Image by Febz - Edit Image Longsor - Pembahasan buku BSE Indonesia kurikulum 2013 | Shattered Stories ~ Shattered Stories

Pages

Minggu, 28 Juni 2015

Longsor - Pembahasan buku BSE Indonesia kurikulum 2013 | Shattered Stories

Menganalisis Teks Eksplanasi “Penyebab Tanah Longsor”

1.       Interprestasikan teks eksplanasi “Penyebab Tanah Longsor”

Isi teks:
Teks eksplanasi “Penyebab Tanah Longsor” ini berisi tentang penjelasan berbagai  penyebab terjadinya longsor secara detail dan prinsip bagaimana terjadinya longsor. Dimulai dengan pembukaan yang menjelaskan  mengapa sering terjadi longsor di Indonesia sampai pada inti  teks.

Makna teks:
Longsor disebabkan oleh berbagai hal, baik secara  alami maupun karena  tindakan-tindakan manusia. Longsor terjadi karena gaya pendorong pada lereng lebih besar daripada gaya penahan  pada tanah.

2.       Analisislah penyebab tanah longsor!
Longsor disebabkan oleh berbagai hal, baik secara  alami maupun karena  tindakan-tindakan manusia. Selain itu letak geografis dapat menimbulkan banyaknya tanah yang tidak kuat dan mudah terkena longsor.

3.       Analisislah akibat yang ditimbulkan oleh penyebab longsor
a.         Hujan
  Musim kering yang panjang akan menyebabkan terjadinya penguapan air di permukaan tanah dalam jumlah besar, lalu muncullah pori-pori atau rongga tanah, kemudian terjadi retakan dan rekahan tanah di permukaan. Pada saat hujan air akan menyusup ke bagian yang retak. Tanah pun dengan cepat mengembang kembali. Hujan lebat pada awal musim dapat menimbulkan longsor. Melalui tanah yang merekah itulah air akan masuk dan terakumulasi di bagian dasar lereng sehingga menimbulkan gerakan lateral.
b.      Lereng Terjal
Lereng atau tebing yang terjal akan memperbesar gaya pendorong. Lereng yang terjal terbentuk karena pengikisan air sungai, mata air, air laut, dan angin. Kebanyakan sudut lereng yang menyebabkan longsor adalah 180 apabila ujung lerengnya terjal dan bidang longsorannya mendatar.
c.       Tanah yang Kurang Padat dan Tebal
Jenis tanah yang kurang padat adalah tanah lempung atau tanah liat dengan ketebalan lebih dari 2,5 meter dan sudut lereng > 220. Tanah jenis ini memiliki potensi   terjadinya tanah longsor, terutama bila terjadi hujan. Selain itu, jenis tanah ini sangat rentan terhadap pergerakan tanah karena menjadi lembek jika terkena air dan pecah jika udara terlalu panas.
d.      Batuan yang Kurang Kuat
Pada umumnya batuan endapan gunung api dan batuan sedimen berukuran pasir dan campuran antara kerikil, pasir, dan lempung kurang kuat. Batuan tersebut akan mudah menjadi tanah jika mengalami proses pelapukan dan pada umumnya rentan terhadap tanah longsor apabila terdapat pada lereng yang terjal.
e.      Jenis Tata Lahan
Tanah longsor banyak terjadi di daerah tata lahan persawahan, perladangan, dan adanya genangan air di lereng yang terjal. Pada lahan persawahan akar tanaman kurang kuat untuk mengikat butir tanah dan membuat tanah menjadi lembek dan jenuh dengan air sehingga mudah terjadi longsor.
f.        Getaran
            Akibat getaran, tanah, badan jalan, lantai, dan dinding rumah menjadi retak.
g.       Susut Muka Air Danau atau Bendungan
Akibat susutnya muka air yang cepat di danau, gaya penahan lereng menjadi hilang, dengan sudut kemiringan waduk 220 mudah terjadi longsoran dan penurunan tanah yang biasanya diikuti oleh retakan.
h.      Adanya Beban Tambahan
Adanya beban tambahan seperti beban bangunan pada lereng dan kendaraan akan memperbesar gaya pendorong terjadinya longsor, terutama di sekitar tikungan jalan pada daerah lembah. Akibatnya adalah sering terjadi penurunan tanah dan retakan yang arahnya ke  lembah.
i.         Pengikisan/Erosi
Pengikisan banyak disebabkan oleh air sungai ke arah tebing. Selain itu, akibat penggundulan hutan di sekitar tikungan sungai, tebing akan menjadi terjal.
j.        Adanya Material Timbunan pada Tebing
         Untuk mengembangkan dan memperluas lahan permukiman  umumnya dilakukan pemotongan tebing dan penimbunan lembah. Tanah timbunan pada lembah tersebut belum terpadatkan sempurna seperti tanah asli yang berada di bawahnya. Sehingga apabila hujan akan terjadi penurunan tanah yang kemudian diikuti dengan retakan tanah.
k.       Bekas Longsoran Lama
  Longsoran lama pada umumnya terjadi selama dan setelah terjadi pengendapan material gunung api pada lereng yang relatif terjal atau pada saat atau sesudah terjadi patahan kulit bumi.
l.         Adanya Bidang Diskontinuitas (Bidang Tidak Sinambung)
 Bidang tidak sinambung ini memiliki ciri: bidang perlapisan batuan; bidang kontak antara tanah penutup dan batuan dasar; bidang kontak antara batuan yang retak-retak dan batuan yang kuat; bidang kontak antara batuan yang dapat melewatkan air dan batuan yang tidak melewatkan air (kedap air); bidang kontak antara tanah yang lembek dan tanah yang padat; bidang-bidang tersebut merupakan bidang lemah dan dapat berfungsi sebagai bidang luncuran tanah longsor.
m.    Penggundulan Hutan
Pengikatan air yang sangat kurang di kawasan hutan   gundul membuat  tanah menjadi renggang dan mudah terjadi longsor
n.      Daerah Pembuangan Sampah
         Penggunaan lapisan tanah yang rendah untuk pembuangan sampah dalam jumlah banyak dapat mengakibatkan tanah longsor.
4.       Jelaskan contoh peristiwa akibat tanah longsor
Longsor pernah terjadi di Tempat Pembuangan Akhir Sampah Leuwigajah di Cimahi. Bencana ini menyebabkan sekitar 120 orang lebih meninggal.

5.       Carilah kata kerja material dan relasional pada  teks

-          Akibat susutnya muka air yang cepat di danau, gaya penahan lereng menjadi hilang, dengan sudut kemiringan waduk 220 mudah terjadi longsoran dan penurunan tanah yang biasanya diikuti oleh retakan. (relasional)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

 

Image by Febz - Edit Image