Selasa, 28 Juli 2015
Pesterlog | Shattered Stories
GC: Hey
GC: You there?
GC: Guess you must be busy
GC: [Data Deleted]
GC: [Data Deleted], or [Data Deleted]
GC: Whatever it is you're doing out there
GC: I just wanted to say a few things
GC: Before i have to go fight
GC: Actually
GC: Maybe its better you arent responding, for now
GC: Maybe i can finally say some things i want to say
GC: That I might not have been able to when you were around
GC: Its been a good few years
GC: A mush better timw than i probably deserved to have, considering
GC: What I almost did
GC: Thank God I didn't
GC: Well
GC: Thank [Data Deleted], I guess
GC: He's a good kid
GC: They all are
GC: Even these new schmucks
GC: What a sweet and charming bunch of stupid losers
GC: Don't fucking dare tell anyone I said it
GC: But I love them all
GC: I don't know what is wrong with me
GC: That I can't just say stuff like that, directly to people
GC: They certainly don't appear to have that problem
GC: And you never seemed to have much trouble saying whatever was on your mind
GC: Maybe that's why...
GC: I have so much trouble with the idea of letting go of you
GC: You aren't afraid of what's inside your mind
GC: You always seem at ease with your own capacities
GC: Even if they lead you down a road of self destruction
GC: Like, yeah, we've clashed on stuff
GC: I acted like it was all about ideals
GC: And how mine were better or something
GC: But maybe
GC: I was just pissed about your attitude of certainty
GC: And angry at myself for not having it
GC: 1 thing it's something I needed in my life
GC: Even if it came from someone else3
GC: If only to keep me assured it's possible to feel that way
GC: I know you think I'm weak for needing you
GC: Not that you'd ever tell me that
GC: It's nice that you cared enough to jab me about it
GC: But I could always sense it
GC: That you knew
GC: You knew I depended more on you that you did on me
GC: And you pity me for it
GC: I mean, not like, maliciosly
GC: You probably just see me as a bit tragic
GC: You can't help it
GC: And I don't blame you
GC: I think
GC: Spending time with all those cute goobers
GC: And seeing how when they're all together, they seem to like...
GC: Complete each other?
GC: I think it made me realize this about us
GC: Or about myself
GC: I never felt whole
GC: I still don't
GC: And you made it so I didn't have to face that feeling
GC: For a while at least
GC: And now that I think I know this about myself
GC: I think I get it
GC: The feeling will probably never go away
GC: Only covered up at most, maybe
GC: We could win this fight
GC: Create another universe
GC: Succed in every way possible
GC: And I'll still feel incomplete
GC: Victory wont fix me
GC: Maybe nothing can
GC: Maybe there's too little subtance inside me to even be fixed
GC: But at least I think I understand that now
GC: And should be able fight without having something gnaw at me
GC: Something that felt unknowable, and made me constanly wonder what I was doing wrong
GC: I'm ok with living like that
GC: Not going to pretend it wouldn't be nice to...
GC: Patch myself up, somehow?
GC: Guess that ship sailed, though
GC: Back in our session, in whatever way I botched my quest
GC: Or didn't reach god tier, or...
GC: I don't even know what it was did or didn't do
GC: I guess that's the problem, isn't it?
