Image by Febz - Edit Image Juli 2014 ~ Shattered Stories

Pages

Kamis, 31 Juli 2014

Rant: Journey | Shattered Stories




Kamu tau? Mereka sering memanggilku tidak punya kerjaan karena aku bermain video games, karena mereka tidak tahu, bahwa untukku, video games memberi banyak hal. Video games mengajari cara hidup, secara fisik dan emosional. Video games memberiku, kemampuan berpikir dan merasakan berbagai suasana. Berpikir lebih terbuka, berpikir lebih tajam, berpikir dengan sudut pandang berbeda, berpikir dengan melihat kemungkinan yang ada.




Journey, salah satu video games yang aku jadikan judul untuk post ini, journey ini adalah ceritaku, ceritaku hidup di berbagai dunia, ceritaku hidup melewati  berbagai masalah, melewati berbagai cerita, bertemu banyak karakter, menghadapi berbagai monster, dan  bahkan menyelamatkan hidup orang lain.


Aku pernah, memilih untuk menyakiti jariku agar bisa  mendapatkan kode untuk menyelamatkan shaun, kebingungan untuk memilih sikap apa yang seharusnya aku lakukan saat diminta untuk membunuh orang demi kepingan kode itu, tapi akhirnya aku menemukan caraku sendiri. Melewati berbagai rintangan, menyelakan nyawa sendiri dan dituduh sebagai pembunuh. Ya aku tau  rasanya. -Heavy Rain

Aku pernah menjadi seseorang dimasa depan, seseorang yang hidup dimasa dimana semua orang memiliki chip agar tidak melupakan ingatannya, dan aku, menjadi orang yang dapat mencuri ingatan orang lain, bahkan menggantinya dengan ingatan yang aku inginkan. Tapi aku tidak menginginkan hal itu, dibantu dengan temanku, aku berusaha menghancurkan perusahaan pembuat chip tersebut, yang pemiliknya ternyata adalah orang tuaku. - Remember Me

 Aku pernah, menjadi seorang gambler, yang terjebak hutang dan mau melakukan apapun agar mendapat  bayaran. Dan, suatu hari, aku menerima tawaran pria itu, yang memintaku untuk menjemput seorang wanita muda. Awalnya aku hanya mengikuti alurnya, tapi ternyata aku adalah tokoh utama dalam sejarah, aku tahu bahwa pilihanku menentukan sejarah, dan aku sadar, aku tak punya pilihan. - Bioshock Infinite





Dan masih banyak cerita lain, aku senang menjadi seperti ini, aku senang hidup dimana pun dan dengan cerita apapun, dan tolong, jangan rendahkan video games karena


Mereka lah yang membuatku hidup




Cara mengetahui anonimous di Ask.FM | Shattered Stories


Kepo sama orang yang ngeask lo tapi di anon terus? nah  sob gua punya cara buat nyari tau siapa orangnya, tapi cara ini ga bisa dipake terus terusan. Cara ini hanya berlaku bagi anonimous yang punya ID saja, nah langsung aja yaa
  1. Delete answer yg di ask dengan alasan harrasment.
  2. Tunggu beberapa hari, maksimal 1 minggu.
  3. Cek privacy setting, di blacklist akan muncul username yg bertanya.


Cara melewati Internet positif | Shattered Stories

Gua  kadang kadang suka kesel sama internet positif, soalnya dia ngeblokir situs yang padahal cuma nyediain wallpaper doang, web internet positif juga  isinya iklan doang :(  nah sekarang, gimana sih cara mudah, singkat dan gratis buat ngelewatin si doi?

nah webproxy.net adalah  jawabannya, tinggal masukin website yang dituju, dan klik GO
selesei deh


webproxy.net juga tersedia sebagai add ons pada google chrome dan mozilla, gimana bro? tertarik?

Selasa, 29 Juli 2014

Bioshock Infinite dari perspektif Booker DeWitt | Shattered Stories

[SPOILER ALERT]

Aku Booker DeWitt, seorang private detective, tapi itu  bukan pekerjaan tetapku, karena aku akan melakukan apapun asalkan kalian membayarku. Sebagai seorang Alkoholik, aku hidup 20 tahun sendiri disebuah bangunan yang cukup tidak terawat. Di ruanganku, hanya ada beberapa barang seperti kursi dan meja, selain sampah tentunya haha. Hari itu, datanglah seorang pria, dia mengucapkan kalimat "Bring us the girl and wipe away the debt." Itulah awal dari cerita ini.

Dia dan seorang wanita kemudian membawaku ke sebuah mercusuar, sepertinya mercusuar itu sudah tidak terpakai. Sebelum kami benar-benar mencapainya. Dia memberiku beberapa benda yang dimasukan ke dalam sebuah kotak kecil. Aku menerimanya. Kemudian saat kami sampai, mereka meninggalkanku sendiri. Aku melihat tulisan "This is  your last change". Aku benar-benar tidak mengerti, aku masuk dan melihat-lihat, ada beberapa barang berdebu, dan tangga untuk mencapai lantai paling atas mercusuar ini. Saat aku berada di lantai tengah, aku melihat, mayat... mayat yang mukanya ditutupi dengan sak yang bertuliskan "Don't dissapoint us" apakah ini dari mereka?

