Image by Febz - Edit Image Macam macam bencana alam | Shattered Stories ~ Shattered Stories

Pages

Selasa, 07 Agustus 2012

Macam macam bencana alam | Shattered Stories


1. Banjir
Description: http://1.bp.blogspot.com/-aHBk_k-5hc0/TpR--Pwjx-I/AAAAAAAAAF0/aDWihrYb-O0/s1600/banjir4.jpgBanjir adalah bencana akibat curah hujan yang tinggi dengan tidak diimbangi dengan saluran pembuangan air yang memadai sehingga merendam wilayah-wilayah yang tidak dikehendaki oleh orang-orang yang ada di sana. Banjir bisa juga terjadi karena jebolnya sistem aliran air yang ada sehingga daerah yang rendah terkena dampak kiriman banjir.

Jenis – Jenis Banjir
Banjir merugikan banyak pihak Berdasarkan sumber air yang menjadi penampung di bumi, jenis banjir dibedakan menjadi tiga, yaitu banjir sungaibanjir danau, dan banjir laut pasang.
1.      Banjir Sungai: Terjadi karena air sungai meluap.
2.      Banjir Danau: Terjadi karena air danau meluap atau bendungannya jebol.
3.      Banjir Laut pasang: Terjadi antara lain akibat adanya badai dan gempa bumi.

Penyebab Terjadinya Banjir
1.      Penebangan hutan secara liar tanpa disertai reboisasi,
2.      Pendangkalan sungai,
3.      Pembuangan sampah yang sembarangan, baik ke aliran sungai mapupun gotong royong,
4.      Pembuatan saluran air yang tidak memenuhi syarat,
5.      Pembuatan tanggul yang kurang baik,
6.      Air laut, sungai, atau danau yang meluap dan menggenangi daratan.

Dampak Dari Banjir
1.      Banjir dapat menimbulkan kerusakan lingkungan hidup berupa:
2.      Rusaknya areal pemukiman penduduk,
3.      Sulitnya mendapatkan air bersih, dan
4.      Rusaknya sarana dan prasarana penduduk.
5.      Rusaknya areal pertanian
6.      Timbulnya penyakit-penyakit
7.      Menghambat transportasi darat

Cara Mengantisipasi Banjir
1.      membersihkan saluran air dari sampah yang dapat menyumbat aliran air sehingga menyebabkan terjadinya banjir.
2.      mengeruk sungai-sungai dari endapan-endapan untuk menambah daya tampung air.
3.      membangun rute-rute drainase alternatif (kanal-kanal sungai baru, sistem-sistem pipa) sehingga dapat mencegah beban yang berlebihan terhadap sungai.
4.      tidak mendirikan bangunan pada wilayah (area) yang menjadi daerah lokasi penyerapan air.
5.      tidak menebangi pohon-pohon di hutan, karena hutan yang gundul akan sulit menyerap air, sehingga jika terjadi hujan lebat secara terus menerus air tidak dapat diserap secara langsung oleh tanah bahkan akan menggerus tanah, hal ini pula dapat menyebabkan tanah longsor.
6.      membuat tembok-tembok penahan dan tanggul-tanggul di sepanjang sungai, tembok-tembok laut di sepanjang pantai-pantai dapat menjaga tingkat ketinggian air agar tidak masuk ke dalam daratan.

u2.      Kebakaran Hutan
Description: http://imtiui.files.wordpress.com/2010/11/kebakaran_hutan1.jpgKebakaran hutan adalah kebakaran yang diakibatkan oleh faktor alam seperti akibat sambaran petir, kekeringan yang berkepanjangan, leleran lahar, dan lain sebagainya. Kebakaran hutan menyebabkan dampak yang luas akibat asap kebakaran yang menyebar ke banyak daerah di sekitarnya. Hutan yang terbakar juga bisa sampai ke pemukiman warga sehingga bisa membakar habis bangunan-bangunan yang ada.
Penyebab Kebakaran liar, antara lain:
1.      Sambaran petir pada hutan yang kering karena musim kemarau yang panjang.
2.      Kecerobohan manusia antara lain membuang puntung rokok secara sembarangan dan     lupa mematikan api di perkemahan.
3.      Aktivitas vulkanis seperti terkena aliran lahar atau awan panas dari letusan gunung berapi.
4.      Tindakan yang disengaja seperti untuk membersihkan lahan pertanian atau membuka lahan pertanian baru dan tindakan vandalisme.
5.      Kebakaran di bawah tanah/ground fire pada daerah tanah gambut yang dapat menyulut kebakaran di atas tanah pada saat musim kemarau.
Cara Mengantisipasi Kebakaran Hutan :
Pencegahan kebakaran hutan pada tingkat unit pengelolaan hutan konservasi, kesatuan pengelolaan hutan produksi, kesatuan pengelolaan hutan lindung meliputi kegiatan: 
1.      Inventarisasi lokasi rawan kebakaran hutan; 
2.      Inventarisasi faktor penyebab kebakaran; 
3.      Penyiapan regu pemadam kebakaran; 
4.      Pembuatan prosedur tetap; 
5.      Pengadaan sarana dan prasarana; dan 
6.      Pembuatan sekat bakar.

