut saya  kerjanya bagus atau datang pada saat hari penutupan. Saya hanya memberi tahu di grup LO bahwa pada hari H ada  sesuatu yang spesial karena bila tidak ada LO jujur Dewa Athena tidak akan berjalan dengan baik.

Selain permasalahan-permasalahan di atas, harus diingat juga bahwa tidak semua panitia bisa menjaga profesionalitas setiap waktu. Kadang-kadang mereka memikirkan kelas mereka dan mencari cara agar kelas mereka menang. Nah, hal seperti itu harus dihindari. Panitia juga  bisa saja kelelahan sewaktu-waktu dengan jadwal semester genap yang padat.

Yap, kira-kira seperti itu Dewa Athena secara singkat. Masalah perasaan, saya  tidak bisa mendeskripsikannya dengan profesional. Sedikit spoiler, Dewa Athena mengajarkan hal-hal yang tidak pernah saya bayangkan sebelumnya. Bagaimana menjadi tegas, tenang, profesional, interpersonal, dan lain sebagainya. Jadi misalnya, jika kamu, yang membaca ini adalah orang yang punya hubungan dengan terlaksananya Dewa Athena, kamu bisa bersyukur, mungkin acara ini tidak membuat kamu bangga dengan terlaksananya acara ini, tapi acara ini membuat kamu  bisa belajar untuk mengalahkan  apa yang kamu inginkan dan mengataskan profesionalitas.

Salam Dewa Athena VII, Fortes Fortuna Iuvat!

20 - 27 April 2015 | Shattered Stories

Belajar dari pengalaman yang sudah-sudah aku sering ngelupain banyak detail dari sebuah acara. Aku ga mau juga kalo kesalahan itu keulang terus jadi hari ini aku bakal ceritain tentang kalo di sekolah lain disebut study tour tapi di sekolah aku Tur Budaya dan hopefully ga ada temen-temen yang baca. It's embrassing really

Start with April 20th 2015
Untuk beberapa alesan, angkatan aku dibagi jadi  2 shift. Shift 1 kelas XI-1 sampe XI-5 dan shift 2 XI-6-XI-9,  IPS dan  Aksel 12. Untuk alesan yang aku belum nemuin jawaban logisnya, shift 2 itu shift yang duluan pergi. Aku datang ke stasiun jam 5,  nunggu adzan maghrib dan shalat. Naik kereta lalu biasa main-main di kereta.

with nia

pet what are you doing

babangnya tidur
Okay, day 2
sarapan di kereta, not much. Aku udah mulai bosen dan pengen jalan-jalan ke gerbong lain. Udah beres dengan  urusan kereta, kita  sampe si Surabaya lalu naik bus perkelas. Busnya aksel ips kosong gitu enak ._.
Sekitar 4-5 jam di bus dengan nonton  film ga jelas dan lain-lain,  kita sampe di bromo  asli. Yup ada yang bilang Surabaya 2 kali panasnya Bandung dan itu bener. Bus kelas  aku nyampe hampir terakhir-terakhir. Meja udah pada penuh. Iya like 340 orang ada disitu-_-
Makanan pas aku dateng udah mau habis:(




Itu foto kintan maaf ya  kiin._. pas lagi di Bromo Asri

-continued
DISCLAIMER
Okay here's the deal, future me, kalo aku ga ceritain dengan lengkap berarti ga ada yang penting disitu,  kay? anyway, at the time, i am one of Documentator (?) so i have so many not so important photos i want to share with you

Okaay, setelah pengalaman makan  yang lumayan  awfull, kita naik bisa lagi beberapa jam sampai ke rumah makan lain, Grafika Banyuwangi saat Maghrib

Geng IPA 5, sorry for the blurness 

Orang-orang  lagi makan

Lanjut ke  perjalanan dari feri dimana entah kenapa aperture camera jadi gabisa dikontrol dan ngebuat banyak foto jadi jelek, tapi yap ini beberapa yang bagus

 Geng serem._.

Look what aperture's doing

Ferinya gabisa dibilang sebagai feri yang bagus karena  disitu panas dan  literally banyak goncangan. Aku cuma  ngambil beberapa foto  di  rooftop  karena hasil yang jelek. Setelah lintas laut,  kita langsung naik bisa lagi  (as always)  ke hotel yang memang sudah di  pesan.  Sekali  lagi  aku harus kecewa karena di hotel ini tidak  ada wifi. Like this is 2015 why are you still dont have a single  wifi?

Hari ke-3
Aku dan mungkin hampir semua orang telat bangun. Jadi kita gece mandi dan siap-siap. Paling kasian, gara-gara aksel ga ada anak lapangan, ga  ada yang inget buat ngebangunin mereka, jadi aku hari itu ngebantu ngebangunin mereka. Skip hal-hal ngebosenin,  32016, langsung ke Tanjung Benoa. Disana memang banyak temoat untuk ngelakuin berbagai aktivitas watersport dan mungkin kalo mau ke pulau (sesuatu  yang  mirip turtle (see im not even remember what indonesian of turtle is)).

Tapi aku sebagai orang yang takut laut, udara dan gasuka dengan hal-hal  naturalis cuma enjoy kepanasan dan foto-foto. Iya okay that was so wimpy but i did try my best to still look cool.

