Pages

Tampilkan postingan dengan label Kelas 2 SMP. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kelas 2 SMP. Tampilkan semua postingan

Minggu, 19 Mei 2013

Perang melawan belanda | Shattered Stories


Palagan ambarawa
Waktu : 21 november 12-15 Desember 1945
Latar Belakang: Penyebab terjadinya Palagan Ambarawa :
- Gugurnya Komandan Resimen Banyumas Letnan Kolonel Isdiman. Setelah gugurnya Letkol Isdiman,Panglima Devisi Banyumas Kolonel Sudirman terjun langsung ke medan pertempuran Ambarawa. Pada tanggal 12 Desembar 1945, TKR dan laskar-laskar perjuangan menyerang Ambarawa dari berbagai arah secara serentak. Akhirnya tanggal 15 Desembar 1945 tentara sekutu mengundurkan diri menuju ke Semarang. Peristiwa kemenangan dalam pertempuran tanggal 12-15 Desember itu disebut Palagan Ambarawa.
Tempat : ambarawa
Pertempuran di Ambarawa
Pada tanggal 11 Desember 1945, Kol. Soedirman mengadakan rapat dengan para Komandan Sektor TKR dan Laskar. Pada tanggal 12 Desember 1945 jam 04.30 pagi, serangan mulai dilancarkan. Pembukaan serangan dimulai dari tembakan mitraliur terlebih dahulu, kemudian disusul oleh penembak-penembak karaben. Pertempuran berkobar di Ambarawa. Satu setengah jam kemudian, jalan raya Semarang-Ambarawa dikuasai oleh kesatuan-kesatuan TKR. Pertempuran Ambarawa berlangsung sengit. Kol. Soedirman langsung memimpin pasukannya yang menggunakan taktik gelar supit urang, atau pengepungan rangkap dari kedua sisi sehingga musuh benar-benar terkurung. Suplai dan komunikasi dengan pasukan induknya diputus sama sekali. Setelah bertempur selama 4 hari, pada tanggal 15 Desember 1945 pertempuran berakhir dan Indonesia berhasil merebut Ambarawa dan Sekutu dibuat mundur ke Semarang.

Bekasi Karawang
Waktu 9 Desember 1947
Tempat : antara karawang dan bekasi
Kronologi
Ketika tentara Belanda menyerbu Bekasi, ribuan rakyat mengungsi ke arah Karawang. Pertempuran kemudian berkobar di daerah antara Karawang
alannya peristiwa
Di Jawa Barat, sebelum Perjanjian Renville ditandatangani, tentara Belanda dari Divisi 1 yang juga dikenal sebagai Divisi 7 Desember melancarkan pembersihan unit pasukan TNI dan laskar-laskar Indonesia yang masih mengadakan perlawanan terhadap Belanda.

Pada 9 Desember 1947, tentara Belanda mengepung Dusun Rawagede dan menggeledah setiap rumah. Namun mereka tidak menemukan sepucuk senjata pun. Mereka kemudian memaksa seluruh penduduk keluar rumah masing-masing dan mengumpulkan di tempat yang lapang. Penduduk laki-laki diperintahkan untuk berdiri berjejer, kemudian mereka ditanya tentang keberadaan para pejuang Republik. Namun tidak satu pun rakyat yang mengatakan tempat persembunyian para pejuang tersebut.
Pemimpin tentara Belanda kemudian memerintahkan untuk menembak mati semua penduduk laki-laki, termasuk para remaja belasan tahun. Beberapa orang berhasil melarikan diri ke hutan, walaupun terluka kena tembakan.
Hujan yang mengguyur mengakibatkan genangan darah membasahi desa tersebut. Yang tersisa hanya wanita dan anak-anak. Keesokan harinya, setelah tentara Belanda meninggalkan desa tersebut, para wanita menguburkan mayat-mayat dengan peralatan seadanya. Seorang ibu menguburkan suami dan dua orang putranya yang berusia 12 dan 15 tahun. Mereka tidak dapat menggali lubang terlalu dalam, hanya sekitar 50 cm saja. Untuk pemakaman secara Islam, yaitu jenazah ditutup dengan potongan kayu, mereka terpaksa menggunakan daun pintu, dan kemudian diurug tanah seadanya, sehingga bau mayat masih tercium selama berhari-hari.

Penyebab : Terbunuhnya tentara sekutu, balas dendam inggris menyusul jatuhnya jatuhnya pesawat Dakota yang mengangkut 25 personel pasukan Sekutu dari Jakarta ke Semarang, Jawa Tengah
Kronologi : gempuran Inggris telah memaksa mundur tentara dan laskar rakyat hingga ke Karawang. "Pasukan Inggris dengan kekuatan pesawat tempur dan tank-tanknya terus melebarkan sayapnya hingga perbatasan Bekasi," kata Alwi saat ditemui SCTV belum lama ini.
Pasukan indonesia diminta membawa tawanan ke tangsi militer di Bekasi. Inggris mengeluarkan maklumat agar tawanan perang tidak dibunuh. "Jika maklumat ini tidak diindahkan maka Bekasi akan dibumihanguskan,"
Namun tentara Inggris ini malah terbunuh. Begitu mengetahui tentaranya yang ditawan meregang nyawa, Inggis menjadi kalap dan menyerbu Bekasi. Mulanya mereka menyerang melalui jalur Cakung, namun gagal. Tentara Inggris kemudian menerobos melalui Pondok Gede dengan melanggar garis demarkasi. Tank-tank mereka merangsek hingga ke Bekasi. Korban jiwa pun tak terhindarkan dalam pertempuran ini. Tugu di Alun-Alun Kota Bekasi menjadi saksi bisu pertempuran antara Sekutu dan pasukan republik


MERAH PUTIH DI MANADO
 waktu = 14 Februari 1946
Penyebab: Pertikaian  yang dipicu oleh masalah pembagian wilayah dan kecemburuan sosial.
Kronologi:
14 Februari 1946, jam 01.00. Sejumlah tentara KNIL yang setia kepada Republik Indonesia di tangsi militer Teling Manado bangun dari tidur, bergerak menuju lokasi sasaran di dalam tangsi dengan formasi huruf "L". Mereka melucuti senjata semua pimpinan militer Belanda di tangsi itu dan memasukkannya ke sel sebagai tahanan.
Peristiwa itu berlanjut dengan pengibaran sang saka Merah Putih di tangsi yang terkenal angker karena pasukan yang menempati kompleks milter itu dikenal sebagai pasukan pemberani andalan Belanda. Para pejuang itu merobek warna biru bendera Kerajaan Belanda, menyisakan dwi warna Merah Putih dan mengibarkannya di tangsi itu.
Kapten Blom, pemimpin Garnisun Manado ditangkap sekitar pukul 03.00, setelah lebih dulu menahan Letnan Verwaayen, pimpinan tangsi militer Teling. Siangnya, pasukan pejuang republik menangkap Komandan KNIL Sulawesi Utara Letkol de Vries dan Residen Coomans de Ruyter beserta seluruh anggota NICA. Sehari kemudian, para pejuang menaklukkan kamp tahanan Jepang yang berkekuatan 8.000 serdadu.