3.      Gempa Bumi
Description: http://1.bp.blogspot.com/-tVHGNKH8-T0/Tpo54BrYtDI/AAAAAAAAMB8/bMgBf6V69Mo/s1600/Gempa%2BBumi.jpgGempa bumi adalah goncangan yang mengguncang suatu daerah mulai dari yang tingkat rendah sampai tingkat tinggi yang membahayakan. Gempa dengan skala tinggi dapat membuat luluhlantak apa-apa yang ada di permukaan bumi. Rumah, gedung, menara, jalan, jembatan, taman, landmark, dan lain sebagainya bisa hancur rata dengan tanah jika terkena gempa bumi yang besar.
Mengantisipasi Gempa Bumi
Antisipasi yang harus dilakukan bagi masyarakat luas adalah apa dan bagaimana cara menghadapi kejadian gempa, pada saat dan sesudah gempa terjadi. Beberapa saran dalam menghadapi kejadian gempa adalah sebagai berikut:
Sebelum terjadi gempa
1.      Mengetahui secara teliti jalan-jalan keluar masuk dalam keadaan darurat di mana pun kita berada. Ingat gempa dapat terjadi sewaktu-waktu.
2.      Meletakkan barang-barang yang berat di tempat yang stabil dan tidak tergantung.
3.      Matikan segera lampu, kompor minyak atau gas serta listrik agar terhindar dari bahaya kebakaran.
Saat terjadi gempa
Jika berada di dalam ruangan: diamlah sejenak, jangan panik dan segeralah keluar dari bangunan. Secepatnya mencari perlindungan di bawah meja atau di dekat pintu. Jauhi tempat-tempat yang mungkin mengakibatkan luka seperti kaca, pipa gas atau benda-benda tergantung yang mungkin akan jatuh menimpa.
Jika berada di luar rumah: tinggallah atau carilah tempat yang bebas dari bangunan-bangunan, pohon atau dinding. Jangan memasuki bangunan meskipun getaran gempa sudah berhenti karena tidak mustahil runtuhan bangunan masih dapat terjadi.
Jika berada di tengah keramaian: janganlah turut berdesak-desakan mencari jalan keluar, meskipun orang-orang yang panik mempunyai keinginan yang sama. Carilah tempat yang tidak akan kejatuhan runtuhan.
Jika berada dalam bangunan tinggi: secepatnya mencari perlindungan di bawah meja dan jauhilah jendela atau dinding luar bangunan. Tetaplah berada di lantai di mana kamu berada ketika gempa terjadi, dan jangan gunakan elevator atau lift yang ada.
Jika sedang mengendarai kendaraan: hentikan kendaraan kamu dan tetaplah berada di dalam mobil dan pinggirkanlah mobil kamu. Jangan berhenti di atas jembatan, atau di bawah jalan layang. Jika gempa sudah berhenti, janganlah langsung melintasi jalan layang atau jembatan yang membentang, sebelum dipastikan kondisinya aman.
Setelah terjadi gempa
1.      Tetap menggunakan alas kaki untuk menghindari pecahan-pecahan kaca atau bahan-bahan yang merusak kaki.
2.      Periksalah apakah kamu mendapat luka yang memerlukan perawatan segera.
3.      Periksalah aliran/pipa gas yang ada apakah terjadi kebocoran. Jika tercium bau gas usahakan segera menutup sumbernya dan jangan sekali-kali menyalakan api dan merokok.
4.      Periksalah kerusakan yang mungkin terjadi pada bangunan kamu.
5.      Dengarkan informasi melalui televisi, radio, telepon yang biasanya disiarkan oleh pemerintah, bila hal ini memungkinkan.