GC: The mystery of it
GC: The things I've supposedly done
GC: Good and bad, in different realities
GC: The mistakes I made, but can't learn from
GC: Because I can't remember
GC: Or the heroic things I supposedly did
GC: Sacrifices I made
GC: To save you
GC: To sace everybody
GC: Which teel me nothing about myself, and what I'm really capable of
GC: Because I can't remember
GC: Maybe it's delusional of me
GC: To imagine that just having another set of memories is going to make me feel more complete
GC: I can't stop thinking about it though
GC: I guess it's always tempting to think there is one hidden answer to everything
GC: No matter how fantastical or inaccessible
GC: And if only you could find it, you'd finally have the perfect resolution to everything about yourself you can't stand
GC: So I just keep wondering to myself
GC: That maybe if only I could remember
GC: I wouldn't have to feel like this
GC: Uh... wow
GC: I wasn't really expecting to tell you all that
GC: I just wanted to catch you before you go off to battle, and wish you "luck"
GC: And to let you know how important you've been to me, in a way that wasn't like
GC: Clouded by our usual trash talk and mind games
GC: I guess this is what you get for ignoring me for two seconds
GC: A little too much reality from an idiot who's more messed up inside that she ever lets on
GC: Um
GC: Anyway
GC: Later, [Data Deleted]
gallowsCalibrator [GC] ceased trolling arachnidsGrip [AG]
Thanks, really, God only know what I'd be without you
2014
Selasa, 14 Juli 2015
Pengalaman dengan Research Based Learning | Shattered Stories
Kamis, 02 Juli 2015
My First Speech | Shattered Stories
Dewa Athena VII | Shattered Stories
20 - 27 April 2015 | Shattered Stories
Start with April 20th 2015
Untuk beberapa alesan, angkatan aku dibagi jadi 2 shift. Shift 1 kelas XI-1 sampe XI-5 dan shift 2 XI-6-XI-9, IPS dan Aksel 12. Untuk alesan yang aku belum nemuin jawaban logisnya, shift 2 itu shift yang duluan pergi. Aku datang ke stasiun jam 5, nunggu adzan maghrib dan shalat. Naik kereta lalu biasa main-main di kereta.
-continued
DISCLAIMER
Okay here's the deal, future me, kalo aku ga ceritain dengan lengkap berarti ga ada yang penting disitu, kay? anyway, at the time, i am one of Documentator (?) so i have so many not so important photos i want to share with you
Okaay, setelah pengalaman makan yang lumayan awfull, kita naik bisa lagi beberapa jam sampai ke rumah makan lain, Grafika Banyuwangi saat Maghrib
Minggu, 28 Juni 2015
Waktu | Shattered Stories
Waktu, sesuatu paling menakutkan yang pernah aku rasakan. Kemarin rasanya aku baru saja menginjakkan kakiku disini. Di SMA ini. Kemarin, dua tahun yang lalu. Aku masuk melalui pintu depan, berjalan sambil melihat keadaan. "Ini tempat aku bersekolah nanti?" Jujur saja pandangan pertamaku tentang sekolah ini sudah agak tinggi. Maksudku, "waw sekolah terbaik? apa aku cocok disini?" Pertanyaan itu terjawab. Bersama dengan berbagai perasaan yang aku rasakan selama aku sekolah disini. Takut, sedih, senang, marah. Aku bisa bilang sekolah ini sudah mengajarkan semua perasaan yang aku bisa ketahui dari manusia. Sayangnya, waktu juga pergi bersama perasaan-perasaan itu. Waktu terus berjalan, banyak hal terduga maupun tak terduga terjadi. Aku bertemu berbagai macam orang, mengenal berbagai macam sifat, mengetahui berbagai macam ambisi. Hari-hariku penuh dengan cerita. Jujur, aku tidak bisa mengingat semua hari yang aku alami.Satu hal yang aku ingat, hampir tiap minggu ada ulangan dan banyak tugas menumpuk. Aku ingat, hari dimana aku dimarahi oleh guru inggris, atau hari pembagian raport, tapi yang aku inginkan adalah mengulang semuanya.
Aku tidak ingin memperbaiki kesalahan yang aku buat, tidak. Hanya, aku tau, semakin hari aku semakin sibuk. Bukan cuma aku, semua orang. Aku ingat, saat kita duduk di bangku bazaar sampai sore. Berbicara tentang banyak hal. Tertawa. Tapi itu semua tidak kita dapat lagi di semester 2, kan? Ketika kita memilih ekskul, berarti kita memilih jalan kesibukan kita masing-masing. Ditambah lagi dengan organisasi dan lain sebagainya. Aku tidak bisa selalu meluangkan waktuku untuk bersantai. Malah, terkadang aku menemukan aku sudah pulang di rumah malam hari dengan kondisi tubuh kecapaian.Yap, mau bagaimana lagi? Pikirku, aku sudah memilih jalan ini. Aku juga tidak mungkin mundur dan membuang komitmenku.