MERAH PUTIH DI BIAK

Penyebab: belanda tidak mengizinkan berkibarnya bendera merah putih
Waktu: 14 maret 1948
Kronologi :
Peristiwa Merah Putih di Biak

Berita Proklamasi kemerdekaan Indonesia sekalipun terlamabt samapi juga di Papua. Rakyat Papua yang ada diberbagai kota, seperti Jayapura, Sorong, serui dan Biak memberikan sambutan yang hangat dan mendukung Proklamsi Kemerdekaan Indonesia. Para pemuda di berbagai kota mengadakan rapat umum mendunkung kemerdekaan. Sekutu bersama NICA berusaha melarang kegaiatn politik dan pengibaran bendera Merah Putih, namun para pemuda Papua tidak menhiraukan. Dalam upaya mempertahankan kemerdekaan Indonesia, pada tanggal 14 Maret 1948 terjadi peristiwa Merah Putih di Biak. Peristiwa ini diawali dengan adanya penyerangan tangsi militer Belanda di Soroako dan Biak. Selanjutnya, para pemuda Biak yang dipimpin oleh Joseph berusaha mengibarkan bendera merah putih di seluruh Biak. Usaha ini mendapat perlawanandari Belanda sehingga mengalami kegagalan. Beberapa pemimpin perlawanann berhasil ditangkap dan dijatuhi hukuman mati.
Bandung Lautan Api
Kronologi:
Pasukan sekutu atas izin pemerintah RI pada tanggal 12 Oktober 1945 memasuki Bandung dengan naik kereta api. Pemerintah RI mengizinkan pasukan Sekutu masuk Bandung bertujuan mengurus para tawanan perang II (Jepang). Pada tanggal 23 November 1945 pemimpin Sekutu di Bandung mengultimatum agar Bandung Utara segera dikosongkan dari pemuda bersenjata. Namun, para pemuda menolak menyerahkan senjata sehingga terjadi pertempuran yang sengit didalam kota. Pertempuran pertama terjadi pada tanggal 1 Desember 1945. Oleh karena pemerintah RI Jakarta para pemuda Bandung diminta menghentikan pertempuran dan harus mengosongkan kota Bandung. Dengan berat hati, para pemuda Bandung meninggalkan kota. Agar bangunan-bangunann peting di kota Bandung tidak dapat digunakan Sekutu sambil mundur mereka membakarnya. Peristiwa ini terjadi pada tanggal 23 Maret 1946. seluruh wilayah kota Bandung diamuk oleh kobaran api. Peristiwa ini terkenal dengan peristiwa Bandung Lautan Api.
Para tokoh yang telibat dalam pertempuran Bandung, antara lain Muhammad Toha dari Bandung Selatan (gugur), Kol. A.H Nasution, dan Kolonel Hidayat. Sebagai penggerak semangat juang, maka lahirlah lagu ''Halo-halo Bandung'' ciptaan Ismail Marzuki. Lagu perjuangan ini melukiskan tekad rakyat yang tidak mungkin padam untuk merebut kembali kota Bandung.


Waktu: 23 Maret 1946

Penyebab:
Pada tanggal 23 November 1945 pemimpin Sekutu di Bandung mengultimatum agar Bandung Utara segera dikosongkan dari pemuda bersenjata. Namun, para pemuda menolak menyerahkan senjata sehingga terjadi pertempuran yang sengit didalam kota.

MARGARANA
Waktu: 18 November 1946
Kronologi:
Pada 2 dan 3 Maret 1946, Belanda mendaratkan sekitar
2000-an tentara disertai tokoh-tokoh yang bersedia bekerja
sama dengan Belanda di Bali. Saat itu, Belanda sedang giatgiatnya
mengusaha kan berdirinya sebuah negara boneka
yang diberi nama Negara Indonesia Timur. Belanda
kemudian membujuk Letkol I Gusti Ngurah Rai untuk
bergabung. Namun, bujukan tersebut ditolak.
Pada 18 November 1946, I Gusti Ngurah Rai menyerang
kedudukan Belanda di daerah Tabanan. Satu
detasemen polisi lengkap dengan senjatanya berhasil
dilumpuhkan.
Untuk menghadapi pasukan Ngurah Rai, Belanda
mengerah kan seluruh pasukan yang berada di Bali dan
Lombok. Ngurah Rai dapat dikalahkan dalam pertempuran
puputan di Margarana, sebelah utara Tabanan. I Gusti
Ngurah Rai beserta seluruh pasukannya gugur.

Penyebab: terbentuknya indonesia timur


Beberapa sumber dirubah sesuai kebutuhan

PERUBAHAN GAYA BERBAHASA DI MASYARAKAT makalah IPS kelas 3 (Perubahan Sosial) | Shattered Stories



KATA PENGANTAR
Puji serta syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat dan karunia-Nya kepada kami sehingga kami dapat menyelsaikan makalah ini, yang Alhamdulillah telah selesai tepat pada waktunya.
Makalah ini membahas perubahan sosial yang berkaitan dengan cara berbahasa masyarakat saat ini, yang sayangnya telah memberikan banyak dampak negatif bagi masyarakat sendiri, terutama anak-anak dan remaja.
Kami menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari sempurna, oleh karena itu kritik dan saran dari semua pihak yang bersifat membangun selalu kami harapkan demi kesempurnaan makalah ini.
Akhir kata, kami sampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah berperan serta dalam penyusunan makalah ini dari awal sampai akhir. Semoga Allah SWT senantiasa meridhai segala usaha kita. Amin.