Aku melanjutkan perjalananku, tangga itu ternyata membawaku  ke bangunan luar, bukan ruangan lampu di dalam mercusuar itu. Di pintunya, terdapat bel dengan simbol yang jika aku ingat-ingat, simbol itu sama dengan simbol pada gambar yang mereka berikan dalam kotak itu. Ketika aku membunyikan bell tersebut seperti pada gambar, aku terkejut, langit menjadi merah untuk beberapa saat..  Lalu pintu mulai terbuka. Tapi tidak ada lampu didalamnya. yang ada hanya sebuah kursi. Ya, karena tidak ada pilihan, aku duduk. 

Baru beberapa detik saja, tiba, tiba muncul sesuatu yang menjepit tangan dan kaki ku, kursi itu mulai bergoyang sedikit vertikal ke bawah, terlihat ada beberapa jet seperti roket yang sudah berapi-api. Sial, pistolku terjatuh dari bajuku. Kemudian kursi kembali ke posisi semula, dari kaca pintu, terlihat bahwa ruangan atau bahkan mercusuar ini naik keatas langit dan tiba-tiba... aku berada di sebuah tempat, seperti kota, diatas awan, di atas langit... "Welcome to Columbia"

Ruanganku sepertinya baru mendarat, aku masuk ke sebuah ruangan, seperti gereja super mewah dengan sungai di dalamnya, yang aku tidak mengerti, mereka punya prophet sendiri. Aku berjalan ke segerombolan orang. Diantara mereka, ada yang tanya "Is that someone new?" Dilanjutkan dengan perkataan bahwa aku harus dibaptis untuk bisa masuk ke Columbia, ya, aku kira aku tidak punya pilihan. Dia membabtisku. Dia menceburkanku, kepalaku tenggelam dan aku pingsan. Astaga, dia harus belajar untuk membedakan antara membabtis orang dan menenggelamkannya karena tadi itu sungguh mengesalkan.

To be Continued

Rant: Remember that day? | Shattered Stories

Ingat hari itu? Aku tau kamu lupa, hari itu, cerita tentang masalah besar yang kamu punya, masalah yang kamu coba pendam, masalah yang kamu coba simpan, masalah yang kamu coba kalahkan? Masalah yang kamu coba anggap tidak ada? Aku ingat, aku ingat semuanya, tanggalnya, obrolannya dan sikap kamu saat itu. Bahkan saat kamu lupa bahwa aku adalah orang yang tahu, saat kamu mengeluh tentang hal itu kepada orang-orang, aku hanya bisa melihat dari jauh.... Menyemangati dari jauh

Bahkan, kalau aku boleh egois, aku akan mengatakannya, aku akan mengatakannya tepat di depan mukamu, aku akan mengatakan bahwa kamu harusnya berterimakasih. Karena apa? Karena kamu sekarang, kamu seperti ini, kamu mengeluarkan semua bakat kamu, karena siapa? Karena aku! Siapa yang membuat mental kamu seperti ini kalau bukan aku? Siapa yang menyuruh kamu untuk berusaha waktu itu kalau bukan aku? Siapa yang memaksamu untuk bekerja keras saat itu kalau bukan aku? Semuanya aku, dan aku dapat apa? GA ADA, AKU TIDAK DAPAT APA-APA, AKU HANYA DAPAT PIKIRAN NEGATIF DARI KAMU SEKARANG

Kamu lupa, kamu lupa semua yang pernah terjadi, kamu terlalu sibuk melihat ke depan dan melupakan aku yang berada di belakang, kamu lupa aku yang selalu menjadi back-up kamu, KAMU LUPA... sekarang kamu hanya melihat aku dari satu sisi... iya, sekarang aku tau kenapa aku menyebut kamu mempunyai sifat buruk itu... karena kamu terlalu cepat melupakan orang lain...

Tapi kamu tau apa? Aku menunggu kesempatan itu, aku mengunggu kesempatan dimana aku bisa menunjukan, kalau aku tidak pernah berubah, aku sama, dengan aku pada hari itu, mungkin aku bodoh, tapi, aku tidak pernah berubah

I just need that one last chance, and i'll change anything

-LPP-


Jumat, 11 Juli 2014

Thought on: ENTP from the eyes of ENFP | Shattered Stories

Hey, ENTP, cousin, hahahaha. Basically, ENTP mempunyai fungsi dominan yang sama  yaitu Ne. Mereka enjoy mencari posibility dan memikirkan berbagai hal.

Sebelum mulai, seperti biasa, aku akan menuliskan  fungsi kognitif dari ENTP dan aku, ENFP

ENTP
1st: Ne (Extrovert Intuition)
2nd: Ti (Introvert Thinking)
3rd: Fe (Extrovert Feeling)
4th: Si (Introvert Sensing)

ENFP
1st: Ne (Extrovert Intuition)
2nd: Fi (Introvert Feeling)
3rd: Te (Extrovert Thinking)
4th: Si (Introvert Sensing)


Jadi, ENTP dan ENFP memiliki berbagai kesamaan. Menurut aku, ENTP orang  yang outgoing, mereka fleksibel dan mau belajar sesuatu yang baru walaupun itu sulit. Mereka juga cukup tegas karena fungsi keduanya yaitu Ti. Tapi terkadang, mereka sering melupakan Feeling dari setiap keputusan yang dibuat. Mereka cukup popular, dan bisa get along dengan siapapun. cool cool.