Sekolah ini mendidikku. Mendidik semua yang ada di dalamnya arti dari sebuah "survival". Seiring berjalannya waktu, rasa takutku hilang, berganti dengan banyak perasaan lain. Aku tau, mungkin terkadang rasa tidak mau harus berganti menjadi harus mau. Rasa tidak berani menjadi harus berani, Dan berbagai perasaan lainnya. Terkadang, aku melihat diriku yang dulu. Apa ya, kangen? Bukan itu. Hehe
Hidup manusia itu dinamis, sangat sangat dinamis. Aku mengerti bahwa aku tidak bisa terus bersama teman-temanku. Bahwa suatu saat aku akan berpisah dengan mereka. Aku tahu aku tidak bisa melawan waktu. Dan aku tahu melawan waktu hanya akan membuatku terperangkap di dalamnya dan membuang-buang apa yang aku punya sekarang.
Selasa, 23 Juni 2015
Sorry part 2
Arent this human interaction is wierd? Why do human act like this?
Im posting this because im feeling like shit:(
Sekali lagi, ENFP, bukan tipe yang jago ngeluarin isi emosinya dan aku tau kalo aku ngeluarin somehow pasti salah dan aku gatau kenapa itu terjadi.
ENFP, semakin dia stress semakin dia ngelempar orang orang disekitarnya. Whoa that just mean. Tapi aku ngerasa sering ngelakuin itu, baik secara langsung atau ga langsung. Aku pernah, waktu kelas 10 marah ke salah satu temen aku gara gara dia mau bantu aku dengan luka. Artiloe 2014. Iya emang aku jahat aku tau tapi itu bukan kemauan aku-_- dan semua makin jelek pas kelas 11 semester 2 dimana semua hal makin susah.
You know that condition when your head always contradictive? Bukan antara pikiran sama hati, itu cuma sesuatu yang kamu ga tau apa, tapi selalu ada pro kontra antara semua ide yang kamu pengen.
Selalu ada 2 pikiran yang ga setuju satu sama lain dan mereka bakal terus bertengkar sampe salah satu kalah. Dan itu yang ngebuat semuanya jadi susah dan ngebuat ENFP stress sendiri. Really ENFP ga bakal stress sama semua permasalahan fisik dan orang lain karena itu piece of cake. Like really -_- tapi when its come to myself, semua emosi yang dipendem lalala harus keluaar, iya aku emang bingung.
Intinya aku mau minta maaf sama kalian, temen temen yang kurang aku hargain
Maaf juga chairmate
Sorry
This post is my tribute to all my sensing friend.
Dan kenapa aku ga bilang realist? Soalnya ga semua intuitive idealist kaan. Jadi disini aku bakal lebih bedain sensing sama intuitive.
Mungkin beberapa diantara kaliam nyadar aku jarang cerita atau apapun ke kalian. Sebenernya itu bukan gara gara aku ga percaya sama kalian atau gimana. Aku cuma ga bisa cocok sama feedback yang kalian kasih
"Ewh youre so selfish"
NOPE! ENFP, secara natural tuh tipe yang keras kepala dan pendebat juga overthinking dan sensitive. Tapi ENFP ga pernah atau jarang ngeliatin itu, jadi ENFP keliatan kaya tipe yang selalu senang. Waw. Kecuali ya untuk ENFP yang lagi stress atau gimana. Dan gara gara sifat itu, ENFP suka kesusahan untuk ngeluarin apa yang ada di dalem mereka -walaupun mereka super super pengen-
Sensing itu literal. Dimana kalian liat yang ada. Dan apa yang aku ga bisa keluarin itu ga bisa kalian liat semuanya. Jadi aku ga pernah bisa full 100% ngeluarin apa yang harusnya emang di keluarin sebelum itu meledak. Selain itu, kalian bakal kecapean dengan masalah ENFP. Aku ga kaya kalian yang bisa let it go bro. Aku tipe overthinking yang emang semuanya harus disettle. Setiap sensing, aku bisa liat kalian mikir "kenapa kamu mikirin itu itu ga penting blablabla". Iya ok emang Aku sering mikirin hal hal ga penting yang kalian ga pernah mikirin. Aku bukan pemikir kongkret yang bisa mikirin apa yang aku harus mikirin. Aku mikirin semua hal bahkan cara kamu jalan. *im looking at you my fellow sensing friend*
Ok balik lagi
Kalo aku cerita masalah ke orang, aku butuh real feedback aku butuh orang yang lebih keras kepala dari aku yang bilang "pet, maneh harus kaya gini." Bener bener butuh orang tegas yang mau bantu aku brainstorming. Maaf kalo ini offensive.