Bandung, 8 November 2012
   Penyusun








BAB I
PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang
Bahasa merupakan hal yang tak dapat lepas dari manusia karena bahasa merupakan media komunikasi setiap makhluk hidup. Di dunia ini terdapat banyak bahasa yang sangat beragam berdasarkan daerah masing-masing.
            Indonesia adalah Negara yang besar. Negara yang terdiri dari ribuan pulau, suku bangsa, budaya, dan bahasa yang berbeda-beda. Karena keberagaman bahasa tersebut, maka lahirlah bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan.
            Seiring berjalannya waktu, gaya bahasa yang digunakan masyarakat Indonesia telah mengalami banyak perubahan. Bahkan sekarang di masyarakat telah tersebar bahasa baru yang bermacam-macam, diantaranya adalah bahasa alay, bahasa gaul, dan bahasa-bahasa lainnya. Bahasa-bahasa tersebut sekarang sudah menjadi bahasa yang dipergunakan sehari-hari oleh masyarakat, khususnya anak-anak dan remaja.
            Bahasa-bahasa baru ini terbentuk—biasanya, dari singkatan-singkatan dari beberapa kata yang dijadikan satu kata untuk mempermudah seseorang dalam berbahasa. Bahasa baru ini juga terbentuk dari perubahan-perubahan huruf yang terdapat dalam sebuah kata.
            Kejadian ini tentu dilatarbelakangi oleh kemajuan teknologi yang sudah sangat pesat. Masyarakat sekarang diharuskan untuk menyingkat kata-kata yang akan digunakan dalam pesan singkat ataupun jejaring sosial. Namun karena hal ini lah kebiasaan menyingkat-nyingkat bahasa dan istilah-istilah baru sudah melekat pada diri masyarakat.
            Memang tidak salah jika semua orang ingin mempermudah dalam berbahasa. Bahkan ini merupakan suatu perubahan yang positif, karena masyarakat dapat dengan mudah berbahasa. Tapi tentu dibalik sisi positif, masih ada dampak negatif.
            Lihatlah beberapa istilah baru yang sedang popular di masyarakat. Ada beberapa kata yang bertujuan untuk menjelekkan dan/atau merendahkan seseorang. Dan tak asing lagi jika kita mendengar anak-anak kecil setingkatan taman kanak-kanak atau sekolah dasar menggunakan kata-kata tersebut dengan seenaknya kepada temannya, kakak kelasnya, tetangganya, adiknya, atau bahkan guru dan orangtuanya. Hal tersebut tidak mustahil untuk terjadi, karena memang itulah yang sudah terjadi.

B.     Rumusan Masalah
»        Mengapa anak-anak dapat menjadi seperti itu?
»        Apakah orang tua mereka, ataupun orang yang lebih tua dari mereka tidak mengingatkan atau bahkan melarang mereka untuk tidak mengatakan istilah-istilah yang kurang sopan kepada yang lebih tua?
»        Bagaimana semua istilah dan bahasa baru itu dapat dengan mudahnya menyebar dan melekat pada diri masyarakat?
»        Adakah pengaruhnya terhadap masa depan bangsa?

C.    Tujuan Pembahasan Masalah
Tujuan dari pembahasan dari permasalahan ini adalah untuk mengetahui dan mengupas lebih lanjut mengapa dan bagaimana perubahan kebiasaan berbahasa di masyarakat dapat terjadi, bagaimana dampaknya, dan hal apa saja yang dapat dilakukan untuk meminimalisir dampak negatif  dari perubahan gaya berbahasa masyarakat.







D.    Manfaat Pembahasan
Manfaat yang dapat diambil dari pembahasan adalah kita dapat menyadari dan menyaring  hal kecil apa saja yang patut dan tidak patut untuk digunakan dalam berbahasa sehari-hari, serta tahu dimana dan kepada siapa kita dapat bicara dengan bahasa yang sudah menjadi modern dan bahasa seperti apa yang boleh digunakan.

















BAB II
PEMBAHASAN
A.    Prosedur Pembahasan
1.      Objek Pembahasan
Gaya berbahasa yang digunakan masyarakat dalam kehidupan sehari-hari. Objek utama dari permasalahan ini adalah pelajar.  Pelajar, dalam kehidupan sehari-harinya, sering menggunakan bahasa yang disebut “alay”, “gaul” dan lain-lain, bahasa tersebut  semakin sering digunakan, dan tanpa disadari, bahasa-bahasa tersebut adalah bahasa-bahasa yang kurang santun bahkan seharusnya tidak diucapkan karena berkesan mengejek.
Berdasarkan hasil observasi, kami menemukan bahwa 100 % pelajar menggunakan bahasa gaul. Tentunya, walau menggunakan bahasa gaul, masih ada diantara mereka yang menggunakan bahasa yang sopan.

2.      Instrumen Pembahasan
Perubahan sosial, adalah hal yang tak bisa lagi dihindari. Sesuai dengan perkembangan zaman, kebutuhan dan cara hidup manusia semakin mengingkat. Sebelum membahas permasalahan tentang “perubahan gaya berbahasa pada masyarakat” ada baiknya kita mengetahui dasar dari permasalahan ini, yaitu perubahan sosial.
Pengertian perubahan sosial masih belum dapat dipersatukan. Para ahli masih memiliki perbedaan pendapat tentang definisi dari permasalahan ini. Oleh karena itu, kami akan menyajikan definisi perubahan sosial dari beberapa ahli.


1.      William F.Ogburn mengemukakan bahwa “ruang lingkup perubahan-perubahan sosial meliputi unsur-unsur kebudayaan baik yang material maupun yang immaterial, yang ditekankan adalah pengaruh besar unsur-unsur kebudayaan material terhadap unsur-unsur immaterial”.
2.      Kingsley Davis mengartikan “perubahan sosial sebagai perubahan-perubahan yang terjadi dalam struktur dan fungsi masyarakat”.
3.      MacIver mengatakan “perubahan-perubahan sosial merupakan sebagai perubahanperubahan dalam hubungan sosial (social relationships) atau sebagai perubahan terhadap keseimbangan (equilibrium) hubungan sosial”.
4.      JL.Gillin dan JP.Gillin mengatakan “perubahan-perubahan sosial sebagai suatu variasi dari cara-cara hidup yang telah diterima, baik karena perubahan-perubahan kondisi geografis, kebudayaan material, komposisi penduduk, idiologi maupun karena adanya difusi ataupun penemuan-penemuan baru dalam masyarakat”.
5.      Samuel Koenig mengatakan bahwa “perubahan sosial menunjukkan pada modifikasimodifikasi yang terjadi dalam pola-pola kehidupan manusia”.f. Definisi lain adalah dari Selo Soemardjan. Rumusannya adalah “segala perubahanperubahan pada lembaga-lembaga kemasyarakatan di dalam suatu masyarakat, yang mempengaruhi sistem sosialnya, termasuk di dalamnya nilai-nilai, sikap dan pola perilaku di antara kelompok-kelompok dalam masyarakat”.