Mereka orang yang cocok untuk memimpin sebuah acara. Mereka  mempunyai banyak ide dan banyak pemikiran-pemikiran bagus. Tapi, satu hal lain yang aku lihat dari  ENTP, mereka suka berdebat. Mereka jago berbicara dan menguatkan  argumen mereka. Mereka  keras kepala dan tidak mau kalah kecuali jika mereka tahu bahwa mereka salah. Mereka pride-full dan jarang mengambil keputusan tergesa-gesa. Cara berpikir mereka juga menarik, cuma terkadang saat memang aku harus berdebat dengan mereka, aku harus mengingatkankepada mereka konsekuensi pada "feeling" dari keputusan yang mereka ambil. Mereka juga tetap teguh pada prinsip mereka dari awal dan akan melakukan hal yang berhubungan dengan  prinsip mereka.

Sebagai teman dan sebagai ENFP, aku melihat mereka akan sedikit menurunkan pride mereka pada teman dekat mereka, mereka mulai lebih melakukan banyak gerakan-gerakan tidak penting (?). Sedikit seram, kalo  kata aku karena mereka  mengeksekusi  sesuatu berdasarkan thinking dan membuat mereka kelihatan galak.

Minggu, 06 Juli 2014

Pengaruh Masuknya Ajaran Hindu-Budha di Indonesia


        Masuknya pengaruh unsur kebudayaan Hindu-Budha dari india telah mengubah dan menambah khasanah budaya Indonesia dalam beberapa aspek kehidupan.

a.       Agama
Ketika memasuki zaman sejarah, masyarakat indonesia menganut kepercayaan animisme. Masyarakat mulai menerima kepercayaan baru, yaitu agama Hindu-Budha sejak berinteraksi dengan orang-orang India. Budaya baru tersebut membawa perubahan pada kehidupan keagamaan, misalnya dalam hal tata cara krama, upacara-upacara pemujaan dan bentuk tempat peribadatan.

b.      Pemerintahan
Sistem pemerintahan kerajaan dikenalakan oleh orang-orang India. Dalam sistem ini kelompok-kelompok kecil masyarakat bersatu dengan kepemilikan wilayah yang luas. Kepala suku yang terbaik dan terkuat berhak atas tampuk kekuasaan kerajaan. Oleh karena itu lahir kerajaan-kerajaan seperti kutai, tarumanegara dan sriwijaya.

c.       Arsitektur
Salah satu tradsi megalitikum adalah punden berudak-undak. Tradisi tersebut berpadu dengan budaya India yang mengilhami perbuatan bangunan candi. Jika kita memperhatikan candi borobudur, akan terlihat bahwa bangunannya beberbentuk limas yang berundak-undak. Hal ini menjadi bukti adanya paduan budaya india-Indonesia.


d.      Bahasa
Kerajaan-kerajaan Hindu-Budha di Indonesia meninggalkan beberapa prasasti besar berhuruf pallawa dan berbahasa Sanskerta. Dalam perkembangan selanjutnya bahkan hingga saat ini, bahasa Indonesia memperkaya diri dengan bahasa sanskerta itu. Kalimat atau kata-kata bahasa Indonesia yang merupakan hasil serapan dari bahasa sanskerta yaitu Pancasila, Dasa Dharma, Kartika Eka Paksi, Parasamya Purnakarya Nugraha, dsb.

e.      Sastra
Berkembangnya pengaruh India di Indonesia membawa kemajuan besar dalam bidang sastra. Karya sastra terkenal yang mereka bawa adalah kitab Ramayan dan Mahabarata. Adnya kitab-kitab itu memacu para pujangga Indonesia untuk menghasilkan karya sendiri. Karya-karya sastra yang muncul di Indonesia:
1.       Arjunawiwaha, karya Mpu Kanwa
2.       Sotasoma, karya Mpu Tantular, dan
3.       Negarakertagama, karya Mpu Prapanca

http://rahmandiligent.blogspot.com/p/pengaruh-masuknya-ajaran-hindu-budha-di.html