 Right: Hasna    Left: Syanin

With Syanin and her soide style:(

Lalu setelah 4 jam untuk bermain-main, kita makan dan katanya shalatdi Pudjamandala tapi ternyata penuh dan gajadi. Jadi kita langsung lanjut ke Pantai Pandawa dimana kita melakukan  aktivitas canoa dan futsal.  Ternyata,  1 kanoe  harus diisi  dengan 2 orang cewe  dan satu orang cowo perkelasnya dan... saudara-saudar, perkenalkan, tumbal  XI  5

Tim tumbal: Qin, Destya, Pet

sama ibeng, ga tau  lagi ngapain

Aku udah  nolak beberapa kali, soalnya aku gamau basah-_- canoe itu kecil dan bisa basah kapan aja. Kayanya diantara kita bertiga juga ga ada yang expert dengan canoe jadi kita lama banget ngedorong canoenya. Yap, celana dan kemeja aku basah. Sisi baiknya, habis ini adalah sesi ganti baju jadi baju angkatan dan aku bisa ngeganti baju  basah ini.

Beberapa menit sebelum bus pergi, aku berhasil ganti baju dan kerudung,  seenggaknya jadi ga basah lah. Lalu aku masuk bus  dan ternyata ada berita hitz kalo HP Destya hilang.  Itu udah pada riweuh sampe  ke danlap dan keamanan  tapi ternyata HP Destya dia titipn ke Lintang. Euh wkwk

Satu fakta unik adalah, bus yang disewa,  selalu dikawal polisi di depan. Mungkin itu tidak aneh karena hampir setiap acara  selalu seperti ini. Tapi aku sempat melihat  muka orang-orang di jalan-jalan bali yang mungkin kalo diartikan  ke bahasa sunda, artinya "naon sih?". Like  really, itu cuma 10 bus wisata SMA dan kemana-mana selalu dikawal polisi.

Sampai di  GWK, kita... Foto-foto lagi, kali ini  sesi official. Foto angkatan dan foto perkelas. Tapi  kayanya foto angkatannya agak fail. Aku juga sedikit mengkritisi ini bukan sebagai tur budaya tapi tur foto. Tapi sebagai orang yang bukan naturalist aku  mikir "yeah, whatever".



Nah di GWK selain foto kelas dan foto  angkatan,  aku juga  foto seksie. Nih beloved sie 7. yang more or  less bareng aku terus di lapbal selama beberapa bulan ini.

Setelah foto-foto blablabla kita wajib menonton pertunjukkan kecak. Aku sebagai seksie dokumentasi selalu punya keuntungan pas mata acara yaitu bisa jalan kemana  aja. Dan  aku memilih...
Keluar, ya maaf budaya :( you are cool  but i dont think i can be your bro
Aku sama Fia keluar dan shalat maghrib, disaat yang lain  kepanasan dan belum shalat. Pas  aku balik ternyata acara belum selesei. Seenggaknya aku berhasil mengambil beberapa foto.

uhh  aperture what are you doing

Beres  dengan tari kecak kita pun lalu menuju tujuan  terakhir yaitu sebuah rumah makan di Jimbaran Bay. Aku disini sedikit aral gara-gara you know, sesuatu yang terjadi di pandawa. Udah gitu, aku ga dapet welcome drink:(
My jatah of welcome drink :(

Sebenernya selain makan,  disana juga setiap kelas, nerbangin lampion, dan sisi introvertnya pet keluar, dimana aku malah ngejauh dari kerumunan dan duduk sendiri ngeliat dari jauh aja. Emang sih itu ditambah faktor aral gara-gara di Pandawa dan welcome drink.

Day 4
Hari ini bisa dibilang lumayan ga seru, tapi hari ini aku dapet  shoot-shoot terbaik
Jadi, hari ini,  dimulai dengan sarapan pagi  seperti biasa  di hotel.

Sampe sekitar jam 7 dan aku gatau kenapa kita selalu ngaretdari rundown awal. Objek wisata pertama hari ini, Desa Panglipuran, dimana disitu kita ngedengerin beberapa fakta dari desa ini

Look at their faces

Cute doge, not quite cute style of sit

Dilanjut dengan berkeliling desa dimana angkatan dibagi menjadi 3 rombongan yang ga tau berdasarkan apa. Aku sendiri disuruh mengikuti salah satu rombongan yang bukan kelasku. Kenapa? karena sudah ada yang  mendokum rombongan kelasku. Yasudah aku akhirnya ikut dengan rombongan XI 3, XI 4 dan Akselerasi.