Setelah mempelajari definisi dari perubahan sosial, diketahui bahwa perubahan sosial adalah perubahan yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari. Kadang, perubahan ini terus terjadi tanpa kita sadari. Karena itu, untuk memperdalam pengetahuan tentang perubahan sosial, berikut teori-teori tentang perubahan sosial.
1.      Teori Evolusi
Perspektif ini pada dasarnya berpijak pada perubahan yang memerlukan waktu yang cukup lama atau proses yang cukup panjang. Dalam proses tersebut terdapat beberapa tahapan yang harus dilalui untuk mencapai perubahan yang diinginkan. Dari perspektif ini akhirnya melahirkan bermacam-macam teori tentang evolusi. Teori tersebut adalah unilinear theories of evolution, universal theories of evolution, dan multilined theories of evolution.
        i.            Unilinear Theories of Evolution
Teori ini berpendapat bahwa manusia dan masyarakat, termasuk kebudayaannya akan mengalami perkembangan sesuai dengan tahapan-tahapan tertentu dari bentuk yang sederhana ke bentuk yang kompleks, dan akhirnya sempurna. Pelopor teori ini di antaranya adalah Auguste Comte dan Herbert Spencer.
      ii.            Universal Theories of Evolution
Teori ini menyatakan bahwa perkembangan masyarakat tidak perlu melalui tahap-tahap tertentu yang tetap. Menurut Herbert Spencer, prinsip teori ini adalah bahwa masyarakat merupakan hasil perkembangan dari kelompok homogen menjadi kelompok yang heterogen.





    iii.            Multilined Theories of Evolution
Teori ini lebih menekankan pada penelitian terhadap tahap-tahap perkembangan tertentu dalam evolusi masyarakat. Misalnya melakukan penelitian tentang perubahan pola hidup dari masyarakat tradisional yang memiliki pola pikir religio-magic ke masyarakat industri yang memiliki pola pikir realistis-praktis.

2.      Teori Konflik
Perspektif ini menjelaskan bahwa pertentangan atau konflik bermula dari pertikaian kelas antara kelompok yang menguasai modal atau pemerintahan dengan kelompok yang tertindas secara materiil, sehingga akan mengarah pada perubahan sosial. Sumber yang paling penting dalam perubahan sosial menurut perspektif ini adalah konflik kelas sosial di dalam masyarakat. Perspektif ini memiliki prinsip bahwa konflik sosial dan perubahan sosial merupakan dua hal yang selalu melekat pada struktur masyarakat. Perspektif ini menilai bahwa sesuatu yang konstan atau tetap ada dalam suatu masyarakat adalah konflik sosial, bukan perubahan sosial. Mengapa? Karena perubahan hanyalah akibat dari adanya konflik sosial yang terjadi di masyarakat. Mengingat konflik berlangsung terus-menerus, maka perubahan juga akan mengikutinya. Dua tokoh yang pemikirannya menjadi pedoman dalam perspektif konflik ini adalah Karl Marx dan Ralf Dahrendorf. Secara umum, perspektif konflik berpandangan bahwa perubahan sosial di masyarakat terjadi karena faktor-faktor berikut ini.
        i.            Setiap masyarakat terus-menerus berubah.
      ii.            Setiap komponen masyarakat biasanya menunjang perubahan masyarakat.
    iii.            Setiap masyarakat biasanya berada dalam ketegangan dan konflik.
    iv.            Kestabilan sosial akan tergantung pada tekanan terhadap golongan yang satu oleh golongan yang lainnya.
      

3.      Perspektif Fungsionalis
Konsep yang berkembang dari perspektif ini adalah cultural lag (kesenjangan budaya). Konsep ini mendukung perspektiffungsionalis untuk menjelaskan bahwa pada dasarnyaperubahan sosial itu tidak lepas dari hubungan antara unsur-unsurkebudayaan dalam masyarakat. Menurut perspektif ini,beberapa unsur kebudayaan bisa saja berubah dengan sangatcepat, sementara unsur yang lainnya berubah sangat lambat, sehingga tidak dapat mengikuti kecepatan perubahan unsur yang berjalan sangat cepat tersebut. Unsur yang berubah sangat cepat umumnya yang berhubungan dengan kebudayaan materiil, sedangkan unsur yang berubah secara perlahan atau lambat adalah unsur yang berhubungan dengan kebudayaan nonmateriil. Dengan demikian, yang terjadi adalah ketertinggalan unsur yang berubah secara perlahan tersebut. Akibatnya muncul kesenjangan sosial dalam masyarakat atau yang dikenal dengan istilah cultural lag.
Misalnya pengrusakan terhadap telepon umum. Telepon umum sebagai fasilitas umum sangat efektif untuk melakukan komunikasi, sehingga sudah selayaknyalah dirawat dan dijaga. Kenyataannya, banyak telepon umum yang justru dirusak oleh masyarakat. Kenyataan ini menunjukkan bahwa dalam masyarakat terjadi cultural lag, di mana alam pikiran manusia (nonmateriil) tidak mampu menyesuaikan diri dengan perkembangan atau kemajuan teknologi (materiil).
Para penganut perspektif ini lebih menerima perubahan sosial sebagai sesuatu yang konstan dan tidak memerlukan penjelasan. Perubahan dianggap sebagai suatu hal yang mengacaukan keseimbangan masyarakat. Proses pengacauan ini berhenti pada saat perubahan itu telah diintegrasikan dalam kebudayaan. Apabila perubahan itu ternyata bermanfaat maka dapat dikatakan bahwa perubahan itu bersifat fungsional dan akhirnya diterima oleh masyarakat, tetapi jika terbukti disfungsional atau tidak bermanfaat, maka perubahan itu akan ditolak. Tokoh dari perspektif ini adalah William Ogburn.
Pandangan perspektif fungsionalis dalam melihat suatu perubahan sosial dalam masyarakat adalah sebagai berikut:
        i.            Setiap masyarakat relatif bersifat stabil.
      ii.            Setiap komponen masyarakat biasanya menunjang kestabilan masyarakat.
    iii.            Setiap masyarakat biasanya relatif terintegrasi.
    iv.            Kestabilan sosial sangat tergantung pada kesepakatan bersama (konsensus) di kalangan anggota kelompok masyarakat.

4.      Teori Siklis
Menurut perspektif ini, suatu perubahan sosial itu tidak dapat dikendalikan sepenuhnya oleh siapapun dan oleh apapun. Hal ini karena dalam setiap masyarakat sudah terdapat perputaran atau siklus yang harus diikutinya. Perspektif ini berpandangan bahwa kebangkitan dan kemunduran suatu kebudayaan atau kehidupan sosial merupakan hal yang wajar dan tidak dapat dihindari. Oleh karena itu tidak menutup kemungkinan suatu perubahan sosial itu akan membawa kemunduran, atau sebaliknya perubahan sosial akan membawa ke arah yang lebih baik.
Adapun beberapa bentuk Teori Siklis yang lahir dari perspektif ini adalah sebagai berikut:
        i.            Teori Oswald Spengler (1880–1936)
Menurut Spengler, setiap peradaban besar itu mengalami proses pentahapan mulai dari kelahiran, pertumbuhan, dan akhirnya keruntuhan. Proses siklus ini memakan waktu sekitar seribu tahun
      ii.            Teori Pitirim A. Sorokin (1889–1968)
Dalam teorinya, Sorokin berpendapat bahwa semua peradaban besar itu berada dalam siklus tiga sistem kebudayaan yang berputar tanpa akhir. Siklus tiga sistem kebudayaan ini adalah sebagai berikut:
1.      Kebudayaan ideasional, yaitu kebudayaan yang didasari oleh nilai-nilai dan kepercayaan terhadap kekuatan supranatural.
2.      Kebudayaan idealistis, yaitu kebudayaan di mana kepercayaan terhadap unsur adikodrati (supranatural) dan rasionalitas yang berdasarkan fakta bergabung dalam menciptakan masyarakat ideal.
3.      Kebudayaan sensasi, yaitu kebudayaan di mana sensasi merupakan tolok ukur dari kenyataan dan tujuan hidup.