 Budha
Pada awalnya Budha merupakan salah satu aliran dalam agama Hindu yang disebut budhisme. Budhisme dimunculkan dan dikembangkan oleh Sidharta Gautama sebagai protes atas ketidakadilan sistem kasta dalam masyarakat Hindu, dimana kasta rendahan mengalami ketidakadilan. Sidharta sebenarnya masuk dalam kasta ksatria karena merupakan putra dari Raja Sudhodana dari kerajaan Kapilawastu. Tetapi kemudian dia meninggalkan semua kemewahan istana dan menjadi pertapa setelah dia melihat kehidupan di luar istana yang sangat memprihatinkan. Dalam pertapaannya dia memperoleh bodhi dan disebut Sang Budha (yang disinari).
Umat Budha mempunyai kitab suci yang disebut Tripitaka yang berarti tiga keranjang. Isi dari kitab Tripitaka adalah :  
a.   Winayapitaka, berisi tentang peraturan dan hukum yang menentukan cara hidup para pemeluk agama Budha.
b.   Sutrantapitaka, berisi wejangan sang Budha.
c.   Abdidharmapitaka, berisi keterangan dan penjelasan tentang agama Budha.
Umat Budha meyakini bahwa manusia hidup di dunia berada dalam kesengsaraan (samsara), oleh karena itu kesengsaraan dapat dihentikan dengan mengamalkan astavidha (delapan jalan) yaitu : Ajaran yang benar; Niat yang benar; Perkataan yang benar; Perbuatan yang benar; Penghidupan (mata pencaharian) yang benar; Usaha (daya upaya) yang benar; Perenungan yang benar; Samadi (bersemedi) yang benar.
 Dalam perjalanannya, ajaran Budha terpecah menjadi 2 aliran yaitu :
a.   Budha Hinayana (kendaraan kecil)
Aliran ini berpendapat bahwa setiap orang harus berusaha sendiri-sendiri untuk masuk nirwana tanpa pertolongan orang lain. Hal itu sesuai dengan ajaran Budha pada awalnya.
b.   Budha Mahayana (kendaraan besar)
Aliran ini berpendapat sebaiknya manusia berusaha bersama-sama dan saling membantu dalam mencapai nirwana.
Umat Budha merayakan hari raya Triwaisak yaitu peringatan kelahiran, turunnya Bodhi dan kematian Sang Budha.
B.  Proses Masuknya Hindu-Budha di Indonesia
Proses masuknya kebudayaan Hindu dan Budha berlangsung sangat panjang. Keterlibatan berbagai pihak sangatlah menentukan perkembangan kebudayaan ini. Mulai dari pedagang, tokoh agama bahkan hingga orang biasa.
Menurut Van Leur dan Wolters, hubungan dagang Indonesia dan India lebih dahulu berkembang daripada hubungan dagang yang dilakukan Indonesia dan Cina. Terlibatnya Indonesia dalam kegiatan perdagangan, berakibat terjadinya akulturasi kebudayaan, terutama dengan budaya India, yaitu agama Hindu dan Budha. Dari hubungan perdagangan tersebut, muncul beberapa teori mengenai proses masuknya budaya Hindu-Budha ke Indonesia.
a.   Teori Brahmana
Teori ini mengungkapkan bahwa kebudayaan Hindu dan Budha menyebar ke Indonesia di bawa kaum brahmana. Kemungkinan teori ini adalah yang paling benar, hal ini terbukti dengan ditemukannya Yupa Kutai yang menyebutkan bahwa penyebaran ajaran Hindu dilakukan melalui upacara keagamaan, dan hal ini hanya dapat dilakukan oleh para brahmana. Pendukung teori ini adalah J.C. van Leur.
b.   Teori Ksatria
Teori ini mengungkapkan bahwa agama Hindu dan Budha menyebar ke Indonesia karena pengaruh dari para bangsawan. Hal ini dibuktikan dengan adanya koloni baru yang dibentuk orang India di Indonesia. Di tempat barunya para bangsawan menyebarkan agama dan budaya Hindu-Budha. Pendukung teori ini adalah C.C. Berg dan Majumdar.
c.   Teori Waisya
Teori ini menyatakan bahwa proses masuknya kebudayaan Hindu-Budha melalui hubungan dagang antara India dan Indonesia. Para pedagang dari India banyak yang menetap di Indonesia yang kemudian jalinan hubungan itu telah membuka peluang bagi terjadinya proses penyebaran kebudayaan Hindu-Budha. Pendukung teori ini diantaranya N. J. Krom dan Purbacaraka.
d.   Teori Sudra
Von van Faber mengungkapkan bahwa peperangan yang terjadi di India telah menyebabkan golongan Sudra menjadi orang buangan. Kemudian mereka meninggalkan India mengikuti kaum Waisya. Dengan jumlah yang besar diduga golongan Sudralah yang memberi andil besar dalam penyebaran budaya/agama Hindu ke nusantara.
e.   Teori Arus Balik
Teori ini diungkapkan oleh F.D.K. Bosch, Bosch meyakini bahwa orang Indonesialah yang paling berperan dalam penyebaran Hindu-Budha di nusantara. Setelah di awali orang-orang India, penduduk Indonesia yang ingin tahu lebih dalam tentang ajaran Hindu-Budha langsung berlayar ke india untuk belajar. Kemudian setelah pulang ke indonesia mereka menyebarkan apa yang sudah mereka pelajari. Teori berdasar pada ditemukannya arca Budha di Sempaga, Sulawesi Selatan, yang sangat mirip dengan arca yang dibuat di Amarawati (India).
C. Pengaruh Unsur Kebudayaan Hindu-Budha Terhadap Kehidupan Masyarakat Indonesia
1.   Bidang agama
Ketika memasuki zaman sejarah, masyarakat di nusantara telah menganut kepercayaan animisme dan dinamisme. Masyarakat mulai menerima sistem kepercayaan baru, yaitu agama Hindu-Budha. Sejak berinteraksi dengan orang-orang India budaya baru tersebut membawa perubahan pada beragama. Misalnya, dalam hal tata krama, upacara-upacara pemujaan, dan bentuk tempat peribadatan).
2.   Bidang sosial
Dalam bidang ini kebudayaan India mempengaruhi pada sistem pemerintahan dan kemasyarakatan. Dalam sistem ini kelompok-kelompok kecil masyarakat bersatu dengan kepemilikan wilayah. Kepala suku yang terbaik dan terkuat berhak menduduki kekuasaan kerajaan. Oleh karena itu, lahir kerajaan-kerajaan seperti, Kutai, Tarumanegara, Sriwijaya, dan lain-lain.
3.   Bidang seni
Pengaruh dari kebudayaan Hindu-Budha ini dapat berupa relief, sastra. Untuk seni relief banyak dijumpai hiasan-hiasan pada dinding candi yang sesuai dengan unsur India. Di bidang seni sastra, terlihat pada penggunaan huruf Pallawa dan bahasa Sanskerta pada prasasti-prasasti. Adanya cerita Mahabarata dan Ramayana yang bersumber pada kebudayaan India. Selain itu adapun kitab-kitab yang dihasilkan oleh para pujangga Indonesia seperti: Arjunawiwaha (Mpu Kanwa); Sutasoma (Mpu Tantular); Negarakertagama (Mpu Prapanca).
4.   Bidang bahasa
Kerajaan-kerajaan Hindu-Budha di Indonesia meninggalkan beberapa prasasti yang sebagian besar berhuruf Pallawa dan berbahasa Sansekerta. Dalam perkembangan selanjutnya bahkan hingga saat ini, bahasa Indonesia memperkaya diri dengan bahasa Sansekerta. Kalimat atau kata-kata bahasa Indonesia yang merupakan hasil serapan dari bahasa sansekerta, seperti: Pancasila, Dasa Dharma, Kartika Eka Paksi, dan Parasamya Purnakarya Nugraha.
5.   Bidang pendidikan
Dalam bidang ini kaum brahmana merupakan kelompok yang mempunyai pengaruh, karena yang memberikan ilmu dalam masyarakat. I-Tsing mengungkapkan bahwa di Kerajaan Sriwijaya telah didirikan sekolah setaraf perguruan tinggi yang menampung biarawan untuk belajar agama Budha.
http://dzakibelajar.blogspot.com/2013/07/sejarah-dan-pengaruh-hindu-budha-di.html