Jadi here i am ikut rombongan mereka dan mengambil beberapa foto

Meilani's wondering her future while Niki's worrying her hand

Zein nyadar camera

Dibaginya rombongan ini juga, agar semua kelas bisa kebagian bermain dalam setiap pos yang disediakan oleh panitia. Nah pos terbagi menjadi 3 dimana pos pertama bermain  kekompakan, kedua pengetahuan, dan ketiga kecepatan berpikir

Si ganteng galau di pos 3


And for the best photo of the year:
liat ga ada yang senyum semuanya baeud:(

Okay, selesei dengan semua pos dan keliling, kita lalu pergi ke puncak batu kintamani dimana disitu kita makan dan shalat. Aku memang ga punya foto  orang shalat tapi aku punya beberapa foto orang makan.
 anak XI-2, Nabila, Vania, Ijul

Geng XI-3

L to R: Babang, Hasna, Dira, Pet

Setelah makan, rombongan  pergi ke pasar sukowati tapi aku ga ngapa-ngapain sebenernya disana. Aku cuma jalan-jalan keluar soalnya bosen. Nah skip yaaa
Balik ke hotel, kamar aku, kamar 429 (kalo gasalah) langsung delivery McD dan karena masih banyak free time, aku ke kamar hasna.  Kamar Hasna satu lantai dibawah kamar aku. Ternyata di kamar itu isinya cuma  3 orang. Hasna, Dira, sama Alya, tapi Alya  jarang di kamar. Aku masuk dan ngobrol-ngobrol gitu. Ternyata,  mereka juga gabut. Tapi berawal ngobrol-ngobrol berakhir gelut -gelut:( emang aku  ga akur sama Dira soalnya Dira ga pernah kalah -__- 
Alesan lain dari aku ke kamar Hasna, sebenernya aku nunggu jadwal mandi aku dan jam 6 aku  mau ke kamar Zein. Kenapa? Soalnya baju makrab Zein, yang design aku, dan  aku  sebagai orang yang ga enak kalo udah  ngecewain, aku ngedesignnya hati-hati dan ternyata jadinya RAPI BANGET OMG:(( Lebih  rapi dari yang aku buat!!!! Gara-gara itu  aku kesel terus  aku tulisin FBZ di samping bawah kanan :( Tapi ternyata aku buatnya terlalu  bawah  jadi ketutupan:(

Langsung ke  acara yang ditunggu-tunggu yaitu ...MAKRAB ANGKATAN, neon party
Kenapa ditunggu-tunggu? Soalnya penampilan video angkatan yang which mean, video yang dibuat sama salah satu ekskul aku dan aku sebagai second editor. Moment yang paling rame adalah antisipasi dan flow dari video. Dimana semua orang  nonton video  dengan disiplin dan ga ada yang keluar-keluar. Lalu moment akhir dimana semuanya tepuk tangan  #soproud

 Really? Apperture?

Dari panggung

Selesei penampilan MP3, dilanjut penampilan Band 3, dan kaya biasa, selalu keren. Setelah itu dilanjut KV. Nah jujur aja,  ekskul musik yang menurut aku paling keren tuh KV,  soalnya gatau kenapa, mereka  tuh selalu punya ciri khas  sendiri kalo lagi tampil. Tapi kayanya  kali ini lagunya "kurang KV" jadi ciri khasnya kurang keluar. Oh iya,  KV tampil dua lagu, tapi ternyata lagu kedua dibawain solo khusus oleh niki, soalnya dia aksel dan udah beberapa  kali ga ikut acara KV soalnya sibuk UN dsb. Yang buat  lucu, Niki nyanyi lagu Love Me Like You Do,  like semi cabe:( ih pengen ngakak  wkwk

Beres KV, lanjut ke MK tapi ternyata  mereka ga nampilin apa-apa jadi yaa langsuung TST. Emang siih TST  tuuh ditunggu-tunggu. Yang terakhir, DJ Thirza, DJ yang emang sekolah di sekolah aku. Tapi pas bagian terakhir  aku keluar soalnya aku suka gakuat sama  epilepsi.
Oh iya, gara gara aku dokum di deket panggung, aku pisah sama geng XI-5. Ternyata mereka mau Mcd Delivery party:((( dangara gara  aku ga tau akhirnya aku gaikut:(
Aku langsung ke kamar dan akhirnya langsung tidur aja:(

Day 5
Hari ini  hari terakhir di Bali, jadi  emang ngunjungin tempat-tempat wisata yang lumayan berair (lagi). Pertama, setelah beres sarapan, kita foto angkatan lagi di  Ballroom hotel. Sekarang, aku, Andra, sama Grace duduk di tengah-tengah depan. Which is good karena sebelumnya kita  udah coba foto di tengah tapi gagal. Setelah itu kita langsung  pergi  lagi naik  bus ke kuta. Di kuta, as always. Kita foto-foto, aku ga punya foto kita sama  MP3 btw

 With Maul

 Geng Bolupandan, X IPA 8

Geng SPeD

Beberapa detik habis foto itu diambil, tiba-tiba ombak dateng dan, Fika yang naro tab di bawah, tabnya kena dan foto-foto pun ga banyak:( Sayangnya kita harus nunggu sampe jam 11 buat balik  ke krisna.  Dan kalo gamau nunggu, harus ke Joger. Aku bukan tipe yang suka belanja. Jadi  aku pikir buat apa  aku ke Joger dan  aku putusin untuk diem di kuta aja.


lintang, 3 kali foto dengan gaya yang sama

Lanjut, setelah menunggu yang lama, kita akhirnya kembali  ke krisna buat beli oleh-oleh. What did you expect me to buy? Of course i didnt buy much :( aku gatau mau beli apa jadi aku cuma beli barang-barang yang emang dititipin aja. Ternyata,  waktu belanja juga lama, jadi aku harus nunggu bareng geng ina, rara, yoci, nanda di luar krisna. Tapi, nanda sama yoci mau ke dalem  katanya, mau nge-ac. Jadi daripada cuma duduk, aku ikut aja. Dan lumayan ngakak kita gejos pisan di dalem:(