    iii.            Teori Arnold Toynbee (1889–1975)
Peradaban besar menurut pandangan Toynbee berada dalam siklus kelahiran, pertumbuhan, keruntuhan, dan akhirnya kematian. Beberapa peradaban besar menurut Toynbee telah mengalami kepunahan, kecuali peradaban Barat yang dewasa ini beralih menuju ke tahap kepunahannya.
Setelah mempelajari permasalahan dari perubahan sosial, dapat diketahui bahwa salah satu permasalahan sosial yang saat ini dihadapi adalah perubahan gaya bahasa. Memang, hal ini termasuk sepele, tapi jika tidak diperhatikan, masalah ini akan semakin membesar dan akan menghancurkan moral para penerus bangsa. Oleh karena itu, kami membahas topik ini untuk mengurangi dampak negatif dari perubahan gaya bahasa.
Selama waktu pengamatan, kami mengamati dan melakukan observasi terhadap masyarakat, baik secara langsung di kehidupan nyata maupun dalam kehidupan berjejaring sosial.  
Awalnya kami memperhatikan gaya berbahasa dari beberapa orang pelajar dan pengguna jejaring sosial twitter, lalu kami membandingkan bahasa yang digunakan oleh mereka. Dari hasil yang kami amati, beberapa pelajar yang kebanyakan menggunakan jejaring sosial menggunakan bahasa yang sedang popular di jejaring sosial. Mereka menggunakan bahasa tersebut dominannya terhadap teman-temannya. Tapi tak dapat disangkal bahwa beberapa dari mereka menggunakan bahasa tersebut kepada guru, meskipun bahasa yang mereka gunakan lebih sopan, tapi hal tersebut memang agak jarang ditemukan.
Setelah mengamati secara langsung, kami mengamati para pelajar langsung dari jejaring sosial. Di jejaring sosial mereka lebih banyak menggunakan istilah-istilah baru lebih banyak daripada dalam kehidupan nyata. Hal itu terjadi karena di jejaring sosial mereka lebih bebas menggunakan dan mengkreasikan kata dan huruf secara acak.
Maraknya penggunaan jejaring sosial, pesan singkat, dan fasilitas-fasilitas lainnya yang sangat mudah didapat dan digunakan masyarakat, juga harganya yang murah dan terjangkau segala kalangan. Bahkan Indonesia merupakan Negara keempat terbanyak pengguna situs jejaring sosial. Sepertinya kebanyakan waktu yang dihabiskan oleh masyarakat Indonesia adalah untuk menggunakan jejaring sosial.
Karena hal itulah berbagai bahasa dan istilah baru bermunculan di masyarakat. Karena kebanyakan jejaring sosial dan pesan singkat membatasi karakter yang digunakan untuk menyampaikan pesan. Mungkin awalnya pencetus istilah baru itu hanya menggunakan istilah-istilah seperti itu dalam kelompoknya. Namun karena jejaring sosial banyak digunakan dan sangat mudah pula untuk digunakan, bahasa dan istilah baru itu menyebar ke masyarakat sesama pengguna jejaring sosial, yang biasanya merupakan remaja. Kebanyakan remaja menganggap jika orang yang menggunakan bahasa-bahasa itu patut dicontoh karena sangat bagus dan menarik. Jika mereka tidak menggunakan gaya bahasa tersebut orang-orang akan memanggilnya dengan “kampungan”, “norak”, dan “ketinggalan zaman”, sehingga hampir seluruh remaja menggunakan gaya bahasa baru tersebut dalam kehidupan sehari-hari.
Tentu saja di lingkungan remaja ada keluarga. Dan yang menjadi sasaran utama adalah anak-anak. Entah itu adik, sepupu, tetangga, atau apapun.  Anak-anak mudah terpengaruh oleh apapun yang berada di hadapannya kemudian menirukannya.
Masa kanak-kanak merupakan masa bermain. Itu artinya setelah gaya bahasa baru ini menyebar ke beberapa anak, saat mereka bermain mereka akan saling berbagi pengetahuan tentang gaya bahasa baru yang sedang menjadi tren.
Ironisnya, gaya bahasa dan istilah-istilah baru ini tidak semuanya cocok untuk anak-anak. Sedangkan penyebaran dan pembiasaan berbahasa seperti ini sangat sulit dihindari. Biasanya cara berbahasa seperti ini tersebar saat beberapa orang sedang melakukan percakapan kecil, dan kemudian seseorang melontarkan suatu istilah. Tentunya orang yang belum mengetahui artinya akan bertanya makna di balik istilah tersebut, dan saat tahu artinya mereka langsung menggunakan saat melanjutkan percakapan yang sempat terpotong. Selanjutnya anak yang baru saja mengetahui istilah baru tersebut akan membagikannya kepada keluarga dan keraba-kerabatnya yang lain.
Begitulah cara kerja istilah-istilah dan bahasa baru dapat tersebar luas dan menjadi kebiasaan masyarakat yang sudah paten dan sulit untuk dihilangkan.
Kebanyakan, bahasa-bahasa baru ini kurang sopan dan tidak baik untuk dikatakan anak-anak, dan bertujuan untuk mengatai orang lain. Tidak aneh lagi jika banyak anak-anak, atau remaja, atau siapapun, untuk menggunakan bahasa-bahasa baru untuk menghina orang lain, tanpa memikirkan perasaan orang yang dikatainya. Hal ini sudah sangat sering dan sangat mudah dijumpai di masyarakat. Seakan-akan masyarakat sudah terbiasa menghina orang lain.
Dan bukan hal aneh lagi jika anak-anak atau remaja mengatai orang yang lebih tua dari mereka dengan istilah-istilah baru itu. Tapi kebanyakan orang tua tidak terlalu mempermasalahkan dan menganggap ini adalah hal yang biasa, mengatakan mereka “cuma anak-anak” yang dianggap belum mengerti apapun. Padahal, karena anak-anak belum mengerti apapun, seharusnya mereka dijaga dari hal-hal negatif yang sepertinya sepele ini. Dengan kebiasaan seperti itu malah akan membentuk suatu karakter yang jelek dalam diri anak. Karakter sombong, egois, dan ingin menang sendiri.
Tanpa disadari, hal sekecil inilah yang bisa mempengaruhi kelangsungan hidup bangsa di masa depan. Jika semua generasi penerus bangsa memiliki sifat-sifat seperti itu, bagaimana sistem pemerintahan dapat berjalan dengan lancar?
Selama waktu pengerjaan tugas, kami juga mencoba memilah berbagai macam bahasa yang termasuk kedalam bahasa gaul dan alay. Memang, kedua bahasa tersebut bisa dibilang masih layak digunakan, tapi, terkadang bahasa tersebut digunakan untuk mencemooh orang lain. Sangat berbeda dengan bahasa di zaman sebelum internet mulai terkenal.
Untuk meminimalisir dampak negatif dari penggunaan bahasa, diharapkan orang tua lebih memantau anak-anaknya, karena pada usia remaja mereka sangat mudah terpengaruh oleh hal-hal yang mereka anggap menarik. Sebagai pelajar, mereka mempunyai tuntutan untuk mempelajari ilmu sebanyak-banyaknya. Oleh karena itu, hal-hal baru yang mereka terima harusdisaring dan dipilah agar moral mereka tidak rusak.