Jumat, 04 Juli 2014

Thought on: How does it feel to be an ENFP? | Shattered Stories

Rasanya  menjadi ENFP?

Menurut aku jadi ENFP itu berarti jadi pribadi yang kontradiktif. Okay mereka bisa menyelesaikan permasalahan  dengan dunia eksternal menggunakan berbagai probabilitas yang mereka bisa pikirkan. Tapi, masalah yang sebenarnya  mereka  hadapi adalah dirinya sendiri.

Data personality aku:
Intovert: 47 %
Extrovert: 53 %
Sensing: 5 %
Intuition: 95 %
Feeling: 5? %
Thinking: 4? %
Judging: 37 %
Perceiving: 63 %
Enneagram: Type 3

Disclaimer: Post ini hanya opini menurut kehidupan dan personality yang mencakup data di atas

ENFPs are warm, enthusiastic people, typically very bright and full of potential. They live in the world of possibilities, and can become very passionate and excited about things. Their enthusiasm lends them the ability to inspire and motivate others, more so than we see in other types. They can talk their way in or out of anything. They love life, seeing it as a special gift, and strive to make the most out of it.

Aku menilai diri aku bukan sebagai tipe yang warmth. Jujur aja, kadang-kadang aku bingung  kenapa orang-orang menceritakan masalahnya kepadaku. Apakah karena jawaban aku memuaskan? atau kalimat-kalimat  yang menyemangati? Memang, aku menyemangati dengan tulus  dan ga mikir apa-apa lagi. Aku orang yang berenergi dan berapi-api. Tetapi tiis dan tertutup disaat yang bersamaan.

Aku juga bisa bilang, aku termasuk tipe yang persuasif karena bisa membaca perasaan  dan pikiran seseorang (not in super power way) melalui raut dan gerak-gerik mereka, dan  memberi feedback yang menurutku paling sesuai dengan kondisi yang ada. Salah satu  teman aku pernah berkata, bahwa aku pejilat. Aku sebenarnya tidak pernah memikirkan hal seperti itu karena, yap. Aku memang menyesuaikan kata-kata untuk mencapai tujuan dari sebuah  pembicaraan.  Kalo memang dibutuhkan kata-kata baik untuk mencapai tujuan itu, kenapa  tidak? Aku juga tidak keberatan  memakai kata-kata yang seperti  marah jika memang harus perlu.

ENFPs have an unusually broad range of skills and talents. They are good at most things which interest them. Project-oriented, they may go through several different careers during their lifetime. To onlookers, the ENFP may seem directionless and without purpose, but ENFPs are actually quite consistent, in that they have a strong sense of values which they live with throughout their lives. Everything that they do must be in line with their values. 

Iya, memang, faktanya adalah  jika aku  menyukai sesuatu bidang atau projek, aku akan mempelajarinya, sehingga aku  menguasai hal itu setidaknya 90 %. Selama masa sekolah juga aku berpindah-pindah extrakulikuler (karena aku punya 5) sesuai dengan kewajiban dan mood aku terhadap ekstrakulikuler tersebut. Ya, aku tau orang-orang menganggap aku sebagai orang yang gabisa loyal pada satu hal. Tapi menurutku mempunyai banyak ekskul berarti mempunyai banyak pilihan.  Aku ga mau hanya  dilabelin sebagai salah satu ekskul aku. Duh.

Tapi, walaupun aku terlihat tidak loyal, bukan berartiaku tipe yang berganti-ganti idealisme dan personality. I quite  enjoy being myself. Walaupun orang-orang melihatku sebagai orang yang melakukan banyak hal secara tidak berencana, aku punya misi rahasia  dibalik itu. Hmm who knows?
Haha

Aku memang spontan. Berkebalikan dan tidak berkebalikan dengan  ISFJ. Aku membuat rencana diawal. Tapi, untuk eksekusi dari rencana tersebut, aku tidak bertahan pada satu jalan. Aku lebih baik merubah rencananya di tengah-tengah, asal bisa mendapatkan tujuan yang sama,  aku  pikir itu tidak apa-apa dan lebih mudah diterima.