Setelah itu, kita makan dan  menuju ke tanah lot.  Disini sih emang bagusnya temat buat  foto-foto, jadi yaa, silakan liat beberapa foto dari puluhan foto yang ada

 Nice shoot tho

 Geng RBL 72, RBL terakhir di angkatan, 
faktanya  kita belum presentasi pas foto ini diambil

ijul and her superpower

Karena sudah sore dan karena emang di rundown udah bukan jamnyakita disana, akhirnya  kita pergi dan makan di rumah makan bidadari.  Disini, gerang-gerungnya kita keluar. Gatau  emang gara-gara kita gasuka makanannya atau gimana. Kita duduk di deket Niki soalnya meja aku sendiri penuh. (BTW pas itu aku lagi pundung sama Niki gara gara pas makrab  ga diwaro) Pas itu, Resha sama Nia lewat.  Aku bilang aku gasuka makanannya dan Nia nyuruh makan. Aku ga mood jadi cuma makan sedikit terus pergi. Oh iya Ocoy disini masuk angin :( gara gara tadi siangnya yang nge-ac itu. Selesei makan,  kita balik ke bis dan tidur bis. Oh iya, gara gara ada yang misah, seat di depan aku kosong, jadi aku yang asalnya duduk sama babang jadi duduk sendiri soalnya aku mau selonjoran haha. Asalnya aku rebutan tempat duduk itu sama Destya tapi aku ga mau ngalah  jadi yaudah aku tetep duduk sendiri.

Malemnya, kita naik feri lagi, cuma ferinya ternyata dipisah. Di feri itu cuma ada 4 kelas, XI-1, XI-2, XI-4, sama XI-5. Feri ini lumayan bagus soalnya ga segoncang-goncang yang sebelumnya. Tapi di feri ini super sepi soalnya  pada tidur. Aku bosen kaan, akhirnya aku ngobrol-ngobrol sama anak ipa 1, Risma. Kita terus keluar, dan di luar kita foto-foto lagi haha. Aku ga punya  file fotonya euy padahal bagus.

Satu hal yang serem adalah,  aku ngeliat si pitch blacknya selat sunda.  Aku jujur aja takut, gimana kalo aku jatoh disini? Bener-benerpitch blacknya laut yang ga keliatan apa-apa

Day 6 hari terakhir btw

Hari ini berarti kita udah otw Surabaya lagi. Pagi  kita makan  di rumah makan Bromo Asri lagi. Sebenernya kita nyampe jam 4 pagi dan itu ngasih waktu ke aku buat mandi duluan disaat orang-orang masih pada mager. Itu juga  ngasih kesempatan ke aku buat ngecharge gadgets aku. Aku  bosen dan mulai jalan-jalan ke tiap tiap bus. 10 bus. Masih banyak yang tidur dan banyak foto bagus hahaha. Aku gaberani uploadnya. 

Terus sekitar jam 8 kita ngelanjutin perjalanan makan siang di  RM  Wulan, dan  kayanya ini moment  terakhir bareng semua rombongan karena habis ini,  jadwalnya beda-beda,

Ayla makan dengan  jomblonya

Dan dilanjut perjalanan lagi. Rombongan dibagi jadi 2  shift kaya pas pergi. Shitf aku, selalu shift 2 berarti kita punya waktu untuk nunggu yang shift satu OTW duluan. Oh iya, sebelum lupa, aku kalo bosen, suka ngeline riau. Berikut dibales dengan chat juteknya. Sama kaya sekarang pas aku  lagi surabaya tour yang sebenernya ga ngapa-ngapain cuma buang bensin:( Aku tidur selama si surabaya tour ini. Tau-tau udah sore dan kita otw ke stasiun lagi, Yes.

Di stasiun kita  masih harus nunggu. Tapi seenggaknya aku bisa beli snickers lagi soalnya persediaan snickernya udah  habis. Aku nunggu  sambil ngegosip sama anak-anak kelas bawah. Pas  udah waktunya pergi, kita baris dan ternyata, data xi-5 hilang. Aku sebagai orang yang ga bawa kartu pelajar jadi harus nunggu sendiri, akhirnya,  aku pake SIM A  aku.

Malem di kereta ekonomi berjalan  sangat ekonomi. Itu  super gandeng dan ga terlalu enak.  Orang-orang pada main kartu sampe tengah  malem. Kita juga  sebelumnya main-main sama geng ina nanda yoci rara sih tapi ga sampe jam  12 juga:( Jam 12 aku nyoba tidur dan nyari kursi kosong. Sebelah aku Destya tapi jeleknya, seat yang kita pilih itu dingin. Deket AC yang super dingin. Destya gakuat terus pergi. Aku  juga akhirnya ga kuat dan pergi ke sebelah babang. Terus, aku tidur disitu. 

Day 7

Paginya, aku bangun jam 4 dan itu masih dingin. Akhirnya aku sama Destya  pergi ke deket WC, diluar gerbong  soalnya itu temoat yang ga berac. Mungkin untuk hari-hari biasa  itu panas. Tapi pas itu kita butuh kehangatan. Haha. Yaudah aja aku juga sekalian bersih-bersih.

