Image by Febz - Edit Image Rant: Paradox Posibility | Shattered Stories ~ Shattered Stories

Pages

Kamis, 02 Juli 2015

Rant: Paradox Posibility | Shattered Stories



Okay ini either bakal agak berat atau ngebuat aku keliatan bodoh.
Satu poin yang aku pengen tegasin disini adalah "what if"

Sekolah di  SMAN 3 Bandung, jujur  merupakan  sesuatu yang sangat aku suka. Bukan karena judul dari sekolah atau prestasinya. Tapi karena disini aku  belajar. Bagaimana  menyeimbangkan otak dan otot. Otak kanan dan otak kiri. Otak dan hati yang jujur saja aku ga yakin bisa aku dapetin di semua sekolah. Pasalnya, di 3  sih, nilai kamu jelek, bisa kena RMP, salah dikit, SP. Lebih salah lagi? Kontrak ulang. Kalimatnya emang simple tapi praktiknya susah banget.

Lalu, what if aku ga sekolah disini? What if, dulu waktu pendaftaran aku takut dan akhirnya ngambil SMA lain yang batas  NEMnya lebih rendah dari SMA ini. Aku tau SMA itu  bagus dengan event-event besarnya, tapi apa aku bisa sekomitmen ini dengan pelajaran aku di  sekolah?

What if aku sekolah disini tapi aku bukan kelas X-8? Atau aku bukan XI-5? Aku yakin ada beberapa sifat yang beda dari aku sekatang. Aku juga ga bakal ngambil jalan yang sama dengan yang aku ambil sekarang. Aku juga ga bakal punya pemikiran  yang sama dengan aku  sekarang dan aku juga ga bakal bareng sama orang-orang yang aku kenal sekarang.

Atau what if NEM  SMP aku kecil dan saking kecilnya aku ga dapet SMA dan mungkin aku nyari SMA swasta atau bahkan ga sekolah sama sekali? What if aku ga kenal atau ga punya kesempatan buat deket sama orang-orang yang udah ngebantu/ngebuat aku jadi berdiri sendiri? What if dulu aku milih buat bilang engga ke jalan ini? What if aku gamau berubah?

Itu adalah "What if" kecil yang probabilitasnya masih besar dan mungkin terjadi. Tapi bagaimana jika what if itu tidak ada? Bagaimana jika semua itu memang  sudah jalan ceritanya?

Ada satu video games yang selalu menginspirasi aku, judulnya?  "Bioshock Infinite". Secara garis besar plotnya adalah mencoba merubah sejarah. Seorang ilmuan bernama Rosalind Luttece (This Dimention) suatu hari melihat kaca.Saat itu dia menyadari bahwa bayangan kaca itu disaat yang besamaan adalah dia dan bukan dia. Saat itu lah iya mulai  mempelajari fisika. "Quantum Theory". Dia berhasil membawa Robert Luttece yang tidak lain adalah dirinya  "jika" dia terlahir sebagai  laki-laki. Robert hidup dimensi yang berbeda dengan Rosalind. Mereka pun saling membantu membuat alat yang dapat membuat mereka bisa  menjelajahi dimensi lain. Dengan dana yang diberikan oleh Zachary Comstock, mereka sukses menculik bayi  perempuan Booker Dewitt (Tokoh utama pria, seorang oengangguran, veteran perang yang terbelit hutang). Rencana tidak berjalan dengan mulus karena Booker merubah pikirannya dan mencoba kembali merebut anaknya tepat saat Comstock dan Luttece akan melewati  gerbang,  yang membuat bayi itu kehilangan  salah satu ruas jari kelingkingnya dalam batas  antar dimensi. Setelah kejadian itu Comstock makin mendanai project Luttece,  namun alat buatan mereka malah membuat  mereka  terjebak di ruang dan waktu.

Terjebak di ruang dan waktu juga menjadi sebuah  anugerah  dan kutukan. Luttece melihat masa depan hancur karena Comstock mengambil bayi itu. Mereka pun mencoba membenarkan kesalahan yang telah mereka buat dengan cara meminta Booker  Dewitt menyelamatkan Elizabeth, anak Comstock yang dikurung oleh Comstock disebuah menara.

Little did he know, Elizabeth adalah anaknya sendiri. Sebuah fakta unik, Elizabeth  mempunyai sebuah kekuatan untuk membuka tears ke dimensi lain. Elizabeth juga  sangat ingin pergi ke Paris. Booker  Dewitt yang mempunyai tugas untuk membawa Elizabeth ke New York, berbohong dan mengatakan bahwa ia akan membawa Elizabeth ke Paris. Perjalanan tidak mulus apalagi  dengan makhluk semi monster (Bioshock) yang Comstock tugaskan untuk menjaga Elizabeth.