An ENFP needs to feel that they are living their lives as their true Self, walking in step with what they believe is right. They see meaning in everything, and are on a continuous quest to adapt their lives and values to achieve inner peace. They're constantly aware and somewhat fearful of losing touch with themselves. Since emotional excitement is usually an important part of the ENFP's life, and because they are focused on keeping "centered", the ENFP is usually an intense individual, with highly evolved values.

Yap. Aku gamau dilabelin sebagai sesuatu. Aku  mau dilabelin  sebagai aku. Di berbagai hal, aku mempunyai semacam  batasanuntuk tidak melebihi "sifat aku". ENFP pribadi yang bangga  dengan dirinya sendiri dan akan lebih mencintai dirinya sendiri daripada orang lain. Mereka bisa memilih kapan harus memakai logic dan  kapan perasaan. Satu  hal yang aku benci adalah ketika seseorang berusaha merubahku dengan paksa untuk melihat apa yang ia lihat benar. Okay aku memang Extrovertthinker tapi  aku juga intorvert feeler jadi kalo  kamu punya sesuatu yang ga  sesuai dengan cara aku, you can go the fck out

An ENFP needs to focus on following through with their projects. This can be a problem area for some of these individuals. ENFPs who remain centered will usually be quite successful at their endeavors. Others may fall into the habit of dropping a project when they become excited about a new possibility, and thus they never achieve the great accomplishments which they are capable of achieving.

The truth has spokeen! Bener, aku ga bisa fokus terhadap sesuatu. Selalu ada hal yang dapat  membuatku tidak fokus. Sekecil apapun itu. Tapi, walaupun tidak fokus dan  kesana  kemari, ENFP tetap berusaha menyelesaikan tugasnya. Aku pribadi  tidak pernah meninggalkan tugas. Hanya, jika aku tidak menyukai  tugasitu, hasilnya akan berbeda dari tugas yang aku sukai.

Unlike other Extraverted types, ENFPs need time alone to center themselves, and make sure they are moving in a direction which is in sync with their values. 

Yes. Kalo ada ranking 16 besar paling ekstrovert  sampe ke paling  introvert, ENFP  ada digaris batas antara introvert dan  ekstrovert. ENFP lebih memercayai dirinya sendiri dibanding dengan dunia. Mereka seringkali berintrospeksi untuk melihat kembalai apakah mereka benar atau salah.

Most ENFPs have great people skills. They are genuinely warm and interested in people, and place great importance on their inter-personal relationships. ENFPs almost always have a strong need to be liked. Sometimes, especially at a younger age, an ENFP will tend to be "gushy" and insincere, and generally "overdo" in an effort to win acceptance. 

GIMME ALL YOU LOVE AND ADORE ME!!!
No  just kidding, im not that extrovert to do things  like that. Walaupun  memang ada ENFP yang melakukan hal tersebut, mungkin itu adalah dirinya dan kepribadiannya.

However, once an ENFP has learned to balance their need to be true to themselves with their need for acceptance, they excel at bringing out the best in others, and are typically well-liked. They have an exceptional ability to intuitively understand a person after a very short period of time, and use their intuition and flexibility to relate to others on their own level.

The key is balance, bro. Exceptional ability di atas, bisa aku bilang bener, aku bisa membaca  orang walaupun baru mengenal mereka.  Sisanya  adalah, apakah mereka interesting atau tidak.

An ENFP who has "gone wrong" may be quite manipulative - and very good it. The gift of gab which they are blessed with makes it naturally easy for them to get what they want. Most ENFPs will not abuse their abilities, because that would not jive with their value systems.

Aku tau,  aku punya "that manipulative thingy" sebagai personality dan kemampuan  aku. Aku memang sering menggunakannya untuk kepentinganku  mencapai  yang aku mau. Tetapi, aku tidak pernah menggunakannya untuk hal-hal yang merusak kepentingan orang lain.

Having an ENFP parent can be a fun-filled experience, but may be stressful at times for children with strong Sensing or Judging tendancies. Such children may see the ENFP parent as inconsistent and difficult to understand, as the children are pulled along in the whirlwind life of the ENFP. Sometimes the ENFP will want to be their child's best friend, and at other times they will play the parental authoritarian. But ENFPs are always consistent in their value systems, which they will impress on their children above all else, along with a basic joy of living.

Forget the parenting hood. Terkadang, ENFP punya kesulitan  untuk berbaur  dengan tipe tipe SJ. SJ tidak melihat  point yang dilihat oleh  ENFP dan ENFP tidak  mengerti bagaimana SJ bisa bertahan dengan cara-cara  kehidupannya. Terkadang SJ terlalu merencanakan semuanya terlalu detail sehingga ENFP merasa diatur.

ENFPs are basically happy people. They may become unhappy when they are confined to strict schedules or mundane tasks. Consequently, ENFPs work best in situations where they have a lot of flexibility, and where they can work with people and ideas. Many go into business for themselves. They have the ability to be quite productive with little supervision, as long as they are excited about what they're doing.

Seriously, sekolah adalahhal paling membosankan dengan cara belajar dan hal yang sama  dilakuakn berulang-ulang.  Karena  itu biasanya ENFP menyibukkan dirinya dengan  banyak hal. Banyak, banyak hal.