B.     Waktu Dan Tempat Pembahasan
1.      Waktu Pembahasan
Pembahasan dilakukan mulai dari hari Jum’at, 2 November 2012 s.d. hari Senin, 5 November 2012  mencakup waktu saat istirahat, pulang sekolah, dan waktu-waktu lain dimana pelajar bisa berbicara dengan santai. Kami juga melakukan observasi saat waktu belajar, untuk membandingkan penggunaan bahasa pada beberapa sampel pelajar yang telah dipilih.






2.      Tempat pembahasan
Pengamatan bertempat di lingkungan masyarakat dan sekolah.  Lingkungan sekolah dan sekitarnya biasanya merupakan tempat bagi para pelajar untuk mengaplikasikan bahasa sehari-harinya. Ketika di ruang kelas, pelajar kemungkinan menggunakan bahasa baku, dan tidak menggunakan bahasa gaul, karena hal itu bisa dianggap  tidak sopan.
















BAB III
Kesimpulan
A.    Hasil Pembahasan
Perubahan gaya bahasa di Indonesia telah terjadi, dan hal ini memang tak dapat dihindari. Sisi positif dari perubahan bahasa ini adalah bahasa yang telah dimodernkan lebih mudah digunakan walau kadang-kadang menyusahkan lawan  bicara. Sisi negatif
B.     Kesimpulan
Kesimpulan dari pembahasan  ini adalah gaya berbahasa masyarakat saat ini memang praktis, tapi terlalu banyak memiliki sisi negatif, karena cara berbahasa yang baik dan sopan merupakan hal penting untuk kelangsungan hidup bangsa di masa depan.

C.    Saran
            Sebaiknya pihak keluarga maupun sekolah lebih menekankan kepada anak-anak dan remaja, khususnya pelajar, untuk lebih menyaring hal apa saja yang patut untuk digunakan dalam berbahasa, tetapi tetap menjaga sopan santun jika berbicara kepada yang lebih tua maupun atasan. Karena hal yang besar itu tentunya dimulai dari hal kecil yang kadang kurang diperhatikan. Dengan melatih para penerus bangsa agar berbahasa dengan benar dan sopan akan menimbulkan sikap positif dan rasa cinta terhadap tanah air, menghargai pendapat orang lain, juga menghormati sesama. Dan hal-hal tersebut-lah awal dari kesuksesan masa depan bangsa, karena prilaku generasi muda sekarang merupakan cermin keadaan bangsa di masa depan.

Teori Sachs | Shattered Stories


Tujuan

Untuk menunjukan bahwa dalam proses fotosistesis, dibutuhkan krolofil dan cahaya matahari. Selain itu, untuk membuktikan hasil dari fotosintesis.

Alat dan Bahan

Alat:
- 3 buah tabung reaksi + rak.
- 1 buah penjepit tabung reaksi.
- 1 buah pembakar spiritus.
- 1 buah pinset.
- 1 buah gelas beker.
- 1 buah kompor listrik
- 1 buah corong.
- 1 buah cawan petri.

Bahan :
- 3 buah daun.
- kertas timah.
- etanol.
- amylum.
- air.

Cara Kerja


1. Menutup daun dari tanaman hijau yang terkena cukup sinar matahari dengan kertas timah, biarkan hingga 2-3 hari.
2. Mendidihkan air dalam gelas beker dengan menggunakan kompor listrik Rendam daun dalam air mendidih selama 10 menit.
3. Daun digulung, dan dimasukkan ke dalam tabung reaksi ysng berisi etanol Panaskan tabung reaksi hingga etanol berwarna hijau tua.
4. Mencuci atu membilas daun.
5. Daun diletakkan di cawan petri lalu direndam dalam larutan amylum. Amati perubahan yang terjadi.






Hasil Pengamatan

Setelah daun dipetik, daun direndam dalam air mendidih dengan tujuan untuk mematikan sel-sel tanaman dan melunakkan jaringan daun. Selanjutnya dipanaskan dalam tabung reaksi yang berisi etanol. Etanol berfungsi sebagai pelarut, agar melarutkan dan meluruhkan klorofil daun.

Dan jika hasil percobaan terlihat seperti gambar di atas (bagian yang tidak ditutup kertas timah berwarna hitam), ini menunjukkan bahwa bagian yang tidak terpapar sinar matahari tidak menghasilkan amilum, sebab tidak mengalami reaksi fotosintesis.

beberapa sumber dengan sedikit perubahan

Reproduksi pada manusia | Shattered stories


Penjelasan :

Reproduksi merupakan proses terbentuknya individu baru yang bertujuan untuk melestarikan spesies agar tidak punah. Reproduksi manusia tergolong pada reproduksi seksual.  Sistem reproduksi manusia melibatkan induk jantan dan induk betina. Dalam sistem reproduksi manusia, tiap-tiap induk mempunyai organ reproduksi.

Organ Reproduksi Pria
1. Struktur alat kelamin jantan pada sebagian besar pria terdiri dari:
2. Alat kelamin eksternal, meliputi scrotum dan penis
3. Alat kelamin internal, meliputi gonad, kelenjar aksesoris dan tubulus.
4. Scrotum adalah kantung yang berfungsi untuk menjaga agar suhu testis dibawah suhu tubuh karena spermatogenesis tidak bisa berlangsung secara baik pada suhu tubuh normal.
5. Testis adalah bagian alat kelamin yang berfungsi menghasilkan spermatozoa dan hormon testosteron
6. Epididimis adalah bagian yang berfungsi untuk pematangan dan penyimpanan sperma.
7. Vas defferens merupakan saluran sperma
8. Kelenjar aksesoris terdiri dari tiga kelenjar yaitu seminalis, prostat, dan bulbouretral yang berfungsi untuk menghasilkan cairan sperma (semen)
9. Penis merupakan saluran urogenital (urin dan kelamin) yang dibungkus oleh jaringan ereptil, penis merupakan alat untuk memasukan sperma ke tubuh induk betina.
10. Vesikula seminalis merupakan kantong spermatozoa
11. Uretrha merupakan tempat keluarnya sperma dan urin