Ditengah-tengah perjalanan Elizabeth  menyadari bahwa pesawat (Air Ballon) yang mereka naiki, telah disetting oleh Booker untuk menuju New York. Elizabeth pun marah dan  sempat kabur sampai akhirnya Booker berhasil mengejarnya  dan berjanji akan membawanya ke Paris.

Sekali lagi, perjalanan mereka terganggu oleh kelompok Revolusi, Vox Populi. Booker diminta untuk mengambil senjata dari seorang Chinese sebagai argo agar mereka bisa keluar dengan damai. Karena tidak punya pilihan, Booker mengikuti perintah Vox Populi dan  mendatangi  rumah Chen Lin. Mereka telat dan ternyata istri Chen Lin (seorang wanita tiongkok tua) mengatakan bahwa Chen Lin telah diculik oleh tentara Comstock dan dibunuh. Di situ lah Elizabeth menyadari kekuatannya untuk berpindah dimensi. Elizabeth dan Booker lalu berpindah dimensi, ke dimensi dimana Chen Lin masih hidup. Tapi ternyata Chen Lin yang mereka temukan adalah Chen Lin yang mengikuti  ajaran Booker.  Chen  Lin yang mempunyai istri seorang wanita ras putih. Dan Chen Lin yang menyadari bahwa  dirinya sudah mati di dimensi  lain.

Sekali lagi mereka berpindah dimensi. Kali ini adalah dimensi dimana Booker adalah seorang pahlawan revolusi yang mendukung vox populi. Sayangnya, di dimensi ini, Booker sudah mati. Cerita berlanjut sampai tiba dimana Daisy, pemimpin Vox  populi mencoba  membunuh anak laki-laki Fink. Elizabeth yang tidak  mempunyai  pilihan  lalu membunuh Lindzey dari  belakang dengan cara menusuknya. Elizabeth yang shock lalu kabur. Mereka kemudian menaiki  pesawat first lady lalu pergi ke paris.

Di perjalanan  lagi-lagi mereka diganggu. Kali ini oleh Songbird. Penjaga, Elizabeth.  Booker yang saat itu terjatuh hampir saja dibunuh oleh Songbird. Tetapi,  Elizabeth  menyerahkan diri dan dibawa oleh  Songbird ke tempat Comstock. Booker pun mencoba mengejarnya tetapi di tengah-tengah perjalanan sebuah tears terbuka dan tiba-tiba jalan menuju rumah Comstock bersalju. Booker  pun bingung mengapa ada salju di bulan Juni tetapi ia mengabaikannya. Ternyata ia dibawa oleh Elizabeth dari 6 bulan setelah kejadian. Dunia sudah terjadi peperangan dan  satu-satunya cara menghentikannya adalah membuat Elizabeth yang ia kenal tidak menjadi seperti Elizabeth yang sekarang.

Booker  pun dikembalikan dan berhasil menyelamatkan Elizabeth. Namun, Elizabeth dipenuhi kemarahan dan kebencian. Ia melupakan tujuannya untuk pergi ke Paris dan ingin membunuh Comstock. Booker pun membuat kesepakatan  bahwa dia lah yang akan membunuh Comstock. Mereka akhirnya pergi ke kediaman Comstock, dimana Comstock memberitahu  Booker bahwa dirinya adalah Comstock dan Elizabeth  adalah anaknya yang diculik oleh (secara teknis) dirinya sendiri beberapa tahun silam.

Elizabeth pun akhirnya memunculkan potensi maksimalnya saat Songbird menghancurkan menara tempat Elizabeth tinggal yang ternyata memancarkan sejenis gelombang yang menahan kekuatannya. Saat menaranya hancur, Elizabeth bisa melihat seluruh kemungkinan.

Ternyata Comstock  adalah hasil dari pilihan Booker saat menerima baptis. Jika ia memilih dibabtis, akan lahir seorangpria baru bernama Zhacarhy Comstock. Jika dia tidak menerima baptis, ia akan hanya menjadi seorang Booker Dewitt, yang  menikah  dan mempunyai anak bernama Anna Dewitt.

Luttece pun ternyata sudah mencoba untuk menghentikan ini sebanyak 122 kali sebelum mencobanya dengan Booker ke 123 ini. Akhirnya, Elizabeth  mengetahui bahwa cara menghentikannya adalah kembali ke awal pilihan. Saat Booker harus memilih saat ia akan dibaptis atau tidak. Booker harus mati  saat itu untuk  mencegah munculnya Comstock dan Elizabeth.

Tapi apakah mereka benar-benar punya pilihan?
Bukankan itu semua hanyalah jalan di hidup mereka?

Aku hanya ingin

Melihat Booker

Menepati janjinya

dan membawa Elizabeth

Ke Paris



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

 

Image by Febz - Edit Image