Habis selesei sarapan, semua orang udah mulai pada  riweuh. Kita nyanyi-nyanyi  lagu galau dan foto-foto. Kita juga main yang gejos teuing aku  juga. Meanwhile,  shift 1 udah pada nyampe Bandung dan otw rumahnya.


Yoc giapa

Dan akhirnya jam 10 kita semua sampai Bandung dan melakukan aktivitas masing-masing yeay

Okay mungkin kalian  readers mikir "Ewh you are such a wimp for not doing anything". Yeah i know im  just that kid from the corner of the class who always play with computer.  Im not naturalist really. Even my pshycology test told me that my naturalist percentage was just 40%. So, tolerate it, would you?

Oh yeah, future me. Do you realize that i always use "kita"? Yap, dont forget that this was yours too,  okay?


YEAH YOURE SO WIMP,PAST ME!:( -Desember 2015 FBZ

Minggu, 28 Juni 2015

Waktu | Shattered Stories

Satu quotes yang entah kenapa masih bisa terus menempel di  pikiranku. "Yet time can be so cruel". Quotes dari sebuah video games Playstation 2 yang mungkin seharusnya sudah dilupakan bertahun-tahun lalu. Tapi, satu  hal yang tidak bisa dibantah dari quotes  ini adalah bahwa, quotes ini  100% benar.

Waktu, sesuatu paling menakutkan yang pernah aku rasakan. Kemarin rasanya aku baru saja menginjakkan kakiku disini. Di SMA ini. Kemarin, dua tahun yang lalu. Aku masuk melalui pintu depan, berjalan sambil  melihat keadaan. "Ini tempat aku bersekolah  nanti?" Jujur saja pandangan pertamaku tentang sekolah ini sudah agak tinggi. Maksudku, "waw sekolah terbaik? apa aku cocok disini?"  Pertanyaan itu terjawab. Bersama dengan berbagai  perasaan yang aku rasakan selama aku sekolah disini. Takut, sedih, senang, marah. Aku bisa bilang sekolah ini sudah mengajarkan  semua perasaan yang aku bisa  ketahui dari manusia. Sayangnya, waktu juga pergi bersama perasaan-perasaan itu. Waktu terus berjalan, banyak hal terduga maupun tak terduga terjadi. Aku bertemu berbagai macam orang, mengenal berbagai  macam sifat, mengetahui berbagai macam ambisi. Hari-hariku penuh dengan cerita. Jujur, aku tidak bisa mengingat semua hari yang aku alami.Satu hal yang aku ingat, hampir tiap minggu ada ulangan dan banyak tugas menumpuk.  Aku ingat,  hari dimana aku dimarahi oleh  guru inggris, atau hari pembagian raport, tapi yang aku inginkan adalah mengulang semuanya.

Aku tidak  ingin  memperbaiki kesalahan yang  aku buat, tidak. Hanya, aku tau,  semakin hari aku semakin  sibuk. Bukan cuma aku, semua  orang. Aku  ingat, saat kita  duduk di bangku  bazaar sampai  sore. Berbicara tentang banyak hal. Tertawa. Tapi itu semua tidak kita dapat lagi  di semester 2, kan? Ketika kita memilih ekskul, berarti  kita memilih  jalan  kesibukan kita  masing-masing. Ditambah lagi dengan organisasi  dan lain sebagainya. Aku tidak  bisa selalu  meluangkan waktuku  untuk bersantai. Malah, terkadang aku menemukan aku  sudah pulang di rumah  malam hari dengan kondisi tubuh kecapaian.Yap, mau bagaimana lagi? Pikirku,  aku sudah memilih  jalan ini. Aku juga tidak  mungkin mundur dan membuang komitmenku.

Sekolah ini mendidikku. Mendidik semua yang  ada di dalamnya arti dari  sebuah "survival". Seiring berjalannya waktu, rasa takutku hilang, berganti dengan  banyak perasaan  lain. Aku tau, mungkin terkadang rasa tidak mau harus berganti menjadi harus mau. Rasa tidak berani menjadi harus berani,  Dan berbagai perasaan lainnya. Terkadang, aku melihat diriku yang dulu.  Apa ya,  kangen? Bukan itu. Hehe

Hidup  manusia itu dinamis, sangat sangat dinamis. Aku mengerti bahwa aku tidak bisa terus bersama teman-temanku. Bahwa suatu saat  aku  akan berpisah dengan mereka. Aku tahu aku tidak bisa melawan waktu. Dan aku tahu melawan waktu hanya akan membuatku terperangkap di dalamnya dan membuang-buang apa yang aku punya sekarang.
Screw you,  you superior ambitious freak-_-

Selasa, 23 Juni 2015

Sorry part 2

Arent this human interaction is wierd? Why do human act like this?

Im posting this because im feeling like shit:(

Sekali lagi, ENFP, bukan tipe yang jago ngeluarin isi emosinya dan aku tau kalo aku ngeluarin somehow pasti salah dan aku gatau kenapa itu terjadi.