Selasa, 09 Juni 2015
No Just Kidding
Actually, aku pengen ngomongin prinsip kelas 12 disini, jadi kamu bisa ngeevaluasi diri kamh sendiri, future me. Since si terms and conditions ga bisa dipake segampang kelas 11. Jadi, kelas 12 mau ga mau kamu harus belajar. Kamu males tau gaa-_- padahal kamu bisa dapet nilai lebih gede dari sekarang kalo kamu ga terlalu males. Jadi gini rencananya. Kamu harus ngerjain semua pr dari bimbel dan sekolah dan jadi kuncen di bimbel. Kamu ga boleh males atau malu soalnya kalo kamu ngelakuin 2 hal itu kamu semakin jauh dari coincidence plan yang udah kamu buat.
Here's the deal:
1. Kamu boleh nonton youtube atau apapun yang kamu suka sepuasnya asal semua pr kamu beres
2. Kalo kamu jenuh atau cape, inget kenapa kamu milih jalan ini, inget kalo kamu yang bisa ngesettle future kamu dan inget kalo kamu mau keluar dari sistem
3. Kamu boleh milih 24 jam khusus anti social annual activities buat main bioshock atau apapun tapi inget cuma 24 jam dalam 1 taun
4. Keep in touch with your friend. Especially adik kelas sama aksel 13! Sebagai orang yang tau keadaan mereka kamu harus support mereka terus. Kasian mereka:( kamu juga ga boleh keasikan sama dunia sendiri
5. Jangan lupa makan! Kamu mau mati atau sukses?:(
6. Jangan takut naik motor lagi. Seriously tough ini cuma kecelakaan gara gara bad coincidence bukan kamu ga jago
7. Jangan mikirin dulu belajar yang lain. I know i know pshycology phostoshop and adobe are cool and shit but you dont need it in time
8. Keep focus (you know what i mean beside...). Ga usah mikirin UN mikirinnya SBMPTN
9. Would you kindly <-- nih some motivasi
10. OH IYA KAMU HARUS BANYAK NULIS ATAU GAMBAR ATAU APAPUN LAAH TENTANG MOTIVASI KAMUU BIAR GA LUPAA DAN GA SALAH JALAAAN
SEE YOU ON TOP, FUTURE ME
Last
This is will be my last post of grade eleven me. And as you wish future me, i will recap every moment so that you wont forget some of your memory
Mulai dari turbud aja deh yaa. 23 April sampe 7 hari ke depan. Di bali. Not much here kecuali pas makrab angkatan. Kamu pundung gara gara sesuatu haha tapi ada moment dimana kamu terharu pas orang orang tepuk tangan di akhir video angkatan. Tapi still kamu pundung sampe besok malemnya haha! Baladewa juga sering lucu kok walaupun yaa ga sekompak beberapa kelas tapi aku lumayan enjoy. Paling sedih tuh kalo udah beda kloter:(
Turbud beres dan lanjut ke minggu minggu libur dan minggu gercep ulangan dimana sehari bisa 2-3 ulangan dan itu mafiki. Angkatan atas dan aksel UN terus banyak rapat proker.
9 Mei 2015 hari itu final dewa athena sama paman gober. Wih parah cape bangeet. Apalagi pas paman gober kamu tiba tiba jadi lapangan ditambah danlap pas dewa athena. Terus ada yang sesak napas dan kecapean dan ada yang pas bagian marah marahnya (pas kamu jadi wasit dodgeball). It ended with nostalgia. Ternyata kamu masih belum bisa ngerubah sejarah ya. Juara 2 it is wkwk.