Because they are so alert and sensitive, constantly scanning their environments, ENFPs often suffer from muscle tension.

Aku sebenernya kurang tau tentang  ini

 They have a strong need to be independent, and resist being controlled or labelled. 

Iya, itu  memang  satu halyang baik tapi terkadang mereka terlalu independent.  Like really,  aku jarang banget minta bantuan ke orang lain, aku  juga ga tau  kenapa. ENFP, butuh seseorang yang simply, lebih  keras  kepala dari dia. ENFP tau mereka salah dan  mereka butuh bantuan tetapi saat orang berusaha membantu mereka, mereka akan mengatakan bullshit  seperti "aku ga masalah" blablabal walaupun  sebenarnya mereka  sangat butuh. Karena itu  lah, mereka  membutuhkan orang yang keras kepala untuk mengalahkan ego mereka.

They need to maintain control over themselves, but they do not believe in controlling others. Their dislike of dependence and suppression extends to others as well as to themselves.

Kenapa aku  harus  mengontrol hidup orang lain? Hidup  mereka tidak sama denganku

ENFPs are charming, ingenuous, risk-taking, sensitive, people-oriented individuals with capabilities ranging across a broad spectrum. They have many gifts which they will use to fulfill themselves and those near them, if they are able to remain centered and master the ability of following through

Well, suit yourself!

Satu hal lagi yang tidak tersebutkan di personality  potrait ENFP bahwa terkadang ENFP  little bit too emotional for anything. Mereka memikirkan semua hal dan kata-kata yang  orang  lain lakukan  pada mereka, dan menganalisis kemungkinan kemungkinan penyebab dari hal itu.  Bisa dibilang bahwa ENFP adalah  orang yang  overthinking.

Sisi yang mereka anggap superior adalah ketika mereka merasa hidup mereka  lebih seru dari hidup semua orang. Mereka punya big circle of Friendship but somewhat dont take that  too serious. Jika ENFP punya ambisi, mereka akan konsisten pada ambisi mereka dan memakai kemampuan-kemampuan yang mereka punya untuk mendapatkan hal tersebut.

source:  http://www.personalitypage.com/ENFP.html

Thought on: ISFJ from the eyes of ENFP | Shattered Stories

Fungsi  kognitif

ISFJ
1st: Si (Introvert Sensing)
2nd: Fe (Extrovert Feeling)
3rd: Ti (Introvert Thinking)
4th: Ne (Extrovert Feeling)

ENFP
1st: Ne (Extrovert Intuition)
2nd: Fi (Introvert Feeling)
3rd: Te (Extrovert Thinking)
4th: Si (Introvert Sensing)

Dari fungsi kognitif, persamaan ISFJ dan ENFP terletakdi bagian yang paling inferior dimana Ne untuk ISTJ  dan  Si untuk ENFP. Sisanya, kedua tipe ini mempunyai cara yang beda  dalam mengeksekusi informasi.

Jika  dilihat, ISFJ  memiliki satu sifat yang sama seperti ISTJ, yaitu loyalitas yang tinggi. Berkebalikan dengan ENFP yang tidak mau diberi label. Aku melihat ISFJ memang pure baik dan mereka benar-benar membantu orang sepenuh hati.  Tapi terkadang sifat itu yang  membuat ENFP merasa guilty terhadap bantuan-bantuan ISFJ  karena mungkin, ISFJ sebagai introvert, tidak terlalu terbuka  dengan banyak orang sehingga ia tidak membuka membanyak informasi yang bisa dibantu oleh ENFP. ENFP sebagai orang yang suka membantu dan memotivasi pun tidak bisa melakukan tugasnya.

Sebagai teman, ISFJ... sering membantu. Mungkin memang kata kunci untuk ISFJ adalah  membantu. Mereka memikirkan perasaan orang lain (fungsi kedua yaitu Fe) daripada perasaan  mereka sendiri dan jarang sekali mengatakan "tidak" ketika  diminta bantuan. Sedikit mirip dengan  INFJ, mereka gentle soul  dan aku ga berani untuk mengambil keuntungan apapun dari mereka.

Fakta unik, aku pernah baca di satu  blog,  dimana katanya ISFJ bakal milih satu orang  sebagai teman mereka untuk "stick around" di suatu event. Aku tidak terlalu  mengerti kenapa mereka  memilih satu orang itu.  Tetapi memang benar faktanya bahwa mereka akan seperti itu.  Aku pernah merasakannya dan ternyata itu 100% benar.

Sama seperti ISTJ,  mereka juga memiliki  ingatan yang kuat karena fungsi pertamanya yaitu Si. Bisa dibilang juga bahwa ISFJ mematuhi banyak aturan dan komitmen-komitmen yang mereka buat. Memang yaa dom Si tuh:(


Kamis, 03 Juli 2014

Thought on: ISTJ from the eyes of ENFP | Shattered Stories

Indonesian Post

ISTJ
1st: Si (Introvert Sensing)
2nd: Te (Extrovert Thinking)
3rd: Fi (Introvert Feeling)
4th: Ne (Extrovert Intuition)

ENFP
1st: Ne (Extrovert Intuition)
2nd: Fi (Introvert Feeling)
3rd: Te (Extrovert Thinking)
4th: Si (Introvert Sensing)

Secara literal, ISTJ memiliki fungsi kognitif yang urutannya terbalik dengan ENFP. Fungsi yang terbalik itu juga tidak menjamin ISTJ akan bisa akrab langsung dengan ENFP. Sebenernya ENFP bisa dibilang sebagai orang yang tidak mau  berkomitmen 100 % pada  sesuatu dan bisa dibilang  tidak loyal. Sifat yang jauh beda  dengan ISTJ.