ENFP, semakin dia stress semakin dia ngelempar orang orang disekitarnya. Whoa that just mean. Tapi aku ngerasa sering ngelakuin itu, baik secara langsung atau ga langsung. Aku pernah, waktu kelas 10 marah ke salah satu temen aku gara gara dia mau bantu aku dengan luka. Artiloe 2014. Iya emang aku jahat aku tau tapi itu bukan kemauan aku-_- dan semua makin jelek pas kelas 11 semester 2 dimana semua hal makin susah.

You know that condition when your head always contradictive? Bukan antara pikiran sama hati, itu cuma sesuatu yang kamu ga tau apa, tapi selalu ada pro kontra antara semua ide yang kamu pengen.

Selalu ada 2 pikiran yang ga setuju satu sama lain dan mereka bakal terus bertengkar sampe salah satu kalah. Dan itu yang ngebuat semuanya jadi susah dan ngebuat ENFP stress sendiri. Really ENFP ga bakal stress sama semua permasalahan fisik dan orang lain karena itu piece of cake. Like really -_- tapi when its come to myself, semua emosi yang dipendem lalala harus keluaar, iya aku emang bingung.

Intinya aku mau minta maaf sama kalian, temen temen yang kurang aku hargain
Maaf juga chairmate

Sorry

This post is my tribute to all my sensing friend.

Dan kenapa aku ga bilang realist? Soalnya ga semua intuitive idealist kaan. Jadi disini aku bakal lebih bedain sensing sama intuitive.

Mungkin beberapa diantara kaliam nyadar aku jarang cerita atau apapun ke kalian. Sebenernya itu bukan gara gara aku ga percaya sama kalian atau gimana. Aku cuma ga bisa cocok sama feedback yang kalian kasih

"Ewh youre so selfish"
NOPE! ENFP, secara natural tuh tipe yang keras kepala dan pendebat juga overthinking dan sensitive. Tapi ENFP ga pernah atau jarang ngeliatin itu, jadi ENFP keliatan kaya tipe yang selalu senang. Waw. Kecuali ya untuk ENFP yang lagi stress atau gimana. Dan gara gara sifat itu, ENFP suka kesusahan untuk ngeluarin apa yang ada di dalem mereka -walaupun mereka super super pengen-

Sensing itu literal. Dimana kalian liat yang ada. Dan apa yang aku ga bisa keluarin itu ga bisa kalian liat semuanya. Jadi aku ga pernah bisa full 100% ngeluarin apa yang harusnya emang di keluarin sebelum itu meledak. Selain itu, kalian bakal kecapean dengan masalah ENFP. Aku ga kaya kalian yang bisa let it go bro. Aku tipe overthinking yang emang semuanya harus disettle. Setiap sensing, aku bisa liat kalian mikir "kenapa kamu mikirin itu itu ga penting blablabla". Iya ok emang Aku sering mikirin hal hal ga penting yang kalian ga pernah mikirin. Aku bukan pemikir kongkret yang bisa mikirin apa yang aku harus mikirin. Aku mikirin semua hal bahkan cara kamu jalan. *im looking at you my fellow sensing friend*

Ok balik lagi
Kalo aku cerita masalah ke orang, aku butuh real feedback aku butuh orang yang lebih keras kepala dari aku yang bilang "pet, maneh harus kaya gini." Bener bener butuh orang tegas yang mau bantu aku brainstorming. Maaf kalo ini offensive.

Selasa, 09 Juni 2015

No Just Kidding

Actually, aku pengen ngomongin prinsip kelas 12 disini, jadi kamu bisa ngeevaluasi diri kamh sendiri, future me. Since si terms and conditions ga bisa dipake segampang kelas 11. Jadi, kelas 12 mau ga mau kamu harus belajar. Kamu males tau gaa-_- padahal kamu bisa dapet nilai lebih gede dari sekarang kalo kamu ga terlalu males. Jadi gini rencananya. Kamu harus ngerjain semua pr dari bimbel dan sekolah dan jadi kuncen di bimbel. Kamu ga boleh males atau malu soalnya kalo kamu ngelakuin 2 hal itu kamu semakin jauh dari coincidence plan yang udah kamu buat.

Here's the deal:
1. Kamu boleh nonton youtube atau apapun yang kamu suka sepuasnya asal semua pr kamu beres

2. Kalo kamu jenuh atau cape, inget kenapa kamu milih jalan ini, inget kalo kamu yang bisa ngesettle future kamu dan inget kalo kamu mau keluar dari sistem

3. Kamu boleh milih 24 jam khusus anti social annual activities buat main bioshock atau apapun tapi inget cuma 24 jam dalam 1 taun

4. Keep in touch with your friend. Especially adik kelas sama aksel 13!   Sebagai orang yang tau keadaan mereka kamu harus support mereka terus. Kasian mereka:( kamu juga ga boleh keasikan sama dunia sendiri

5. Jangan lupa makan! Kamu mau mati atau sukses?:(

6. Jangan takut naik motor lagi. Seriously tough ini cuma kecelakaan gara gara bad coincidence bukan kamu ga jago

7. Jangan mikirin dulu belajar yang lain. I know i know pshycology phostoshop and adobe are cool and shit but you dont need it in time

8. Keep focus (you know what i mean beside...). Ga usah mikirin UN mikirinnya SBMPTN

9. Would you kindly <-- nih some motivasi

10. OH IYA KAMU HARUS BANYAK NULIS ATAU GAMBAR ATAU APAPUN LAAH TENTANG MOTIVASI KAMUU BIAR GA LUPAA DAN GA SALAH JALAAAN