Dilanjut sama minggu TNL dimama kamu jadi fasil dan ngefasilitasiin kelompok 1. Sayangnya fasul lain jarang dateng jadi kamu harus nungguin mereka sendiri. Its funny tough berakhir dengan gosip. Disisi lain kamu ngebuat misi escort red mission lagi buat adik kelas anti konspirasi. You made difference, past me!
TNL lanjut sampe akhir mei dan disini cerita lucunya. H-2 uas kamu tabrakan dan ngebuat tulang paha kamu patah-_- itu lucu soalnya kamu harus diem berminggu minggu di kasur dan it actually bored tough. Really hell of boredoom (and here i am still in my bed) kamu belum uas sampe sekarang-_-
Kamis, 28 Mei 2015
Really
Ever thought someone can tell you the most deepest secret about you?
Dari hari itu, dari hari dimana ada pembicaraan itu, jujur aku jadi bingung sama diri aku sendiri? Idk maybe i just need your help? But somehow idk what to say? Really you need to settle thing that you brought to me. It never mean to me to fix myself. It never mean to anyone.
So, would you kindly help me once again? We dont have much time left.
Selasa, 14 April 2015
Infinite Loop
Hey masih inget Bioshock Infinite gaa? Kalo inget, kamu pasti tau yang namanya infinite loop
"Booker thought he had a choice"
Hal yang terjadi berulang-ulang yanpa henti. Infinite loop. Yaa sebenernya aku mau ngasih tau lagi, future me, tentang fenomena infinite loop ini.
Manusia itu dinamis. Mereka berubah bahkan ketika mereka tidak menyadarinya. Gaya, cara berbicara, sampai berat badan, hal-hal kecil itu berubah. Aku juga tau aku pernah ngomong kaya gini, tapi aku tau gaya bahasa. Tapi yang aku mau kasih tau sekarang,
You didnt change. You never change. At all. Coba liat pos pertama sampe sekarang. Ga ada yang berubah, semuanya masih sama. Masalah kamu dan cara kamu menyeleseikan masalah itu masih sama. Dari dulu kamu ga pernah berubah. Haha congrat you won over time. But then again, sometime you just need to let time win.
Nah aku ga mau kamu terus-teursan ada di infinite loop ini, jadi sekarang aku mau ngingetin masalah kamu dari dulu sampe sekarang apa ajaa:
PRIDE
Pride kamu fortunately and unfortunately besar banget. Kadang kadang kamu bisa lupa sama strategi kalo kamu kebawa emosi pride. 1 mei 2014 itu buktinya. Tapi kamu harus inget kalo ada yang lebih berharga daripada pride, friendship. Aku ga tau kamu percaya ini atau engga, tapi aku dan jelas-jelas kamu pernah ngalamin ini. Futsal yang nentuin, dimana ambisi kamu terlalu besar. Saat itu kamu ngelawan rival dan kamu kebawa emosi. Tapi si rival engga tuh dan malah bilang kalo dia ga suka menang kebetulan. Hm thanks
INTROVERT TIME
ya kamu tau aku tau kamu tau aku tau kamu ambivert. Tapi yang salah adalah kamu ga bisa nahan sisi introvert buat ngambil alih. Kalo timingnya bagus sih ga apa apa, tapi kalo timingnya pas lagi rapat? Ga lucu banget kaan :(
Which remind me... Minggu depan aku ke bali. Sedikit nervous soalnya itu berarti 7 hari tanpa rufio (nama laptop kamu kalo kamu lupa) dan bersama dengan 300an orang di Bali. Doain aku semoga sisi introvert aku ga muncul di waktu yang salah ._. Btw aku bakal nulis jurnal selama disitu.
YOU ALWAYS FIGHT TIME
Really just let things go
BUT THEN AGAIN YOU ALWAYS FORGET
Despite your will to fight time, you always let time make you forget your memory, the important one. You always make memory make your feeling fade away. Hmp
USE YOUR FEELING PLEASE
Make logika terlalu banyak ga baik buat mental kamu. Actually. Kadang-kadang ikutin apa kata hati kamu. Soalnya hati kamu, whats make you human...