Organ Reproduksi Wanita
Struktur alat kelamin wanita terdiri dari
1. Alat kelamin eksternal meliputi klitorisdan dua pasang labia (bibir)
2. Alat kelamin internal meliputi sepasang gonad (ovarium), tuba falopi dan uterus.
a. Ovarium terdapat dirongga perut.menghasilkan ovum dan hormon (estrogen dan progesteron) sel telur (ovum) jika sudah matang akan dikeluarkan oleh ovarium, peristiwa tersebut disebut ovulasi. Ovarium diselubungi oleh kapsul pelindung dan mengandung beberapa folikel. Setiap folikelmengandung satu sel telur.Folikel merupakan struktur seperto bulatan bulatan yang mengelilingi oosit dan berfungsi menyediakan makanan dan melindungi perkembangan sel telur.
b. Oviduk berjumlah sepasang dan berfungsi menggerakan ovum ke arah rahim dengan gerakan peristaltik. Ujungnya berbentuk corong berjumbai jumbai (fimbrae) berfungsi untuk menangkap ovum yang dilepaskan oleh ovarium.
c. Tuba falopi suatu saluran yang berfungsi untuk menangkap ovum yang dilepaskan pada peristiwa ovulasi. Dibagian ini lah peristiwa pembuahan akan terjadi.
d. Uterus atau Rahim merupakan tempat pertumbuhan dan oerkembangan embrio hingga dilahirkan. Rahim manusia bertipe simpleks artinya hanya mempunyai satu ruangan. Pada manusia yang belum pernah melahirkan biasanya rahim berukuran panjanhg 7 cmdan lebar 4 cm. Rahim bagian bawah mengecil dan dinamakan serviks uterik sedangkan bagian yang besar disebut corpus uteri (bagian rahim). Dinding rahim terdiri atas tiga lapisan yaitu perimetrium, miometrium, endometrium.
e. Endrometrium menghasilkan lendir yang mengandung banyak pembuluh darah. Lapisan ini lah yang mengalami penebalan dan akan mengelupas setiap bulannya jika tidak ada zigot yang menempel yaitu saat menstruasi.
f. Vagina berfungsi sebagai organ persetubuhan dan untuk melahirkan bayi, organ tersebut mempunyai banyak lipatan sehingga pada saat melahirkan dapat mengembang. Dalam vagina terdapat lendir yang dihasilkan oleh dinding vagina dan oleh suatu kelenjar yaitu kelenjar bartholini.
Proses Reproduksi Pada manusia

Seperti organisme lainnya, manusia berkembangbiak secara seksual dan pada saat tertentu akan membentuk sel-sel kelamin (gamet). Sel-sel kelamin yang dibentuk seorang pria disebut sel mani (spermatozoa). Seorang pria dewasa menghasilkan lebih dari seratus juta sel sperma setiap hari. Adapun sel-sel kelamin yang dibentuk oleh seorang wanita disebut sel telur (ovum). Proses pembentukan spermatozoa disebut spermatogenesis, sedangkan proses pembentukan ovum disebut oogenesis. Kedua proses mengawali terjadinya perkembangbiakan pada manusia.
Seorang wanita mampu memproduksi sel telur (ovum) setelah masa puber (remaja awal) sampai dewasa, yaitu sekitar umur 12 sampai 50 tahun. Setelah usia sekitar 50 tahun seorang wanita tidak produktif lagi yang ditandai dengan tidak mengalami menstruasi. Masa tersebut dinamakan menopause.
Setelah sel telur di dalam ovarium masak, dinding rahim menebal dan banyak mengandung pembuluh darah. Pembuahan didahului oleh peristiwa ovulasi, yaitu lepasnya sel telur yang masak dari ovarium. Jika sperma bertemu dengan ovum akan terjadi pembuahan. Pembuahan terjadi di oviduk. Sel telur yang telah dibuahi akan membentuk zigot. Zigot yang terbentuk segera diselubungi oleh selaput, kemudian menuju ke rahim. Di dalam rahim zigot menanamkan diri pada dinding rahim yang telah menebal.
Zigot yang telah berada di rahim akan terus tumbuh dan berkembang menjadi embrio sampai dilahirkan. Masa embrio/masa kehamilan manusia sekitar 9 bulan 10 hari. Di dalam rahim embrio mendapat makanan dari tubuh induk melalui plasenta (ari-ari).
Embrio di dalam rahim dilindungi selaput pembungkus berikut.

a. Amnion, merupakan selaput yang membatasi ruangan tempat terdapatnya embrio. Dinding amnion mengeluarkan getah berupa air ketuban yang berguna untuk menjaga embrio agar tetap basah dan menahan goncangan.

b. Korion, merupakan suatu selaput yang berada di sebelah luar amnion. Korion dan alantois akan tumbuh membentuk jonjot pembuluh darah yang berhubungan dengan peredaran darah induknya melalui plasenta.

c. Sakus vitellinus (kantong kuning telur) terletak di antara amnion dan plasenta. Sakus vitelinus merupakan pemunculan sel-sel dan pembuluh darah yang pertama.

d. Alantois terletak di dalam tali pusat. Alantois berfungsi untuk respirasi, saluran makanan, dan ekskresi. Waktu embrio berkembang, jaringan epitelnya menghilang dan tinggal pembuluh darah yang berfungsi sebagai penghubung embrio dan plasenta.
Jika setelah ovulasi sel telur tidak dibuahi sel sperma, jaringan dinding rahim yang telah menebal dan mengandung pembuluh darah akan rusak dan luruh disebut haid (menstruasi). Peristiwa tersebut terjadi pada wanita setiap ± 28 hari sekali.
Luruhnya dinding rahim tersebut ditandai dengan keluarnya darah melalui vagina.

Pola perkembangan embrio manusia berdasarkan usia
1 bulan (4 minggu)
Bagian kepala, jantung, dan hati mulai terbentuk; sistem pencernaan sebagai suatu saluran sederhana; ada sebuah ekor yang khas; jaringan-jaringan ekstra embrionik mulai muncul.
2 bulan (8 minggu)
Telinga, mata, jari-jari, mulut, hidung, dan tumit merupakan bentuk-bentuk tersendiri; tulang mulai dibentuk, sistem pencernaan terbentuk; sistem saraf dan sistem sirkuler mulai berfungsi; adanya alat kelamin luar, tetapi belum dapat dibedakan jenis kelaminnya.
3 bulan (12 minggu)
Ginjal, hati, tangan, lengan, tungkai, kaki, dan sistem pencernaan telah berkembang baik; alat kelamin luar antara pria dan wanita mulai dapat dibedakan; paru-paru mulai jelas; adanya gerakangerakan kecil dari janin.
4 bulan (16 minggu)
Detak jantung sudah dapat dirasakan; terbentuknya tulang-tulang di seluruh tubuh; kulit berkembang sepenuhnya; sudah dapat ditentukan jenis kelaminnya; munculnya alis, bulu mata, dan rambut kepala; gerakan janin meningkat.
9,5 bulan (38 minggu)
Sejak minggu ke-16 sampai saat kelahiran terjadi akumulasi lemak di bawah kulit; menjelang minggu ke-22 janin mulai membuka matanya; gerakan-gerakan janin dirasakan oleh ibunya, terjadi kenaikan gerak badan yang sangat cepat; pada bulan ke-7 posisi kepala ke bawah sebagai persiapan untuk kelahiran.