SEE YOU ON TOP, FUTURE ME

Last

This is will be my last post of grade eleven me. And as you wish future me, i will recap every moment so that you wont forget some of your memory

Mulai dari turbud aja deh yaa. 23 April sampe 7 hari ke depan. Di bali. Not much here kecuali pas makrab angkatan. Kamu pundung gara gara sesuatu haha tapi ada moment dimana kamu terharu pas orang orang tepuk tangan di akhir video angkatan. Tapi still kamu pundung sampe besok malemnya haha! Baladewa juga sering lucu kok walaupun yaa ga sekompak beberapa kelas tapi aku lumayan enjoy. Paling sedih tuh kalo udah beda kloter:(

Turbud beres dan lanjut ke minggu minggu libur dan minggu gercep ulangan dimana sehari bisa 2-3 ulangan dan itu mafiki. Angkatan atas dan aksel UN terus banyak rapat proker.

9 Mei 2015 hari itu final dewa athena sama paman gober. Wih parah cape bangeet. Apalagi pas paman gober kamu tiba tiba jadi lapangan ditambah danlap pas dewa athena. Terus ada yang sesak napas dan kecapean dan ada yang pas bagian marah marahnya (pas kamu jadi wasit dodgeball). It ended with nostalgia. Ternyata kamu masih belum bisa ngerubah sejarah ya. Juara 2 it is wkwk.

Dilanjut sama minggu TNL dimama kamu jadi fasil dan ngefasilitasiin kelompok 1. Sayangnya fasul lain jarang dateng jadi kamu harus nungguin mereka sendiri. Its funny tough berakhir dengan gosip. Disisi lain kamu ngebuat misi escort red mission lagi buat adik kelas anti konspirasi. You made difference, past me!

TNL lanjut sampe akhir mei dan disini cerita lucunya. H-2 uas kamu tabrakan dan ngebuat tulang paha kamu patah-_- itu lucu soalnya kamu harus diem berminggu minggu di kasur dan it actually bored tough. Really hell of boredoom (and here i am still in my bed) kamu belum uas sampe sekarang-_-

Kamis, 28 Mei 2015

Really

Ever thought someone can tell you the most deepest secret about you?

Dari hari itu, dari hari dimana ada pembicaraan itu, jujur aku jadi bingung sama diri aku sendiri? Idk maybe i just need your help? But somehow idk what to say? Really you need to settle thing that you brought to me. It never mean to me to fix myself. It never mean to anyone.

So, would you kindly help me once again? We dont have much time left.

Selasa, 14 April 2015

Infinite Loop

Hey masih inget Bioshock Infinite gaa? Kalo inget, kamu pasti tau yang namanya infinite loop

"Booker thought he had a choice"

Hal yang terjadi berulang-ulang yanpa henti. Infinite loop. Yaa sebenernya aku mau ngasih tau lagi, future me, tentang fenomena infinite loop ini.

Manusia itu dinamis. Mereka berubah bahkan ketika mereka tidak menyadarinya. Gaya, cara berbicara, sampai berat badan, hal-hal kecil itu berubah. Aku juga tau aku pernah ngomong kaya gini, tapi aku tau gaya bahasa. Tapi yang aku mau kasih tau sekarang,

You didnt change. You never change. At all. Coba liat pos pertama sampe sekarang. Ga ada yang berubah, semuanya masih sama. Masalah kamu dan cara kamu menyeleseikan masalah itu masih sama. Dari dulu kamu ga pernah berubah. Haha congrat you won over time. But then again, sometime you just need to let time win.

Nah aku ga mau kamu terus-teursan ada di infinite loop ini, jadi sekarang aku mau ngingetin masalah kamu dari dulu sampe sekarang apa ajaa:

PRIDE
Pride kamu fortunately and unfortunately besar banget. Kadang kadang kamu bisa lupa sama strategi kalo kamu kebawa emosi pride. 1 mei 2014 itu buktinya. Tapi kamu harus inget kalo ada yang lebih berharga daripada pride, friendship. Aku ga tau kamu percaya ini atau engga, tapi aku dan jelas-jelas kamu pernah ngalamin ini. Futsal yang nentuin, dimana ambisi kamu terlalu besar. Saat itu kamu ngelawan rival dan kamu kebawa emosi. Tapi si rival engga tuh dan malah bilang kalo dia ga suka menang kebetulan. Hm thanks

INTROVERT TIME
ya kamu tau aku tau kamu tau aku tau kamu ambivert. Tapi yang salah adalah kamu ga bisa nahan sisi introvert buat ngambil alih. Kalo timingnya bagus sih ga apa apa, tapi kalo timingnya pas lagi rapat? Ga lucu banget kaan :(

Which remind me... Minggu depan aku ke bali. Sedikit nervous soalnya itu berarti 7 hari tanpa rufio (nama laptop kamu kalo kamu lupa) dan bersama dengan 300an orang di Bali. Doain aku semoga sisi introvert aku ga muncul di waktu yang salah ._. Btw aku bakal nulis jurnal selama disitu.