Kamis, 09 April 2015
Why?
Fakta itu, fakta yang membongkar kelemahan terbesar milikku yang bisa dibilang dapat menghancurkan semua sistem yang aku buat. Di sisi lain fakta itu yang membuat aku terlihat kuat di depan orang-orang, ironi bukan?
"We are used to taking care of ourselves and being the fixer so when we find ourselves on the opposite end of things it can be disorienting." Bukan sombong atau apapun, tapi banyak orang yang sering menceritakan masalahnya. Dari yang ringan sampai yang benar-benar berat. Entah kenapa aku selalu dapat melihat bright side dari semua hal dan dengan perspektif yang terbuka, aku bisa melihat banyakhal dan memberikan banyak pendapat untuk orang-orang. Tapi, seperti yang orang-orang sering pikirkan, itu tak berpengaruh kepada diri sendiri. Kadang-kadang kita membutuhkan orang lain untuk menyuruh kita melakukan sesuatu.
Sialnya untukku fakta di atas sangat benar. Sekarang kita naik kebagian yang lebiuh sulit."We need to be taken care of... but we'll never ask you to do it". Masalahnya adalah perasaan aku yang ga tau kenapa ga bisa untuk membuka diri ke orang-orang. Yap, Im the weirdest mix of open book and super private top secret. Bukan malu, bukan takut, tapi ada sesuatu yang mengatakan "jangan" setiap aku mencoba minta tolong. Mungkin aku salah, tapi aku ingin ada orang yang bisa ngebaca situasi aku sekarang dan mencoba menolong.
"This is where you'll need to be the observant one, just step in and don't let us fight you on it -- because we will try to." Bagian paling sulit. Jujur, mungkin aku sering merasa banyak orang membantuku tapi semua bantuan mereka tidak benar-benar membantuku. Saat aku mempunyai pikiran yang salah, aku tau itu salah. Tapi terkadang, aku tetap berpacu pada pikiran itu. Mungkin sedikit debat memang akan terjadi, bukan sedikit malah. Tapi itu lah poin bantuan yang aku inginkan. Dimana ada orang yang mau membuang energinya dan berpikir untuk membantu. It's Priceless...
Priceless, you know it right, the day you helped me. That was priceless. You did exactly the same like this 12th fact say without even know it. And it more priceless because you left something behind for just helping me. "Take care of us and when it's our turn we'll be there in a second" No. Thefact is, I am always there. I got your back.
Minggu, 05 April 2015
All Those Thing
ke.be.tul.an
Nomina (kata benda) tidak dengan sengaja terjadi (bertemu, tertangkap, dan sebagainya) : kemarin, secara kebetulan kami bertemu dengan dia; penjahat yang sudah lama dicari itu tertangkap dengan cara kebetulan saja;
(2) Adverbia tepat atau kena benar (dengan tidak sengaja): ketika kebakaran itu terjadi, kebetulan ia ada di rumahnya; tendangannya kebetulan mengenai dada musuhnya;
(3) Nomina (kata benda) keadaan yang terjadi secara tidak terduga
Banyak orang bilang, yang namanya kebetulan tuh ga ada. Dengan bodohnya mereka mengumbar opini mereka tentang "kebetulan" dengan alasan bahwa semua hal telah diatur tuhan. Ya, semua hal memang telah diatur tuhan. Yang salah adalah orang-orang tidak mengerti arti dari kata "kebetulan" itu sendiri. Kebetulan menurut aku sesuatu yang keren. Bagaimana hal-hal yang tidak kita rencanakan terjadi, terjadi begitu saja tanpa kehendak kita. Hal yang tadinya biasa menjadi spesial karena bahkan kita tidak pernah memikirkan dan merancang agar hal itu terjadi. "Kebetulan", yap. Salah satu karunia tuhan yang jarang kita sadari. Bagaimana hal-hal kecil yang terjadi sehari-hari tanpa diduga dapat membuat kita senang atau sedih, bahkan, kebetulan bisa merubah hidup kita.