Gangguan/ Kelainan/ Penyakit Pada Sistem Reproduksi 

Pada sistem reproduksi dapat mengalami gangguan/ kelainan/ penyakit. Gangguan/ kelainan/ penyakit tersebut bisa terjadi akibat beberapa faktor tertentu. Faktor tersebut bisa jadi akibat tumor, infeksi virus/ bakteri atau akibat disfungsi organ itu sendiri. Berikut adalah beberapa contoh Gangguan/ Kelainan/ Penyakit pada sistem reproduksi.

1.    Condiloma Accuminata
Merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus Human papilloma. Penyakit ini ditandai dengan timbulnya kutil yang dapat membesar dan akhirnya dapat menimbulkan kanker mulut rahim.

2.    Endometriosis
Merupakan gangguan akibat adanya jaringan endometrium dari luar rahim (uterus) yaitu dapat tumbuh di sekitar  ovarium, oviduk, servik dsb. Gejalanya penyakit ini berupa rasa nyeri perut, pinggang terasa sakit, dan nyeri pada saat menstruasi. Rasa nyeri ini disebabkan oleh pengelupasan jaringan endometriosis.

3.    Epididimitis
Merupakan infeksi yang sering terjadi pada saluran reproduksi pria. Penyebabnya adalah E. coli dan Chlamydia.

4.    Gonorhoe (Kencing Nanah)
Merupakan penyakit kelamin yang disebabkan oleh bakteri Neisseria gonorrhoeae. Penyakit kelamin ini bisa menular melalui seks bebas. Gejalanya adalah keluar cairan berwarna putih, rasa nyeri pada saat buang air kecil, pada pria mulut uretra bengkak dan agak merah.

5.    Hamil Anggur (Mola Hidalidosa)
Merupakan suatu kehamilan yang tidak berisi janin, tetapi berisi gelembung-gelembung mola dan bekuan darah. Hamil anggur dapat menyebabkan kesakitan atau kematian karena pendarahan, tembusnya dinding rahim oleh proses mola dan infeksi.

6.    Herpes Genitalis
Merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus herpes simpleks. Gejala yang timbul adalah bintil-bintil berkelompok pada kemaluan, hilang dan timbul, akhirnya menetap seumur hidup.

7.    Hipogonadisme
Merupakan penurunan fungsi testis yang disebabkan oleh gangguan interaksi  hormon, seperti hormon androgen dan  estrogen. Gangguan ini menyebabkan  infertilitas,  impotensi, dan tidak adanya tanda-tanda kepriaan. Penanganannya dapat dilakukan dengan terapi hormon.

8.    HIV (AIDS)
Merupakan penyakit yang menyerang sistem kekebalan tubuh sehingga dalam waktu yang lama, penderita tidak memiliki sistem kekebalan tubuh. Akibatnya, penderita dapat terbunuh oleh infeksi penyakit ringan, seperti flu atau tifus.

9.    Impotensi
Merupakan ketidakmampuan penis untuk ereksi atau mempertahankan ereksi. Gangguan ini dapat disebabkan oleh berbagai faktor, seperti gangguan produksi hormon testosteron, penyakit diabetes mellitus, kecanduan alkohol, dan gangguan sistem saraf.

10. Infertilitas (Mandul)
Infertilitas atau ketidaksuburan dapat terjadi pada pria atau wanita. Pada pria infertilitas terjadi karena adanya penyakit, seperti impotensi, ejakulasi dini, adanya sumbatan pada saluran sperma, adanya kelainan gerak sperma dan kerusakan testis. Sedangkan, pada wanita disebabkan oleh kelainan lendir leher rahim, adanya tumor, adanya sumbatan pada saluran telur, menstruasi tidak teratur dan karena obesitas.

11. Kanker Ovarium
Merupakan kanker yang menyerang indung telur kiri atau kanan, atau kedua-duanya. Kanker indung telur biasanya menyerang perempuan yang sudah menopause (berumur 50 tahun ke atas).

12. Kanker Payudara
Merupakan kanker yang menyerang payudara. Seorang wanita yang tidak pernah menyusui besar kemungkinan dapat menderita penyakit ini.

13. Kanker Prostat
Merupakan kanker yang menyerang kelenjar prostat pada pria. Kanker ini menyebabkan sel-sel dalam kelenjar prostat tumbuh abnormal dan tidak terkendali. Kanker prostat biasanya menyerang pria usia 60 tahun ke atas.

14. Kanker Rahim
Merupakan kanker yang menyerang daerah rahim (uterus). Gangguan ini ditandai dengan perdarahan pada vagiana secara tidak normal.

15. Kanker Servik (Leher Rahim)
Merupakan kanker pada bagian serviks wanita, banyak menyerang wanita di atas umur 40 tahun. Kanker serviks disebabkan oleh infeksi virus herpes dan human papilloma virus.

16. Kriptorkidisme
Merupakan kegagalan dari satu atau kedua testis untuk turun dari rongga abdomen ke dalam scrotum pada waktu bayi. Penangannya dapat dilakukan dengan pemberian  hormon human chorionic gonadotropin untuk merangsang testoteron.

17. Orkitis
Merupakan peradangan pada testis yang disebabkan oleh  virus parotitis. Jika terjadi pada pria dewasa dapat menyebabkan  infertilitas.

18. Penyempitan Saluran Telur/ Oviduck
Kelainan ini merupakan faktor bawaan, tetapi adapula yang disebabkan karena infeksi kuman tertentu. Saluran oviduk yang sempit akan membuat sperma sulit untuk menjangkau bagian dalam saluran tersebut, sehingga menyebabkan pembuahan sulit terjadi.

19. Prostatitis
merupakan peradangan pada kelenjar prostat. Peradangan kelenjar prostat ini dapat diikuti oleh peradangan uretra. Penderita prostatitis memiliki gejala-gejala seperti sakit saat buang air kecil.

20. Sifilis (Raja Singa)
Merupakan penyakit yang disebabkan oleh bakteri Treponema pallidum. Penyakit ini menular melalui hubungan seksual. Gejala yang timbul adalah luka pada kemaluan, bintik atau bercak merah di tubuh, kelainan saraf, jantung, pembuluh saraf, dan kulit.

dari beberapa sumber diedit sesuai kebutuhan