YOU ALWAYS FIGHT TIME
Really just let things go

BUT THEN AGAIN YOU ALWAYS FORGET
Despite your will to fight time, you always let time make you forget your memory, the important one. You always make memory make your feeling fade away. Hmp

USE YOUR FEELING PLEASE
Make logika terlalu banyak ga baik buat mental kamu. Actually. Kadang-kadang ikutin apa kata hati kamu. Soalnya hati kamu, whats make you human...

Kamis, 09 April 2015

Why?


Fakta itu, fakta yang membongkar kelemahan terbesar milikku yang bisa dibilang  dapat menghancurkan semua sistem yang aku buat. Di sisi lain fakta itu yang membuat aku terlihat kuat di depan orang-orang, ironi bukan?

"We are used to taking care of ourselves and being the fixer so when we find  ourselves on the opposite  end of things it can be  disorienting." Bukan sombong atau apapun, tapi banyak orang yang  sering menceritakan masalahnya.  Dari yang ringan sampai yang benar-benar berat. Entah kenapa aku selalu dapat melihat bright  side dari semua hal  dan dengan perspektif yang terbuka,  aku bisa melihat banyakhal dan memberikan banyak pendapat  untuk orang-orang. Tapi,  seperti yang orang-orang sering pikirkan, itu tak berpengaruh kepada diri  sendiri.  Kadang-kadang  kita membutuhkan orang lain  untuk menyuruh  kita melakukan sesuatu.

Sialnya untukku fakta di atas sangat benar. Sekarang kita  naik kebagian yang lebiuh sulit."We need to be taken care of... but we'll  never ask you to do it". Masalahnya adalah perasaan aku yang ga tau kenapa ga bisa untuk membuka diri ke orang-orang.  Yap, Im the weirdest mix of open book and super private top secret. Bukan malu, bukan takut, tapi ada sesuatu yang mengatakan "jangan" setiap aku mencoba minta tolong. Mungkin aku salah, tapi aku ingin ada orang yang bisa ngebaca situasi aku sekarang dan mencoba menolong.

"This is  where you'll need to be the observant one, just step in and don't let  us  fight you on it  -- because we  will try to." Bagian paling sulit.  Jujur, mungkin aku  sering  merasa  banyak orang membantuku tapi  semua bantuan mereka tidak benar-benar membantuku. Saat aku mempunyai pikiran yang salah, aku tau itu salah. Tapi  terkadang, aku tetap berpacu pada pikiran itu. Mungkin sedikit debat  memang akan terjadi, bukan sedikit malah.  Tapi itu lah poin bantuan yang aku inginkan. Dimana ada orang yang mau membuang energinya dan  berpikir  untuk membantu.  It's Priceless...

Priceless,  you know it right, the day you helped me. That was priceless.  You did exactly the same like this 12th fact say  without even know it. And it more priceless because you left something behind  for just helping  me. "Take  care of us and when it's our turn  we'll be there in a second" No. Thefact is, I am always there.  I got your back.

Minggu, 05 April 2015

All Those Thing

1.

ke.be.tul.an
Nomina (kata benda) tidak dengan sengaja terjadi (bertemu, tertangkap, dan sebagainya) : kemarin, secara kebetulan kami bertemu dengan dia; penjahat yang sudah lama dicari itu tertangkap dengan cara kebetulan saja; 
(2) Adverbia tepat atau kena benar (dengan tidak sengaja): ketika kebakaran itu terjadi, kebetulan ia ada di rumahnya; tendangannya kebetulan mengenai dada musuhnya; 
(3) Nomina (kata benda) keadaan yang terjadi secara tidak terduga

Banyak orang bilang, yang namanya kebetulan tuh ga ada. Dengan bodohnya mereka mengumbar opini mereka tentang "kebetulan" dengan alasan bahwa  semua hal telah diatur  tuhan. Ya, semua hal memang telah diatur tuhan. Yang salah adalah orang-orang tidak mengerti arti dari kata "kebetulan" itu sendiri. Kebetulan menurut aku  sesuatu yang keren. Bagaimana hal-hal yang tidak kita  rencanakan terjadi, terjadi begitu saja tanpa  kehendak  kita. Hal yang tadinya biasa menjadi spesial karena bahkan  kita tidak pernah  memikirkan dan merancang agar hal itu terjadi. "Kebetulan", yap. Salah satu karunia tuhan yang jarang  kita sadari. Bagaimana hal-hal kecil yang terjadi sehari-hari tanpa diduga dapat membuat kita senang atau sedih,  bahkan, kebetulan bisa merubah hidup kita.

---

2. Never forget three types of  people in your life:
1. Who helped you
2. Who left you
3. Who put you
In difficult times

Kalo ada yang nanya siapa orang  nomer 2 ke aku, mungkin jujur aku bakal kebingunan jawab.  My past seem blury. Tapi untuk no. 3, itu gampang  banget haha.

No. 1 yang jadi masalah. Faktanya  aku ga suka kalo aku ketergantungan sama orang lain, apalagi kalo ada  orang yang udah ngebantu aku. Like really, aku takut akuga bisa  ngebales bantuan itu. Dan memang, aku ga  bisa ngelupain bantuan  kaya gitu. Simple but yet powerful, coloured by coincidence. But then again, sooner or later,  i WILL help you. I would. kindly.