Aku liat, ISTJ itu tipe yang serius dan selalu memberi totalitas pada apapun yang ia kerjakaan. Pokoknya mereka gabakal hidup tenang kecuali  semua tugas mereka selesei. Waw. Aku bisa bilang mereka jarang  memperlihatkan perasaan mereka. Profesional yap. Jikakita memberi tugas kepada ISTJ, jangan lupa harus  membuat tugas itu serinci mungkin. Atau, jangan kecapean ditanya terus-menerus oleh mereka. Mereka hanya ingin hasil terbaik dari tugas yang diberikan.

Dilihat dari sisi pertemanan, mereka baik kok, mau ngebantu dan hasil bantuannya pun baik. Tapi tetep kita tidak boleh memanfaatkan sifat ISTJ karena mereka bisa berbalik arah. Oh iya jangan ngerusak kepercayaan ISTJ juga, itu limited.

ISTJ, kadang-kadang susah moveon, itu karena fungsi Si mereka yang memang menjadi fungsi teratas.  Mereka mempunyai ingatan yang bagus terhadap sesuatu yang berhubungan  dengan masa lalu.  Misalnya, temen aku yang ISTJ, bisa mengingat apa yang aku ucapkan dan dimana, sedangkan aku hanya bisa mengingat bahwa aku telah mengucapkan hal tersebut. Makanya jangan bosan jika melihat nilai biologi ISTJ juga sering besar. Haha.

"Bukan orang yang suka menjadi trendsetter, ISTJ"  karena mereka tidak terlalu  suka  muncul ditengah banyak-banyak orang dan diperhatikan s etiap gerakannya. Mereka  sebagai  introvert tidak  akan nyaman. Terkadang  membuat cape. 

Thought on: ISTP from the eyes of ENFP | Shattered Stories

Indonesian post

Nah sebelum mulai ke bagian thought on, aku bakal  ngasih liat secara singkat fungsi kognitif dari ISTP dan ENFP

ISTP:
1st: Ti (Introvert Thinking)
2nd: Se (Extrovert Sensing)
3rd: Ni (Introvert Intuition)
4th: Fe (Extrovert Feeling)

ENFP
1st: Ne (Extrovert Intuition)
2nd: Fi (Introvert Feeling)
3rd: Te (Extrovert Thinking)
4th: Si (Introvert Sensing)

Dari data diatas. Bisa dilihat, ISTP tidak mempunyai fungsi  apapun yang sama dengan ENFP. Fakta itu membuat ENFP  menjadi pribadi yang sangat-sangat jauh dengan ISTP. Aku, sebaggai ENFP, bakal  ngereview sisi general dari temen aku yang ISTP.

Pertama, Aku bisa bilang kalo mereka introvert yang punya standar dalam  milih temen. Ga sembarang orang mereka mau percaya dan ga semua orang juga bisa cocok sama mereka. Gara-gara mereka introvert, mereka emang jarang ngabisin waktu bareng orang dan punya mood "aing lagi mau diem, jangan ganggu aing" gitu. Bisa dibilang  salah satu tipe yang terjaim. Haha. Selain itu, ISTP, punya sisi survival yang kuat.  Somehow  mereka bisa menang dalam banyak hal yang bisa dimenangkan.  Probably tipe yang paling cocok dan bisa bertahan di zombie apocalypse. Mereka juga ahli dengan sesuatu yang memerlukan koordinasi bagian-bagian tubuh.

Karena mempunyaifungsi kognitif yang berbeda dengan ENFP, terkadang banyak terjadi perbedaan pendapat/pemikiran/perasaan. Ketika mendapat sebuah informasi, ENFP lebih memikirkan probabilitas  dengan informasi tersebut sedangkan ISTP menganalisisnya. Untuk jokes juga terkadang, jokes ISTP terlalu mengkritis untuk diterima ENFP. Tapi, untuk ENFP yang sudah lama mengenal ISTP, biasanya menganggap itu  sebagai hal biasa.

ISTP juga tipe yang jujur dalam  memberi  kritik dan saran. Jadi, jangan salahin ISTP  kalo mereka  menilai kalian  jelek. Karena mereka cuma jujur. Mereka juga bukan penjilat dan ga bakal ngebagus-bagusin kalian  kecuali kalo memang itu bagus.

Satu hal yang menarik  lagi  dari ISTP adalah mereka Fe, walaupun itu fungsi mereka yang paling terakhir,  tapi, mereka mempunyai Fe  dan peduli dengan perasaan orang  sekitar. Mereka tidak  mau menunjukkannya. Seperti yang  sudah aku bilang di atas, mereka  jaim. Tapi walaupun begitu, mereka akan  tetap  mengeluarkannya  jika memang dibutuhkan.

Untuk berteman dengan ISTP kamu butuh
- ideologi / kesukaan yang sama
- Ga buru-buru dan biarin mereka memutuskan untuk percaya ke kamu atau engga
- Jujur
- Rasional

 

Image by Febz - Edit Image