5.      Gunung Meletus
Description: http://latteung.files.wordpress.com/2010/08/gunung-meletus4.jpgGunung meletus adalah gunung yang memuntahkan materi-materi dari dalam bumi seperti debu, awan panas, asap, kerikil, batu-batuan, lahar panas, lahar dingin, magma, dan lain sebagainya. Gunung meletus biasanya bisa diprediksi waktunya sehinggi korban jiwa dan harta benda bisa diminimalisir.
Magma adalah cairan pijar yang terdapat di dalam lapisan bumi dengan suhu yang sangat tinggi, yakni diperkirakan lebih dari 1.000 °C. Cairan magma yang keluar dari dalam bumi disebut lava. Suhu lava yang dikeluarkan bisa mencapai 700-1.200 °C. Letusan gunung berapi yang membawa batu dan abu dapat menyembur sampai sejauh radius 18 km atau lebih, sedangkan lavanya bisa membanjiri sampai sejauh radius 90 km.
Tidak semua gunung berapi sering meletus. Gunung berapi yang sering meletus disebut gunung berapi aktif.
Berbagai Tipe Gunung Berapi
1.      Gunung berapi kerucut atau gunung berapi strato (strato vulcano)
2.      Gunung berapi perisai (shield volcano)
3.      Gunung berapi maar
Ciri-ciri gunung berapi akan meletus
Gunung berapi yang akan meletus dapat diketahui melalui beberapa tanda, antara lain :
1.      Suhu di sekitar gunung naik.
2.      Mata air menjadi kering
3.      Sering mengeluarkan suara gemuruh, kadang disertai getaran (gempa)
4.      Tumbuhan di sekitar gunung layu
5.      Binatang di sekitar gunung bermigrasi
6.      Angin Puting Beliung / Angin Ribut
Description: http://penanggulangankrisis.depkes.go.id/images/article/19ANGIN%20PUTING%20BELIUNG.jpgAngin puting beliung adalah angin dengan kecepatan tinggi yang berhembus di suatu daerah yang dapat merusak berbagai benda yang ada di permukaan tanah. Angin yang sangat besar seperti badai, tornado, dan lain-lain bisa menerbangkan benda-benda serta merobohkan bangunan yang ada sehingga sangat berbahaya bagi manusia.
Puting beliung cuaca sedang sedikit perusak namun sangat jauh dari umumnya dan memiliki dinamik yang sama dengansetan debu dan landspout. Mereka terbentuk saat barisan awan cumulus congestus menjulang di perairan tropis dan semitropis. Angin ini memiliki angin yang secara relatif lemah, dinding berlapis lancar, dan umumnya melaju sangat pelan. Angin ini sangat sering terjadi di Florida Keys.
 Puting Beliung Tornado merupakan secara harafiah sebutan untuk "tornado yang melintasi perairan". Angin ini dapat terbentuk melintasi perairan seperti tornado mesosiklon, atau menjadi tornado darat yang melintas keluar perairan. Sejak angin ini terbentuk dari badai petir perusak dan dapat menjadi jauh lebih dahsyat, kencang, dan bertahan lebih lama daripada puting beliung cuaca sedang, angin ini dianggap jauh lebih membahayakan.



7.      Tanah Longsor
Description: http://pondokbinjai.files.wordpress.com/2011/01/longsor_2.jpgTanah longsor adalah tanah yang turun atau jatuh dari tempat yang tinggi ke tempat yang lebih rendah. Masalahnya jika ada orang atau pemukiman di atas tanah yang longsor atau di bawah tanah yang jatuh maka sangat berbahaya. Tidak hanya tanah saja yang longsor karena batu, pohon, pasir, dan lain sebagainya bisa ikut longsor menghancurkan apa saja yang ada di bawahnya.
Longsor atau sering disebut gerakan tanah adalah suatu peristiwa geologi yang terjadi karena pergerakan asabatuan atau tanah dengan berbagai tipe dan jenis seperti jatuhnya bebatuan atau gumpalan besar tanah. Secara umum kejadian longsor disebabkan oleh dua faktor yaitu faktor pendorong dan faktor pemicu. Faktor pendorong adalah faktor-faktor yang mempengaruhi kondisi material sendiri, sedangkan faktor pemicu adalah faktor yang menyebabkan bergeraknya material tersebut. Meskipun penyebab utama kejadian ini adalah gravitasi yang mempengaruhi suatu lereng yang curam, namun ada pula faktor-faktor lainnya yang turut berpengaruh :
Erosi  yang disebabkan sungai - sungai atau  gelombang laut yang menciptakan lereng-lereng yang terlalu curam lereng dari bebatuan dan tanah diperlemah melalui saturasi yang diakibatkan hujan lebat gempa bumi menyebabkan tekanan yang mengakibatkan longsornya lereng-lereng yang lemah gunung berapi menciptakan simpanan debu yang lengang, hujan lebat dan aliran debu-debu getaran dari mesin, lalu lintas, penggunaan bahan-bahan peledak, dan bahkan petir berat yang terlalu berlebihan, misalnya dari berkumpulnya hujan atau salju;



4 komentar:

  1. NIce post..blogwalking malam diblog sobat sambil tambah informasi baru..makasih sudah berbagi..maaf baru sempat berknjung lagi..dtnggu knjungan baliknya sobat..

    BalasHapus
  2. Berkunjung lagi sobat..dtnggu kunjungan baliknya.. :)

    BalasHapus
  3. makasih gan infonya dan salam sukses

    BalasHapus

 

Image by Febz - Edit Image